
Happy Reading❤️
Sore ini cuaca di kota metropolitan itu sedang kurang baik
Adara meminta izin pada Arsen untuk membeli suatu barang di supermarket "Arsen, aku izin keluar sebentar ya, mau beli barang di supermarket depan sana"
"Aku antar ya Ra" tawar Arsen
"Engga usah sen, lagi pula aku engga akan lama kok, ini cuma sebentar" kata Adara
"Diluar cuaca lagi engga mendukung Ra, udah biar aku antar ya biar cepet"
"Engga sen, ini juga engga akan lama" Adara tetap tidak ingin menerima tawaran Arsen karena ia tidak mau merepotkan Arsen lagi, semenjak bi Atik izin pulang kampung dengan alasan ada kepentingan keluarga, jadi Arsen lah yang membantu Adara mengerjakan semua tugas rumahnya sedari pagi dimulai dari mencuci pakaian, ngepel lantai, cuci piring, nyapu, sampai menjemur semua pakaian nya, Arsen mengerjakan semua itu tanpa Adara minta alias keinginan Arsen sendiri, sedangkan Adara hanya diperbolehkan untuk duduk santai saja, tentu saja itu membuat Adara merasa tidak nyaman dan tidak enakan pada Arsen, masa suami yang mengerjakan pekerjaan rumah sedangkan istri santai-santai aja udah seperti Dunia terbalik, makanya ia tidak mau menerima tawaran Arsen lagi supaya Arsen bisa istirahat
"Bener Ra, kamu mau sendirian aja?" Tanya Arsen masih tak yakin
"Iya Arsen, aku mau bawa payung kok buat jaga-jaga takut pulangnya hujan" jawab Adara meyakinkan
"Ya sudah hati-hati di jalan ya Ra, kalo ada apa-apa telfon aku"
Adara mengangguk dan langsung beranjak pergi keluar rumah
"Kenapa ya hatiku terasa berat mengizinkan Adara pergi sendirian" gumam Arsen sambil menatap pintu yang sudah kembali ditutup oleh Adara
Adara berjalan dengan santai menuju supermarket dengan tangan menggenggam payung yang ia bawa dari rumahnya
"Uhm, sepi sekali" gumam Adara mengamati jalanan yang terlihat sangat sepi, hanya ada beberapa orang saja disana itu pun terlihat dari kejauhan oleh Adara
__ADS_1
Memang benar jalanan yang Adara lewati saat ini sedang sepi mungkin efek cuaca yang tidak mendukung membuat banyak orang enggan berkumpul atau sekedar keluar rumah. saat Adara sedang asik berjalan ia merasa seperti ada yang mengawasi dan mengikutinya dari belakang, Adara mengehentikan langkahnya sebentar kemudian ia membalikan badan nya ke belakang untuk memeriksa apakah benar ada orang yang mengikuti nya, namun setelah di lihat tidak ada siapa-siapa disana hanya ada daun yang melayang di terpa angin di depan nya
Adara langsung mempercepat langkah kakinya dengan terburu-buru waspada karena ia takut benar ada orang yang diam-diam mengikuti nya, bisa saja orang itu bersembunyi di balik tembok saat Adara membalikkan tubuhnya
Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Adara dari samping gang kecil "aakkhhh" Adara yang terkejut langsung berteriak namun orang itu langsung menutup hidung dan mulut Adara dengan menggunakan kain yang sudah di beri obat bius yang mana membuat Adara langsung linglung, penglihatan Adara mulai kabur dan menjadi gelap, akhirnya Adara pun pingsan tak ingat apa-apa lagi bahkan ia belum sempat melihat dengan jelas siapa orang yang melakukannya
Orang-orang yang bertubuh tinggi itu langsung menggendong tubuh Adara memasukannya ke dalam mobil kemudian melajukan mobil itu dengan kencang entah akan membawa Adara kemana
...
Sementara itu dirumahnya Arsen sedang merasa gelisah, ia sangat khawatir kenapa Adara tak kunjung kembali pulang kerumahnya, bukankah Adara sudah bilang bahwa ia pergi tidak akan terlalu lama, tapi mana buktinya sampe sekarang ia masih belum pulang bahkan sudah 2 jam lebih ia pergi, apalagi diluar sedang hujan deras dan waktu sudah akan memasuki petang hari, ini membuat Arsen semakin khawatir
"Gadis keras kepala itu kemana perginya. Ini sudah dua jam lebih kemana ia pergi, aku harus segera mencarinya" Arsen bergegas mengambil kunci mobilnya, tak lupa ia mengunci pintu rumahnya terlebih dahulu
Arsen menancap gas mobilnya dan mobil itu pun melaju dengan kecepatan tinggi menembus derasnya hujan. Arsen memarkirkan mobilnya di depan supermarket yang tadi Adara maksud barangkali Adara masih disana tidak bisa pulang karena terjebak hujan dan sedang berteduh menunggu hujan reda, ia masuk ke dalam supermarket dan mengelilingi ruangan supermarket itu namun ia tidak menemukan sosok Adara disana. Arsen pun memutuskan untuk bertanya pada kasir dengan mengandalkan ciri-ciri pakaian yang Adara kenakan
"Permisi mba" ucap Arsen
"saya mau tanya mba, Apa mba sebelumnya pernah melayani pembeli dengan ciri-ciri mengenakan pakaian Hoodie sweater berwarna kuning dan celana jeans berwarna putih rambut di ikat kebelakang dan tingginya segini" Arsen memperagakan tangan nya menjelaskan ciri-ciri tubuh Adara
Mba kasir itu menggelengkan kepalanya "tidak mas, saya sudah melayani pembeli disini selama 4 jam tapi tidak pernah melayani pembeli dengan ciri-ciri yang mas sebutkan"
Arsen menghela nafasnya kecewa, pasalnya Adara pergi dari rumah 3 jam yang lalu berati dia tidak pergi ke supermarket ini "sial sekali kenapa aku tadi tidak menanyakan dulu padanya barang apa yang akan ia beli, seandainya aku tau, aku bisa menanyakan apakah ada barang itu disini"
"Ya sudah terima kasih mba" ucap Arsen dan di balas anggukan ramah oleh kasirnya
Arsen keluar dari supermarket itu ia memutuskan untuk mencari Adara kesuluruh supermarket yang ada di sekitar sini mungkin Adara sedang mencari barang yang ia inginkan di supermarket lain
__ADS_1
Di setiap supermarket yang ia kunjungi Arsen selalu menanyakan hal yang sama pada kasirnya dan selalu dijawab dengan jawaban yang sama pula seperti di supermarket sebelumnya
jam sudah menunjukkan pukul 21:00 malam namun Arsen masih tak kunjung menemukan keberadaan Adara, bahkan ia sudah mencarinya keseluruh supermarket yang berada di kota itu sampai Arsen sudah merasa putus asa dengan perasaan yang semakin gelisah dan sangat khawatir memenuhi hatinya, ia benar-benar kebingungan setelah ini kemana lagi ia harus mencari Adara? Arsen pun memilih pulang kerumah saja berharap Adara juga sudah pulang kerumahnya
Namun semua harapan Arsen hilang karena sesampainya dirumah Arsen tidak menemukan siapapun, dirumah itu tetap sepi seperti sebelumnya Arsen pergi,
Arsen merogoh saku celana yang ia kenakan mencari keberadaan ponsel nya dan mengambil ponsel itu, ia berniat menelfon Adara, ia pun menyalakan ponsel nya yang tadi sempat ia matikan saat akan di bawa keluar
Baru saja Arsen akan mencari kontak nama Adara tiba-tiba saja ponsel yang ia pegang itu bergetar "dddddrrtt" ia melihat ada pesan masuk ke WhatsApp nya dengan nomer yang tidak ia kenali, nomer itu mengirimkan beberapa foto pada Arsen, Arsen mengerutkan dahinya memperhatikan foto itu, foto seorang wanita yang tidak asing baginya sedang tidur di atas kasur bersama seorang pria yang tidak ia kenali wajahnya "foto apa ini" gumam Arsen, kemudian ia memperbesar gambar fotonya untuk melihat dengan jelas wajah wanita yang berada di foto itu ia berdo'a dalam hati berharap semoga ia salah lihat
Setelah gambarnya berhasil diperbesar Arsen dapat melihat dengan jelas ternyata dia, wanita itu wanita yang sudah sangat ia cintai dan percayai sepenuhnya wanita yang sudah menjadi belahan jiwanya
"Apa-apaan ini, tidaaak, tidaaakk mungkin, tidak mungkin ini" Arsen menatap ponsel itu tak percaya kemudian ia melihat pesan masuk lagi dari nomer yang sama
Isi pesan nya
Nomor tersembunyi : "lihatlah dengan jelas. apa kau sudah puas melihat wanitamu yang sudah kelelahan karena keenakan merasakan goyangan ku yang panas, dia bahkan tidak mau di sentuh olehmu karena dia lebih memilih bersamaku"
Arsen Pratama : "brengseeekk!!! Siapa kau???!"
Nomor tersembunyi : "hahahahaha"
Semua pesan dari orang tak dikenal itu membuat Arsen semakin marah, ia menekan tombol panggilan untuk menelfon orang Yang tak dikenal itu namun tak kunjung di angkat
"Adaraaaaa!!!!! Kenapa kamu mengkhianati akuu??!!!!" Arsen berteriak sekencang mungkin dirumah nya dengan di barengi suara petir yang menggelegar diluar karena hujan deras yang masih tak kunjung mereda.
Jangan lupa VOTE kalo suka🌹
__ADS_1
share cerita ini kalo menurut kalian cerita ini layak untuk dibaca🙂
TERIMA KASIH