
pagi hari, udara di kota itu terasa dingin setelah semalam turun hujan
Adara baru selesai mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus nya, ia mengenakan kameja berwarna Milo dengan lengan dilipat 3/4 dan celana jeans berwarna hitam serta rambut yang dibiarkan tergerai indah, ia memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan bibir nya dengan lip tint, ia terlihat begitu cantik dan natural dengan penampilan nya.
"pagi ayah, bunda" sapa Adara
"pagi sayang" jawab dan bunda bersamaan
"wahh masih pagi ayah sama bunda udah kompak aja"
"harus dong" kata bunda
"oiya kak Andra kemana Bun? tanya Adara
"kak Andra sudah berangkat dari tadi sayang, katanya harus berangkat lebih awal soal nya lagi ada tugas dadakan di kampus nya" jawab bunda Laura
Adara hanya ber ohh ria sambil menyuapkan nasi goreng ke mulut nya
"Dara, mulai hari ini dan seterusnya ayah minta kamu harus di antar jemput ke kampus sama mang Asep, tidak ada bantahan" kata ayah
"tapi ayah, dara kan..." pembicaraan Adara terpotong
"ayah tidak menerima penolakan dari dara! lagipula ayah tidak mau ambil resiko lagi atas kejadian kemarin" tegas ayah Derry
__ADS_1
"baiklah ayah" Adara tertunduk pasrah, ayah nya ini jika sudah berbicara tegas maka tidak bisa lagi di bantah.
...............................................
"Arsen, ayah harap kali ini kamu akan betah kuliah di kampus baru kamu setelah ke sekian kali nya kamu berpindah-pindah kampus" kata tuan Aryo pada putra nya.
"hemmm" jawab Arsen sambil mengunyah roti sarapan nya
"ayah berangkat lebih dulu, kamu ke kampus pake mobil biasa saja, mobil balap mu sudah ayah sita" kata tuan Aryo lagi sambil berlalu pergi
"Tidakk ayahhh tungguuu" teriak Arsen
Namun tidak ada jawaban lagi karena tuan Aryo tidak mempedulikan teriakan Arsen, ia sudah menduga bahwa putra nya itu akan mengamuk makanya ia memilih bicara ketika hendak pergi saja karena tidak mau jika harus bertengkar dengan putra nya.
Arsen berangkat menuju kampus baru nya dengan menggunakan mobil BMW i8, ia mengendarai mobil nya itu dengan kecepatan penuh karena amarah nya sampai ia tidak mempedulikan dan menerobos lampu merah beruntung saat itu tidak ada polisi lintas di jalan raya
semua mata mahasiswa di kampus itu tertuju pada mobil yang dikendarai Arsen ketika melihat Arsen keluar dari dalam mobil, semua mahasiswa banyak yang berteriak histeris kagum melihat ketampanan Arsen.
"wow ganteng nya"
"calon masa depan gue datang"
"jantung Ade berdebar mas"
__ADS_1
begitulah kira nya teriakan terdengar di seluruh penjuru kampus
Arsen tidak peduli dengan semua itu, karena baginya hal seperti ini sudah biasa terjadi di kampus mana pun ia kuliah. Arsen teruss berjalan mencari lift untuk segera masuk kedalam kelas nya di lantai paling atas
Bruuuughhh
"awwww, astaghfirullah"
"apa-apaan ini woy kalo jalan pasang mata" pekik Arsen
"maaf kak, maaf banget aku ga sengaja" kata gadis itu dengan masih tertunduk membereskan buku nya yang berjatuhan
"ga sengaja, ga sengaja" kesal Arsen
gadis itu berdiri "hah Lo" kata Arsen dan Adara berbarengan dengan tangan saling menunjuk
Ya, gadis yang baru saja tidak sengaja menabrak Arsen itu adalah Adara
"ngapain Lo disini? tanya Arsen dengan nada suara yang lumayan tinggi
"Lo yang ngapain disini?! ini kan emang tempat gue belajar ya pasti nya gue ada disini" pekik Adara
"Arsen menatap Adara sinis dan melanjutkan perjalanan nya tadi yang sempat tertunda "apaan lagi ini gue ketemu lagi sama Mak Lampir" gumam Arsen
__ADS_1
Adara terbengong menepuk-nepuk pipi nya "gue ga lagi mimpi kan kalo yang ada di depan gue barusan itu si cowok monster yang kemarin? kok bisa sih dia ada disini? apa dia mahasiswa baru? ah udahlah bodoamat lagian masalah gue sama dia udah clear, dan gue ga ada lagi urusan sama tuh monster, jadi kalo ketemu lagi anggap aja orang asing yang sebelumnya ga pernah ketemu sama sekali, oke. semangat Adara!" kata dara menyemangati dirinya
Adara segera masuk ke dalam kelas nya dan menghampiri Nisya sahabat nya yang sudah ada di dalam kelas sejak tadi.