My Bad Husband

My Bad Husband
eps. 26


__ADS_3

Happy reading 😘🌹🌹


saat sudah dekat, pria itu menarik tangan Adara namun langsung Adara tepis


"ada keperluan apalagi kak? saya lagi buru-buru ini" ucap Adara setengah kesal


"maaf nona, boleh saya kenalan?" pria itu mengulurkan tangan nya


tanpa pikir panjang Adara langsung menerima uluran tangan itu karena diri nya sedang terburu-buru, jika ia pulang telat bisa saja Arsen mengamuk dirumahnya


"perkenalkan nama saya Reza, dan nona?"


ya pria itu adalah Reza yang tak lain adalah teman Arsen, orang yang beberapa hari yang lalu datang kerumah Adara untuk mengantarkan Arsen, serta orang yang sudah jatuh hati pada Adara saat pertama kali ia melihat Adara


"Nama saya Adara, panggil saya dara, jangan nona" Adara memperkenalkan


"nama yang cantik secantik orang nya" Reza hampir saja mencium tangan Adara namun langsung Adara tarik tangan nya itu


"kalo sudah tidak adaa kepentingan lagi, saya permisi kak saya udah terlambat" Adara langsung berlalu setengah berlari namun lagi-lagi Reza mengejarnya


"tunggu dulu nona, troli ini berat biar saya yang dorongkan" kata Reza


tanpa ba bi bu lagi Adara langsung menyerahkan troli itu pada Reza karena sebenarnya dirinya pun sudah sangat lelah setelah seharian berkutat dengan buku di kampus sekarang ia harus banyak belanja ke supermarket belum lagi sepulang dari sini ia harus membuatkan siomay untuk Arsen


"semua total nya satu juta tujuh ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah mba" kata kasir itu setelah menghitung semua belanjaan Adara


saat Adara hendak mengambil uang di dompetnya, Reza sudah mendahuluinya membayarkan dengan menggunakan ATM milik Reza sendiri

__ADS_1


"lho kok kakak yang bayar?" tanya Adara bingung


"karena kamu masih istri teman saya, jadi sama saja tidak masalah" kata Reza tersenyum bangga


Adara memilih tidak merespon perkataan Reza dan segera mengambil kantong plastik yang berisi belanjaan nya kemudian ia berlari keluar meninggalkan Reza di tempat kasir itu yang masih menunggu ATM nya


"hei dara tunggu" teriak Reza namun tak di gubris oleh Adara


"gadis itu benar-benar hemm" gumam Reza sambil geleng-geleng kepala


setelah selesai menggesek pembayaran Reza langsung berlari mengejar Adara tak lupa ia berterima kasih terlebih dahulu pada kasirnya beruntung saja Adara belum jauh dari tempat itu


tanpa banyak bicara, Reza langsung merebut Kanton plastik yang berisi penuh belanjaan itu dari tangan Adara


"kalo kamu lagi buru-buru ayo aku yang antarkan pulang, mau nunggu apalagi kalo sudah jam segini sulit ada taksi lewat" Reza langsung memasukan belanjaan Adara kedalam bagasi mobil nya tanpa menunggu persetujuan dari Adara


Adara hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun dan langsung masuk kedalam mobil Reza


"kenapa belanja sendirian? tidak bersama Arsen? kemana dia?" tanya Reza pada Adara


"mana mungkin dia mau belanja bersamaku" jawab Adara sambil tersenyum penuh arti


"dan sekarang kenapa kamu sampe terburu-buru begini? apa karena kamu sedang mengejar waktu karena takut pulang telat kemudian Arsen marah?" tanya Reza lagi


"mungkin" jawab Adara singkat


saat ini hati nya benar-benar takut, takut saat pulang Arsen langsung marah dan membentaknya, membayangkan marah nya Arsen saja sudah membuat Ia bergidik

__ADS_1


"apa kam..." ucapan Reza terpotong


"sebaiknya sekarang kakak fokus berkendara saja ya jangan banyak bicara" Adara memotong perkataan Reza


"oke" Reza mengangguk


kemudian hanya ada keheningan saja dari dalam mobil Reza itu karena kini mereka terdiam hanyut ke dalam pikiran masing-masing


sampai mereka tiba dirumah Arsen dan Adara


Arsen yang sedari tadi sedang mengerutu marah-marah sendiri di dalam rumah itu karena kesal menunggu kepulangan Adara karena sejak tadi yang ada dipikiran Arsen adalah saat ini Adara sedang bersenang-senang dengan orang lain yang membuatnya marah, sekarang ia langsung terdiam saat mendengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah nya


Arsen langsung beranjak dari duduknya membuka pintu rumahnya untuk melihat siapa yang datang


"sepertinya gue kenal mobil ini" Arsen bergumam sendiri


saat pintu mobil dibuka keluarlah Adara dan Reza bersamaan


"ngapain kalian berdua?" tanya Arsen dengan aura membunuhnya


"gila ya Lo sen, bini sendirian belanja sebanyak ini Lo malah santai-santai aja dirumah, suami durhaka Lo tau ngga" Reza berkata dengan marah nya sambil menyerahkan kantong plastik belanjaan itu pada Arsen namun yang menerima adalah Adara bukan Arsen


"apa maksud Lo ha? ngapain Lo ikut campur urusan gue? ini bukan urusan Lo, lebih baik sekarang Lo segera pulang" kata Arsen penuh penekanan


"cuiihh. cowok bisanya cuma nyakitin cewek" Reza berdecih dan langsung masuk ke dalam mobilnya


"b**n***k Lo zaa!!!" teriak Arsen sambil hendak menendang mobil Reza namun tidak kena karena Reza langsung menancap gas mobil nya

__ADS_1


__ADS_2