
Hayy guysss!! maaf lamaa tidak update karya karena ada suatu kendala yg harus author perbaiki, hehe
tapi mulai hari ini insya Allah author bakal selalu update lagi setiap hari, semoga tidak ada kendala apa-apa lagi.
Happy Readingš
"ngapain Lo sama si Reza?" tanya Arsen pada Adara dengan aura dingin nya
"gue engga ngapa-ngapain, tadi engga sengaja ketemu dia di supermarket" jawab Adara
"kok bisa kalian kenal? terus barusan Lo juga kaya faham kalo dia temen gue?" tanya Arsen lagi kali ini lebih tenang karena ada rasa penasaran
"waktu itu kan dia yang nganterin Lo pas Lo mabuk berat engga bisa pulang, dia juga yang nganterin Lo sampe kamar"
"oh" Arsen hanya merespon singkat
Adara menatap wajah Arsen seolah sedang menyelidik sesuatu
"ngapain Lo liatin muka gue kaya gitu?"
"ngapain Lo tadi marah sama si Reza? gara-gara si Reza nganterin gue?" tanya Adara menyelidik
"engga gue ga marah, gue udah biasa gitu kok sama si Reza" jawab Arsen gelagapan karena takut ketahuan oleh Adara bahwa ia sedang cemburu, kalo sampe ketauan runtuh sudah harga dirinya karena menjilat ludah sendiri
Adara hanya mengangguk-anggukan kepalanya walau dihatinya tersenyum geli melihat tingkah Arsen
"udah sana di bikin siomay nya, gue udah lapar ni" perintah Arsen
"bentar dong emang nya gampang bikin siomay?"
__ADS_1
"gampang kok tinggal bikin adonan terus bungkus deh pake pangsit udah jadi" jawab Arsen enteng
"yaudah kalo gitu sana Lo aja yang bikin, gue mau beresin ni bahan makanan ke lemari" Adara menunjuk keresek yang tergeletak di meja itu
"eh engga engga engga, biar gue aja yang beresin ini Lo bikin siomay aja"
"kenapa ya akhir-akhir ini kelakuan Arsen jadi banyak berubahnya dia jadi sedikit lembut dan hangat walaupun masih ada seramnya juga sih" Adara bergumam dan terkekeh geli di hatinya
"Oi, malah bengong" Arsen menepuk pundak Adara
"gue engga bengong jugaa"
"udah jelas bengong engga ngaku" gumam Arsen
Adara langsung memakai celemek dan mengikat rambutnya agar tidak terkena tepung
Arsen diam-diam terus memperhatikan Adara saat Adara sedang mengikat rambutnya, tidak dapat di pungkiri Adara sangat terlihat cantik dan anggun saat ia sedang mengikat rambutnya
saat Adara sedang asik menguleni adonan nya, Arsen terus saja melirik memperhatikan Adara
"cantik sekali dia" gumam Arsen
hatinya ingin sekali rasa nya memeluk Adara dari belakang namun fikiran nya berkata tidak
"sikat aja sen ayo peluk, itu istri Lo bukan orang lain" kata hati Arsen
"jangan sen jangan sentuh dia bisa jatuh harga di Lo" kata fikiran Arsen
"Lo udah jatuh cinta sama dia kan sen ayo peluk lagian engga akan dosa karena udah ada labelnya halal!" kata hati Arsen lagi
__ADS_1
"sadar sen, Lo udah janji sama dia kalo Lo engga akan jatuh cinta sama dia, kalo sekarang Lo peluk dia, harga diri Lo hancur, Lo jangan menjilat ludah sendiri" kata fikiran Arsen lagi
Arsen tersenyum miris merutuki nasibnya seandainya saja waktu itu yang tak mengatakan janji konyol itu pada Adara mungkin sekarang Ia bisa saja sudah memeluk Adara bahkan bisa tidur dalam satu kamar dan satu ranjang dengan adara, sekarang ia sangat benar-benar menyesali perkataan nya. tapi apa boleh buat? nasi sudah menjadi bubur.
terlalu lama melamun dengan tangan masih bergerak membereskan barang-barang tanpa sengaja tangan Arsen menyenggol dan menjatuhkan bungkus minyak yang sudah ia tata di atas lemari
"brukkk"
"Arsen Lo apa-apaan itu minyak di jatohin?" tanya Adara setengah berteriak
namun Arsen nampak tak bergeming tetap saja diam dengan mata terus menatap Adara
"Pletakkk"
Adara menyentil hidung Arsen
"aduhh" Arsen mengaduh "apaan Lo nyentil-nyentil hidung gue" kata Arsen sambil mengusap-usap hidungnya yang terasa sakit
"Lo tuh engga liat ada minyak jatoh?" tunjuk Adara pada wadah minyak yg tergeletak di lantai, beruntung wadah minyak itu tidak pecah walaupun jatuh dari atas lemari
"ini apaan kok bisa ada di bawah" Arsen bingung
"Astaghfirullah Arsen, lagian Lo ngapain sih kerja sambil ngelamun, kalo kerja tuh fokus sen fokus kalo lagi gabut nah baru Lo boleh ngelamun, dahlah beresin itu minyak nya, gue mau lanjutin bikin tuh takut adonan nya keburu kering entar engga bisa di cetak" cerosos Adara panjang lebar sambil menunjuk ke arah adonan siomay yang sedang ia buat
"iya bawel iya" jawab Arsen pasrah
Adara melengos pergi
Arsen tersenyum dan bergumam "benar-benar gadis yang unik" ia menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat punggung Adara yang berjalan menjauh darinya
__ADS_1
dalam hatinya Arsen bertekad akan membuat Adara jatuh cinta padanya tanpa ia terlihat menjatuhkan harga dirinya