
jangan lupa dukungan nya teruss ya teman-teman biar aku makin semangat up ny😍❤️
jangan lupa follow juga IG ku @ira.Dsgn_
thanks you guys🥰🥰💕
Adara sedang sibuk memasak dengan di bantu bunda Laura dan bi Surti, mereka semuaa antusias memasak makanan dengan sangat lezat karena malam nya akan kedatangan tamu spesial dari keluarga tuan Aryo
Disela-sela memasaknya Adara melamun fikiran nya tak karuan memikirkan nanti malam ia akan bertemu dengan laki-laki yang tak lain adalah calon suaminya
di dalam hatinya ia berdo'a semoga saja calon suaminya itu tampan dan baik hanya itu yang ia harapkan jika tidak tampan ya sudahlah yang penting baik
"Daraa, hei jangan melamun nanti masakan nya gosong lho" bunda Laura membuyarkan lamunan Adara
"eh iya bunda hehhe"
"tenang aja sayang, jangan gugup biasa saja tetap tenang calon suami kamu itu sangat tampan kok" kata bunda Laura seolah sudah faham dengan yang ada di fikiran putri nya
__ADS_1
"ah bunda mah apaan coba dara ga lagi mikirin itu juga" Adara mengelak
"sudah sudah, bunda bisa membaca fikiran dara lho bunda udah tau apa yang barusan dara fikirkan" goda bunda Laura
Adara malah tertunduk malu, ia lebih memilih menyudahi obrolan nya dengan sang bunda membuatnya sangat malu dan lebih memilih fokus memasak
.......................
Di kamarnya Arsen sedang bermain game, hari ini ia tak diizinkan keluar untuk nongkrong seperti biasanya oleh Ayahnya karena malam ini ia akan pergi menemui dan melamar calon istrinya
"arrrrghhhh ini sangatt membosankan sekali" gerutu Arsen
tok, tok, tok
"Arsen.. ini ayah" tuan Aryo mengetuk pintu kamar Arsen
"ceklek" pintu kamar dibuka nampaklah Arsen dengan rambut acak-acakan nya yang semakin menambah tampan nya wajah seorang Arsen
__ADS_1
"ada apa ayah?" tanya Arsen
tuan Aryo menyodorkan kartu ATM tanpa batas "nih, kau keluar lah Arsen, belanja pakaian yang bagus untuk malam ini, dengan diantar pak Kasim jangan sendirian"
"tidak perlu lah ayah, lagi pula pakaian ku di lemari pun sudah sangat banyak, bahkan masih banyak yang baru yang belum aku pakai"
"ayah tidak menerima bantahan" tuan aryo menaikkan suaranya dengan menggacungkan jari telunjuk nya ke wajah Arsen
Arsen hanya bisa pasrah ia tak bisa marah karena ia sudah berjanji sejak ayahnya sakit kemarin ia tak akan pernah lagi marah pada ayah nya, Arsen begitu sangat takut akan kehilangan ayahnya
"baiklah" Arsen menerima kartu yang diberikan ayahnya, dengan malas Arsen berjalan menuruni tangga nya untuk bertemu pak Kasim sang supir
"ingat beli pakaian yang bagus, buatlah dirimu setampan mungkin malam ini" peringatan tuan Aryo lagi
"kenapa ayah ini jadi sangat cerewet sekali bahkan tak cukup hanya bicara satu kali padahal aku ini bukan bocah kecil lagi, lagipula memangnya sekarang aku sedang tidak tampan? bukankah aku selalu tampan di setiap harinya" gumam Arsen setengah percaya diri
"kau dengar perkataan ayah, Arsen?!"
__ADS_1
"iya ayah, aku dengar" Arsen segera masuk kedalam mobil karena sudah malas jika harus terus berdebat lagi dengan ayahnya, bukan malas sebenarnya lebih tepatnya ia tak mau hilang kendali yang akan berakibat fatal, cukup sekali kemarin ia melihat ayahnya sakit dan tak akan pernah mau melihatnya lagi dikemudian hari