My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 41


__ADS_3

Jangan lupa dukung terus authornya yaaa🤭


jangan pelit-pelit like nya juga dong guys kan author juga butuh penyemangat dari kalian:(


Happy Reading😍


"Ayoo Arsen semangatt. tancap gass, tikung orang itu ayo terusss. yak sedikit lagi" Teriak bang Jery dan beberapa teman Arsen menyamangati Arsen yang saat ini sudah berada di dalam sirkuit untuk bertanding merebut posisi terbaik


Pertandingan sudah berjalan sejak 30 menit yang lalu namun Arsen masih berada di posisi ketiga, masih tak menampakkan bahwa ia akan berhasil merebut posisi kedua, tidak seperti biasanya yang mana Arsen mampu merebut posisi pertama dalam waktu 5 menit


semua karena sekarang ia benar-benar tak mengharapkan bahwa ia harus menang, jika ia menang ya Alhamdulillah dan jika saja tidak ya wassalam, karena Arsen sekarang berniat main dengan adil dan murni dengan kemampuan nya sendiri tanpa berniat melakukan kecurangan sedikitpun kepada lawan balap nya walau ia sudah tau bahwa lawan nya itu pasti akan berbuat curang


"bos, lihatlah pertahanan bocah itu sudah semakin sangat melemah, sebaiknya kita harus segera arahkan strategi kita padanya" bisik bang Marko pada bang Jery karena ini rahasianya yang tak ingin terdengar oleh orang lain


"kalian semua tunggu disini tetep dukung dan kasih semangat buat Arsen, gue sama Marko mau kesana dulu sebentar ada kepentingan"


"siap bang" jawab mereka serempak


"Ayo ko, Lo ikut gue" ajak bang Jery pada bang Marko


setelah dirasa tempat yang dituju aman dan jauh dari kerumunan bang Jery langsung mengambil ponsel yang terhubung pada alat komunikasi yang di pakai oleh Arsen


"test, Arsen" ucap bang Jery


"ya bang ini gue" jawab Arsen


"Lo masih inget kan apa yang kemarin gue bilang sama Lo, gue harap Lo masih inget. gunakan strategi itu sekarang" kata bang Jery tegas


Arsen diam tak berniat menjawab, ia tetap fokus menyetir dengan kemampuan nya sendiri


"Sen, Lo denger gue ngomong ga!" bentak bang Jery


"Apa bang? gue engga dengar" Arsen pura-pura tak mendengar apa yang dikatakan oleh bang Jery


"gunakan strategi yang gue bilang!" teriak bang Jery emosi karena merasa dipermainkan oleh Arsen


teeeetttt, sambungan terputus

__ADS_1


Bang Jery membanting ponsel itu karena emosi "bocah itu udah gila ko, pokoknya gue mau dia harus menangin pertandingan ini, ini pertandingan dengan hadiah terbesar, kita jangan sampai melewati kesempatan ini"


"mau gimana lagi bos? apa tidak sebaiknya kita tunggu sampe pertandingan ini Sampai selesai untuk memastikan apa bocah itu masih mau berusaha atau tidak" kata bang Marko mencoba itu tidak ikut tersulut emosi


Bang Jery mengangguk "oke kita balik kesana"


"Kenapa bang? ada masalah apa?" tanya Alex yang melihat kedatangan sang ketua itu dengan wajah yang terlihat merah seperti sedang marah


Semua yang berada disitu pun bertanya-tanya penasaran ada apa dengan sang ketuanya


"Semua diam. Gue engga ada apa-apa" jawab bang Jery datar dengan penuh penekanan yang membuat semua anak-anak buahnya yang berada disitu langsung kicep


Durasi pertandingan sudah mencapai satu jam dengan posisi pembalap yang pertama dan yang kedua sangat dekat sudah mencapai 54 lap sedangkan Arsen sejak tadi masih betah di posisi ketiganya dan baru mencapai 53 lap yang artinya ia terpaut jauh dengan posisi pertama dan kedua sudah tidak ada harapan lagi ia bisa meyusul atau merebut posisi pertama maupun posisi kedua yang mana ini membuat bang Jery semakin geram, ia keluar dari arena balap itu karena sudah muak melihat Arsen yang sudah jelas tidak ada harapan untuk menang


beberapa menit kemudian pertandingan pun selesai dengan Arsen memenangkan posisi ketiga, saat Arsen turun dari mobil ia melirik ke arah pemenang posisi pertama, orang itu tersenyum sinis dan meremehkan pada Arsen sementara Arsen hanya merespon acuh saja


kekalahan Arsen kali ini cukup menghebohkan para pendukungnya, bagaimana tidak? ini adalah kekalahan pertama untuk Arsen dalam pertandingan nya, ada pendukung yang kecewa dan ada juga yang memaklumi seperti hal nya teman-teman Arsen


Baru saja Arsen keluar dari mobil dan berjalan satu langkah, bang Jery datang dan langsung menarik kerah baju Arsen yang mana membuat Arsen terkejut


"Lo udah gila! Kenapa Lo sia-siakan kesempatan emas ini ha?! gue udah sangat banyak menaruh harapan dan kepercayaan sama Lo tapi kenapa engga Lo hargai!" bentak bang Jery dengan meninju wajah Arsen hingga ujung bibirnya sobek dan mengeluarkan darah segar


"Lo apa-apaan Jery" teriak Surya namun tak di gubris oleh bang Jery, ia malah terus memukuli Arsen hingga wajahnya banyak memar


semua anak buah bang Jery langsung memegang tangan bang Jery kuat-kuat untuk mencegah ia memukuli Arsen lagi, dan tubuh Arsen langsung di bopong oleh Alex dan Zico untuk berdiri


"Hahahahahahaha" tiba-tiba Arsen tertawa


"kenapa kalian malah tahan dia, kenapa kalian engga biarkan aja dia mukulin gue teruss, atau bahkan biarin aja sampe dia mau bunuh gue pun biar gue mati dan orang yang ga tau diri itu puas" teriak Arsen


"sen, jangan mau mati dulu lah, ingat ni kan kata lu, lu belum perawanin bini lu" celetuk Alex dengan berbisik ke telinga Arsen


"ekhem, maksud gue biar dia puas pukulin gue sampe gue babak belur terus masuk rumah sakit" Arsen berdehem meralat perkataan nya


Bang Jery hanya diam dengan nafas yang masih naik turun tak beraturan karna amarah nya masih belum mereda


"co, Lex, ayo bantuin gue" Arsen berjalan menjauh dari kerumunan itu dengan tubuhnya di bopong oleh Alex dan Zico

__ADS_1


setelah Arsen pergi Surya langsung menghampiri bang Jery "Cuma karena satu kesalahan dan pertama kali ini Arsen kalah, Lo langsung pukulin dia? Mana jiwa lu sebagai ketua? lu kemanain kemenangan Arsen selama ini?. oh iya gue lupa, lu kan cuma manfaatin anak baik yang sedang depresi itu demi kepuasan Lu, ck, ck, ck, rendahan sekali caramu kawan, mulai sekarang gue harus ngunduri diri dari club ini, terima kasih" Surya menepuk pundak bang Jery lalu ia pergi


Bang Jery mengepalkan tangan nya kuat-kuat dengan tatapan penuh dendam


"Tolong pesenin tiket pesawat buat gue pulang sekarang, kalo bisa sebelum satu jam tiket pesawat itu harus udah ada" perintah Arsen pada kedua temen nya itu


"engga bisa gitu sen, gue harus bawa lu dulu kerumah sakit terdekat biar cepet di tangani" tolak Zico


"gue engga peduli, panggil aja dokter pribadi gue suruh kesini biar gue di obatin di pesawat"


"tapi ini luka Lo sen, kalo engga cepet di tangani takut infeksi" kali ini Alex yang menolak


"lakukan perintah gue!!" teriak Arsen


"oke, sen. gue pesenin tiket nya, Lo tunggu di apartemen terdekat sini dulu sama si Zico, gue suruh anak buah gue buat beresin barang-barang lu yang ada di tempat penginapan" Alex mengalah ia lebih memilih menuruti perkataan Arsen lagi pula Arsen orang yang keras kepala dan tidak mau mengalah jadi percuma saja jika berdebat dengan nya


Arsen mengangguk "ayo co, bantu gue"


.


.


.


Bersambung~


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


LIKE

__ADS_1


COMMENT


LOVE YOU GUYS😘


__ADS_2