
Hari yang di nanti Arsen pun tiba, namun bukan nya semangat, Arsen malah santai saja dan malas
Adara mempersiapkan beberapa keperluan untuk keberangkatan Arsen menuju kota xxxx, saat ini ia sedang melipat dan memasukan beberapa pakaian Arsen ke dalam koper, tak lupa juga ia memasukkan beberapa peralatan mandi. Lalu ia kembali mengamati barang-barang yang sudah ia ia masukkan, barangkali masih ada yang ketinggalan
"Arsen, sebenernya kamu udah siap apa belum sih, ini pakaian sama keperluan kamu udah aku siapin dan udah aku masukin ke dalam koper juga" Adara menghampiri Arsen yang sejak tadi selonjoran tak jelas di atas sofa
"engga tau deh Ra, aku udah engga semangat, rasa nya berat banget ninggalin kamu selama seminggu kedepan, aku kan pengen selalu Deket sama kamu"
"yailahh engga usah lebay deh sen, ini juga kan demi kerjaan sama hobi kamu" Adara memutar malas bola matanya
Arsen langsung bangkit "loh kamu kok gitu sih Ra, emang kamu engga bakal kangen sama aku gitu?"
"ya engga lah ngapain juga aku kangen sama kamu" Adara melipat tangan nya di dada
"kalo mau ngomong jujur di saring dulu dong Ra jangan terlalu jujur gini, ini damage nya sumpah engga ngotak sakit banget ke hati" sambil memegang dadanya Arsen kembali duduk
sebisa mungkin Adara masih menahan tawa nya melihat tingkah suami nya itu "engga usah drama deh, mau pergi seminggu doang ge pake banyak drama segala" tawa Adara pecah seketika
"aku serius Ra, kamu ngapain malah ketawa"
"aku dua rius malah, udah ah sana berangkat keburu telat liat ini udah jam berapa" kata Adara masih dengan tawa nya
"beneran ini nyuruh aku buru-buru berangkat?"
"iya beneran sana, nih jaketnya di pake dulu" Adara memakaikan jaket pada Arsen dan tak lupa juga merapikan baju nya
Arsen menatap lekat pada manik hitam Adara "aku akan selalu merindukanmu disana"
Adara terkekeh "kita kan bisa komunikasi lewat hp, oh iya aku belum punya nomer hp mu, mana sinikan hp mu"
"kita udah berbulan-bulan menikah tapi aneh sekali kamu engga punya nomer hp suamimu sendiri" Arsen menyerahkan hp nya pada Adara
tanpa merespon perkataan Arsen Adara langsung mengetikan nomer hp Arsen ke hp nya dan langsung memanggil nomer nya supaya bisa saling menyimpan
keningnya berkerut "Mak Lampir" kemudian ia melirik ke arah Arsen "ini nomer hp ku, oohh kamu udah punya nomer hp ku ternyata dan ini nama kontak nya sangat cantik sekali"
"waduhh ****** gue, pantesan perasaan gue dari tadi engga enak ternyata nama kontak dia belum gue ganti, bodoh Lo Arsen bodoh" Arsen hanya meringis tanpa dosa dan menggaruk rambutnya yang tak gatal "piisss"
"heemmm, sejak kapan kamu punya nomer hp ku?" tanya Adara
"sejak kita belum nikah dong, hebat kan aku, engga harus langsung minta sama kamu udah punya nomer hp mu aja" jawab Arsen bangga
"iya hebat bener-bener hebatt" Adara melanjutkan menarik ulur daftar kontak telefon di hp Arsen
__ADS_1
"ada keanehan apa lagi ya di kontak hp gue, semoga engga ada apa-apa lagi selain tadi" gumam arsen "cari apa lagi kamu Ra?" tanya Arsen
"udah kamu diem jangan banyak tanya, sssttt"
"hebat sekali Arsen, di hp nya tidak ada satu pun nomer hp perempuan, semua nomer hp nya identik dengan nama laki-laki, cuma nama kontak ku yang aneh sendiri" gumam Adara sambil menatap Arsen penuh selidik seolah sedang mengintrogasi tersangka kasus pencurian
"ada apa coba Ra? engga ada apa-apa lagi kan?" tanya Arsen lagi
"engga ada nih" Adara mengembalikan hp itu pada Arsen
Arsen langsung menerima hp nya dan langsung mengganti nama kontak Adara menjadi Bundadara dengan menggunakan emoticon Love
"nih udah aku ganti nama nya kan" Arsen memperlihatkan layar ponsel nya pada Adara
Adara yang melihat itu langsung tersipu malu "kok namanya gitu sih" katanya
"kan kamu bakal jadi Bunda dari anak-anak kita"
"iya tapi masih lama"
"aku pulang dari sana kita bikin"
"bikin apa?" tanya Adara bingung
"yaudah, sekarang kamu harus fokus sama kerjaan kamu dulu, semangat, jangan lupa sholat, dan ingat jaket ini engga boleh kamu lepas selama perjalanan kesana, aku engga mau kamu kedinginan" nasihat Adara
"siap boss, do'akan semoga aku pulang membawa kemenangan ya"
"tentu saja aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu setiap hari, aku engga terlalu mengharapkan kamu pulang dengan membawa kemenangan tapi yang paling penting aku pengen kamu pulang kembali dalam keadaan seperti kamu berangkat, tanpa lecet sedikitpun"
"Aamiin, apalagi pesan nya nyonya muda? mau oleh-oleh apa? pasti aku belikan deh"
Adara Terkekeh geli mendengar Arsen memanggil namanya dengan kata nyonya
"oleh-oleh nya ganti aja dengan ini, jangan lupa juga sama aku disini yang selalu menunggu kedatangan kamu kembali"
"siap laksanakan komandan" Arsen berdiri tegap dengan tangan hormat
diluar terdengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah Arsen Yang menandakan teman-teman Arsen yang menjemputnya sudah datang
"tuh temen kamu udah datang, yuk" kata Adara walau di hatinya meronta-ronta ingin melarang Arsen pergi, ia sangat berat untuk merelakan kepergian Arsen walau cuma satu Minggu, namun sebisa mungkin ia tahan perasaan itu
"aku berangkat dulu ya, kamu disini jangan sampe kecapean lagi, jaga kesehatan, jangan males makan, nanti beberapa jam lagi ada bi Atik datang kesini mulai kerja disini dan yang bakal selalu nemenin kamu selama aku engga ada di sini" kata Arsen
__ADS_1
"iya Arsen aku udah tau kok, ini udah kamu omongin sejak semalem juga, udah ayo temen kamu udah pada nunggu diluar tuh kasian mana engga di suruh masuk dulu lagi"
"tunggu dulu" Arsen menangkup kedua pipi Adara kemudian ia mencium puncak kepala Adara seluruh wajah Adara kemudian ia memandang bibir Adara sejenak dan mencium nya perlahan
"aku sayang kamu" ucap Arsen
"aku juga sayang kamu, selamat berkerja keras suamiku, semoga berhasil" jawab Adara sambil mencium tangan Arsen
kemudian mereka berdua keluar rumah dengan bergandengan tangan menyusul teman-teman Arsen
"bini si Arsen cakep bener bro" bisik Zico pada Alex
"sssttt" jawab Alex mengisyaratkan Zico untuk diam
"ayo co, Lex" ajak Arsen
Zico tak bergeming, ia masih betah menatap Adara yang sedari tadi senyum-senyum pada Arsen
Arsen langsung menepuk bahu Zico dan membisikan sesuatu ke telinga Zico yang mana membuat Zico langsung terdiam dan merinding, kalimat itu adalah "Iya gue tau Lo kagum sama bini gue yang cantik itu, tapi mata elo tolong di kondisikan liatnya sebelum gue colok dua-duanya"
setelah masuk ke dalam mobil, Arsen membuka pintu kaca mobil nya dan kembali melihat Adara "i love you" kata Arsen hanya dengan menggerakkan bibirnya saja dan tak lupa juga dengan ciuman jarak jauh nya.
.
.
.
Bersambung~
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
THANKS YOU ALL😘
__ADS_1
LOVE YOU ❤️❤️❤️