My Bad Husband

My Bad Husband
eps. 22


__ADS_3

jangan lupa vote nya yaaaaa😘😘❤️


Saat perjalanan pulang dari kampus, Arsen melihat seorang gadis yang terlihat mirip Adara, gadis itu sedang berjalan kaki dan sesekali ia berhenti untuk membagikan uang kepada pengemis atau pengamen jalanan dan siapa saja orang yang membutuhkan


Arsen memajukan mobilnya perlahan mengikuti kemana gadis itu berjalan, saat sudah dekat, Arsen terus mengamati gerak-gerik gadis yang menarik perhatiannya itu


"sangat mirip dengan Adara" gumam Arsen


gadis itu menoleh ke belakang yang mana membuat Arsen bisa melihat dengan jelas wajah nya


"benar ternyata itu Adara si Mak Lampir, ngapain dia dari tadi bagi-bagiin duit? halahh paling juga pengen di cap sebagai orang yang baik, cih" Arsen tersenyum meremehkan kemudian ia menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanannya


ini lah kebiasaan Adara, alasan ia selalu berjalan kaki ketika pulang dari kampus itu karena supaya ia bisa membantu orang yang membutuhkan bantuan nya.


saat Adara sedang asiknya berjalan tiba-tiba


brugghh


laki-laki yang tanpa sengaja menabrak Adara itu reflek menarik tangan Adara yang hampir terjatuh kebelakang dengan otomatis secara tidak sengaja mereka berpelukan

__ADS_1


"astaghfirullah maaf nona, maaf sekali saya benar-benar tidak sengaja, bukan bermaksud apa-apa" kata lelaki itu dengan menempelkan kedua telapak tangan nya sebagai tanda permintaan maaf


"ah iya tidak apa-apa terima kasih sudah menarik tangan saya kalo tidak, mungkin kepala saya sudah terbentur aspal" jawab Adara


"sepertinya kita pernah bertemu" ucap Fahri


Benar, laki-laki yang barusan tak sengaja menabrak Adara itu adalah Fahri


"kakak ini teman su.. eh maksud saya, temen nya orang yang beberapa Minggu lalu ngotorin baju saya, iya kan?" tanya Adara yang hampir saja menyebutkan Arsen adalah suaminya


"iya benar sekali nona, tak di sangka kita bisa bertemu lagi" ucap Fahri senang


"oh iya nama saya Rendy Fahriawan, nona, maksud saya dara bisa panggil saya Fahri"


"kenapa tidak di panggil Rendy saja?" tanya Adara


"karena sudah kehendak orang tua saya" jawab Fahri dengan terkekeh


"tapi saya ingin panggil kak Fahri saja seperti nya umur saya lebih muda dari kakak, jadi sangat tidak nyaman jika memanggil dengan nama saja" kata Adara

__ADS_1


"iya sudah tidak masalah sesuka dara saja mau manggil saya apa" kata Fahri dengan senyuman nya


"yasudah kak kalo begitu saya permisi dulu ya, saya harus segera pulang soalnya ini sudah sore hampir petang, takut pulang nya telat" Adara berpamitan


"tunggu dulu, boleh kakak minta nomer ponsel dara?" pinta Fahri


"ini kak" Adara menyerahkan kartu nama yang mana disitu sudah tertera data diri sampai nomor ponsel nya


"oke, nanti kakak hubungi kamu ya" kata Fahri


Adara hanya mengangguk merespon perkataan Fahri dan buru-buru segera melanjutkan perjalanan nya karena ia takut telat pulang kerumah


yang biasanya sepulang dari kampus Adara disambut hangat oleh kedua orang tua dan Andra kakanya kini sekarang ia pulang hanya disambut dengan gelapnya lampu rumah yang belum di nyalakan disaat sudah petang begini karena tidak ada orang di dalam rumah itu selain hanya Adara dan Arsen itupun jika mereka berdua sedang berada dirumah


Adara masuk kedalam rumahnya ia langsung menyalakan lampu seluruh ruangan rumah nya


"Arsen belum pulang ya" gumam Adara


Adara duduk di sofa ruang keluarga untuk beristirahat

__ADS_1


"sebaiknya aku harus mandi dulu biar segar, terus masak deh makanan yang lezat buat suami. oke, come on dara semangatt meski suamimu tak akan pernah menganggapmu ada" Adara menyamangati diri nya sendiri, ia terkekeh geli saat menyebutkan kata suami


__ADS_2