My Bad Husband

My Bad Husband
eps. 16


__ADS_3

"ayah, ayah apa-apaan masih menyetujui pernikahan dara dengan si b***s*t itu?! setan apa yang sudah merasuki ayah sehingga ayah tega menikahkan anaknya sendiri dengan lelaki yang sudah jelas tidak terlihat baik nya?!!" Andra berkata dengan penuh amarah


"jaga bicaramu Andra! kau sudah keterlaluan berkata dengan lancang pada ayahmu sendiri!"


"aku ga peduli, ayah jangan egois! Adara itu anak ayah, adik Andra! aku engga akan pernah rela jika Adara masih tetap menikah dengan orang itu!"


"Andra sebaik nya kamu harus mendengarkan dulu penjelasan dari ayah yang sebenarnya"


"aku tidak butuh penjelasan apa-apa lagi dari ayah, aku sudah melihat secara langsung dengan mata kepalaku sendiri betapa arrogan nya dia!"


sejak kepulangan keluarga tuan Aryo. dirumah itu Andra mengamuk marah besar karena tak terima atas pernikahan adiknya yang tak di sangka-sangka akan dinikahkan dengan pria yang selama ini tidak pernah ia harapkan


Adara memeluk kakak nya ia ingin mencoba menenangkan kakanya Adara faham bahwa Andra ini memang begitu posesif padanya dari sejak ia masih kecil, Adara sangat bahagia memiliki seorang kakak seperti Andra yang begitu menyayanginya dengan tulus walaupun terkadang suka menyebalkan


"kakak, kakak gaboleh gini ya, dara baik-baik aja kok, dara juga yakin kok calon suami dara itu sebenarnya orang yang baik engga seperti yang kakak liat"

__ADS_1


"kakak ga butuh lagi penjelasan darimu dara. kakak sudah liat tadi gimana perlakuan dia diluar saat kamu bicara berdua diluar dengan nya kakak liat"


"engga kak, kakak salah liat dia ngga gitu kok"


"kamu masih mau belain dia orang lain yang jahatin kamu dari pada kakak? iya? Kaka kecewa sama kamu dara kakak kecewa!!!" teriakan Andra menggema di ruangan itu


semua orang terdiam disana mendengar teriakan Andra


"kalo kamu mau masih mau maksa nikah sama dia, oke silahkan, tapi kalo sekali lagi setelah nikah dia nyakitin kamu seujung kuku saja aku adalah orang pertama yang akan membawamu pergi! tidak akan ada lagi yang bisa melarang dan menghalangiku! ingat. ini bukan berati aku meresetui mu! sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian!!"


Adara langsung memeluk kakanya penuh haru "terimakasih kakak"


ah tidak, sangat menjijikan rasanya jika mendengar ia akan disebut nyonya Pratama sedangkan calon suaminya saja sudah bersumpah tidak akan membuatnya ia bahagia selama menikah yang berarti sangat tidak pantas pula disebut istri Arsen


"bagaimana ini? aku sangat takut, bagaimana jika nanti dia memperlakukanku dengan sangat kasar atau bisa saja sampai ia membunuhku, tidak tidak tidak! dia tidak mungkin berani sampai membunuhku kan? aakkhhh kacau sekali fikiranku, iya oke aku harus percaya dia tidak mungkin bertindak sejauh itu!" Adara berbicara pada dirinya sendirinya

__ADS_1


Sungguh memikirkan semua itu membuat Adara semakin lelah sampai ia terlelap ketiduran


.............


Hari yang dinanti pun tiba, Arsen berhasil melafalkan ijab kabul nya dengan lancar hanya dengan satu tarikan nafas saja


kini mereka Arsen dan Adara sudah menjadi sepasang suami istri yang sah di mata hukum maupun di mata negara


"ayah, bundaa" Adara langsung menghambur ke pelukan ayah nya kini ia sudah menjadi seorang istri dari Arsen


kemudian Adara memeluk kakaknya dan menangis di pelukan Andra "huhuhu, maaf keduluan sama aku kak, semoga kakak cepet nyusul juga"


Andra hanya terkekeh mendengar perkataan adiknya


"Ingat seperti yang kakak katakan kemarin kamu engga akan pernah bisa bohongin kakak, kakak akan tau semua apa saja perlakuan suami kamu" Andra berkata dengan berbisik ke telinga Adara

__ADS_1


Adara hanya mengangguk merespon perkataan kakaknya


"dan Lo! Gue engga akan izinin Lo nyentuh atau sampe nyakitin adik gue! kalo sampe Lo nyakitin adik gue, gue bersumpah bakal bunuh Lo!!" Andra berbisik pada telinga Arsen dengan penuh penekanan dan ancaman sedangkan Arsen hanya santai saja menanggapinya


__ADS_2