
tok tok tok
suara pintu rumah di ketuk menyadarkan Adara dari lamunan nya
"iya sebentar" jawab Adara
saat membuka pintu Adara terkejut dengan keadaan Arsen yang tidak sadarkan diri dan di bopong oleh dua orang laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Arsen yaitu Reza dan Alex
Alex dan Reza tertegun melihat kecantikan Adara dengan balutan piyama dan rambut dibiarkan tergerai indah
"ayo silahkan masuk kak, tolong antarkan dia ke kamarnya soalnya saya tidak kuat jika harus membawa nya ke atas" kata Adara
Namun Alex dan Reza tak bergeming seolah tidak mendengar perkataan Adara, mereka masih tetap memandang wajah Adara tanpa berkedip
"heyy kakak" Adara menepuk tangan nya untuk menyadarkan kedua lelaki yang ada di hadapannya, Adara tidak menyadari bahwa kedua lelaki itu sedang mengagumi kecantikan nya
"eh iya nona kenapa?" tanya Alex gelagapan
"Kaka ini kenapa tidak mendengarkan saya tadi berbicara? saya minta tolong sama kakak-kakak, tolong antarkan Arsen ke kamarnya dilantai atas soalnya saya tidak kuat jika saya yang harus membawanya" kata Adara mengulang
"kau sangat cantik sekali nona sehingga membuatku tidak fokus apa-apa" Reza berkata pelan sekali
__ADS_1
"kenapa kak? kakak bicara apa? maaf saya engga dengar karena bicara Kaka terlalu pelan" kata Adara yang memang tidak begitu jelas mendengar perkataan Reza
"tidak apa-apa nona saya akan membantu mengantarkan Arsen ke atas"
"iya nona" kata Alex menambahkan
"silahkan" Adara mempersilahkan mereka masuk dan hanya mengekori mereka di belakang sampai di depan kamar Arsen
"yang ini kamarnya nona?" tanya Alex
"iya" jawab Adara singkat sambil membukakan pintu kamarnya
Alex dan Reza langsung menidurkan Arsen di kasur king size milik Arsen
"tidak perlu sungkan nona, itu sudah kewajiban kami sebagai teman Arsen harus saling tolong menolong" jawab Alex tak kalah ramah
sedangkan Reza hanya diam terus memandang wajah Adara yang terlihat makin cantik ketika senyum "waduhh, tolong neng jangan senyum-senyum gitu, bisa diabetes Abang lihatnya karena terlalu manis" Reza bergumam dalam hati
Alex menginjak kaki Reza untuk menyadarkan lamunan nya
"apaan sih Lo Lex, sakit ****!" bentak Reza karena kesakitan
__ADS_1
Alex langsung membekap mulut Reza yang berteriak tak karuan
sedangkan Adara hanya tersenyum kaku melihat pemandangan yang ada di depan nya yang menurutnya aneh itu
"ya sudah kalo gitu kami pamit pulang dulu, permisi nona" Alex berpamitan dengan tersenyum sopan
tentu saja ia harus tersenyum sopan karena bagaimanapun Adara adalah menantu dari tuan Aryo Pratama seorang pengusaha sukses yang sangat di segani di kota itu
"iya kak, sekali lagi terima kasih" jawab Adara
"saya mohon maaf atas sikap yang tidak mengenakan dari teman saya yang ga ada akhlaq ini" Alex berkata sambil berlalu pergi
Adara hanya geleng-geleng kepala "temen-temen si monster itu benar-benar aneh" gumam Adara dan kembali masuk kamarnya
karena adara masih ngantuk dan lagipula hari masih terlalu pagi untuk beraktivitas dan selain itu ia juga ingin melanjutkan mimpinya yang tadi sempat tertunda dengan hal yang unfaedah meskipun ia tahu belum tentu mimpi nya akan berlanjut jika ia tidur lagi.
di mobil perjalanan pulang, mereka Reza dan Alex masih saja membicarakan kekagumannya pada kecantikan Adara
"cantik bener tuh cewe, pengen gue jadiin istri" kata Reza sambil senyum-senyum membayangkan kecantikan wajah Adara
"sadar **** dia bini orang, bini nya si Arsen, Lo mau di mutalasi hidup-hidup sama si Arsen gara-gara naksir bini nya?!" Alex menjitak kepala reza
__ADS_1
"iihh sakit Abang, akutu ga suka ya di giniin"
"cuiihh najisss" Alex berdecih melihat tingkah aneh bin ajaib dari sahabatnya itu kalo saja itu bukan sahabatnya mungkin sudah Alex tendang dari mobilnya sekarang juga