My Bad Husband

My Bad Husband
eps. 25


__ADS_3

jangan lupa votenya yaaa❤️❤️❤️


Happy reading😘


sore harinya saat Adara pulang dari kampus ia bingung memikirkan bagaimana cara ia berbicara pada Fahri bahwa acara pertemuan nya harus di batalkan karena Arsen meminta nya membuat makanan yang ribet


"haduhhh gimana ini cara aku bilang sama kak Fahri, alasan nya apa ya? engga mungkin kan aku harus bilang karena lagi disuruh sama suami, hih engga mungkin, tapi aku juga merasa engga enak karena membantalkan nya begitu saja" Adara berkata pada dirinya sendiri sambil terus melihat ke layar ponsel yang tertera nama kontak Fahri


"ah udahlah mending aku coba telfon aja dulu" Adara menekan tombol panggilan pada ponsel nya


"Halo kak assalamu'alaikum" kata Adara pada Fahri


"wa'alaikumsalam dara, gimana? kamu sekarang lagi dimana? ini kakak sudah ada di cafe b nunggu kamu" kata Fahri di seberang sana sambil senyum-senyum sendiri


Adara memejamkan matanya sebentar "gimana iniii, kalo aku tiba-tiba ngebatalin gitu aja kasian dia udah nunggu dari tadi pula" gumam Adara


"halo dara? dara baik-baik aja kan?" tanya Fahri sedikit cemas karena Adara terdiam tak merespon perkataan nya


"eh iya kak, aku baik- baik aja kok" kata Adara berbohong


"kamu ada dimana dara? apa perlu kakak jemput kamu? tanya Fahri


"begini kak, sebelum nya aku minta maaafff banget sama kakak, jadi sekarang aku engga bisa ketemu sama kakak karena tiba-tiba aja aku ada urusan mendadak, sekali lagi maaf bangett kak" kata Adara


seketika wajah Fahri langsung berubah yang awalnya bahagia kini mendadak kecewa "ohh gitu ya, urusan nya mendadak banget ya dara? ya sudah tidak masalah, kita bisa bertemu di lain waktu saja oke?" jawab Fahri


"beneran tidak apa-apa kak? kakak tidak marah kan?" tanya Adara lagi khawatir


"iya dara beneran kakak tidak marah kok, kan masih ada besok, kalo besok bisa kan kita bertemu? tanya Fahri

__ADS_1


"aku engga bisa janji kak, kalo engga ada kepentingan lagi insya Allah aku bisa. ya sudah aku tutup dulu telfon nya ya kak soalnya aku harus buru-buru pergi"


"oke Adara, nanti kakak telfon kamu lagi, hati-hati di jalan, assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jawab Adara sambil buru-buru jalan karena harus segera ke supermarket membeli bahan-bahan untuk membuat siomay


sesampainya di supermarket Adara langsung mengambil troli untuk di isi berbagai bahan keperluan yang akan di beli, sekalian ia berbelanja kebutuhan bulanan untuk stok dirumah nya


tak lama Adara keliling supermarket untuk mengambil barang yang ia butuhkan kini troli yang di dorong oleh Adara sudah hampir penuh


"oke, sekarang udah penuh, tapi seperti nya masih ada yang kurang, tapi apa yaaa?" Adara bergumam sambil memerhatikan troli yang sudah penuh dengan tangan yang di tempelkan di dagu seolah sedang berfikir


"oh iya, susu coklat, oke. dimana ya tempat nya" Adara kebingungan mencari dimana tempat menyimpan susu favorit nya itu karena pertama kali ini dia berbelanja di supermarket yang tak sama, dulu sebelum menikah biasanya Adara berbelanja di supermarket yang berada di dekat rumah orang tua nya


setelah berkeliling cukup lama tanpa menyerah akhirnya Adara menemukan barang yang ia cari ternyata barang itu ada di rak paling atas yang cukup tinggi yang tak bisa ia jangkau


Tapi tiba-tiba saja sebuah tangan cukup kekar mengulur ke atas mengambil barang yang Adara maksud


"ini, susu nya yang rajin diminum ya, biar cepat tinggi" kata pria yang berada di samping Adara itu dengan menyodorkan dus susu yang ia ambil


"terima kasih" kata Adara sedikit ketus sambil menerima dus susu dari tangan pria itu


tentu saja Adara menjawab dengan ketus karena kesal, pria itu secara tidak langsung sudah mengatainya pendek, Adara suka tidak terima jika ada yang mengatai nya pendek karena menurutnya tubuhnya itu tidak terlalu pendek dan cukup bagi seukuran wanita pada umumnya


saat Adara mendongakkan wajahnya ke atas tatapan mereka saling bertemu


"lho nona" pria itu menunjuk pada wajah Adara


"lah kakak ini" kata Adara juga sambil pada wajah pria itu

__ADS_1


"nona ini istrinya arsen kan" kata pria itu


saat pria itu mengatakan istrinya arsen Adara reflek langsung membekap mulut pria itu


langsung saja pria itu tertegun saat tangan Adara menyentuh pipi hidung dan mulutnya sekaligus


"wow tangannya lembut dan wangi sekali" gumam pria itu hatinya sangat senang


"kakak jangan keras-keras ngomongnya takut ada yang dengar" kata Adara


"memang kenapa nona kalo ada yang mendengar?" tanya pria itu


"ah tidak apa-apa lupakan saja, terima kasih sudah membantu saya, permisi" jawab Adara sambil mendorong troli nya melewati pria itu


"nona tunggu" pria itu mengejar Adara


Siapakah sebenarnya pria itu?


**Baca terus novel ini ya, jangan sampai ketinggalan! dan temukan jawaban nyaaa!!😆


VOTE VOTE VOTE VOTE JUGA JANGAN LUPA YA TEMAN-TEMAN, AYO DUKUNG TERUS AUTHOR UNTUK TERUS BERKARYA!!


PENGUMUMAN!


JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVELKU YANG BARU JUDULNYA : "SECRET ADMIRER"


JANGAN LUPA JUGA LIKE NYA!!!


THANK YOU FRIENDS🌹🌹🌹**

__ADS_1


__ADS_2