
sambil menunggu dokter datang, Arsen berlari ke dapur mengambil air dan kain peralatan untuk mengompres kening Adara
Arsen mulai mengompres kening Adara, ia melakukan nya secara perlahan dan hati-hati
tak lama kemudian,
tok.. tok.. tok..
suara pintu rumah Arsen di ketuk
Arsen langsung bangkit dari duduknya segera berlari keluar dari kamar hendak membuka pintu ia berharap bahwa yang datang itu adalah dokter yang sudah ia panggil
Pintu di buka dan benar saja yang datang adalah dokter Aji
dokter Aji menatap aneh pada Arsen dari atas sampai bawah yang mana Arsen terlihat mengenaskan dengan penampilan nya saat ini
"mangga masuk dok periksa istri saya" Arsen mempersilahkan dokter itu masuk
dokter Aji berjalan di belakang Arsen membuntuti nya, ia kembali menatap aneh melihat rumah Arsen yang berantakan dengan vas bunga di biarkan tergeletak di bawah dan bunga nya yang berserakan
"apa yang sebenarnya terjadi dengan tuan rumah ini" gumam nya
"ayo dok cepat periksa istri saya" Arsen menunjuk pada Adara yang masih terbaring lemah
dokter Aji langsung memeriksa keadaan Adara
"gimana keadaan istri saya dok? apa yang terjadi padanya?" tanya Arsen masih khawatir saat dokter sudah memeriksa dan menyuntikan jarum ke tangan Adara
__ADS_1
"ini tidak apa-apa tuan, istri anda hanya sedikit kelelahan, sebaiknya perbanyak istirahat jangan biarkan ia kerja terlalu berat, dan anda tidak perlu khawatir saya sudah menyuntikan obat vitamin kepadanya" kata dokter Aji menjelaskan dan mengingatkan
"syukurlah jika kondisinya tidak terlalu parah" ucap Arsen lirih
dokter Aji menulis resep obat untuk Adara "ini obatnya tuan, disarankan diminum secara rutin supaya kondisi nona, maksud saya nyonya ini cepat pulih" dokter Aji merasa kaku memanggil Adara dengan sebutan nyonya karena usia Adara yang masih terbilang sangat muda
"baik terima kasih dokter" Arsen menganggukkan kepalanya
"kalo begitu saya pamit permisi dulu karena masih banyak pasien yang harus saya tangani" dokter Aji berpamitan pada Arsen
"mari dok saya antar" kata Arsen
"tidak perlu tuan, sebaiknya anda tetap disini saja jaga istri anda, semoga nyonya cepat sembuh" kata dokter Aji tersenyum tulus
"sekali lagi terima kasih dok" Arsen menjabat tangan dokter Aji
"cepat sembuh istriku, aku sangat mencintaimu, maafkan aku" ucap Arsen sambil tak henti-hentinya ia menciumi tangan Adara
tanpa menunggu lama Arsen ikut tertidur di samping Adara dalam keadaan duduk dan tangan Adara yang masih menempel di bibir nya ia menyusul Adara ke alam mimpi.
keesokan harinya Adara terbangun membuka matanya perlahan karena masih merasa sedikit pusing, ia terbangun dari tidurnya karena matanya merasa silau oleh cahaya matahari yang masuk menembus celah gorden kamarnya
saat Adara hendak duduk, tangan kanan nya terasa berat, ia melirik ke arah tangan nya dan ternyata ada Arsen di sana masih tertidur pulas sambil memeluk tangan nya
Adara menarik tangan nya dari pelukan Arsen secara perlahan, ia takut menganggu dan membangunkan Arsen, tapi hasilnya sia-sia, baru saja Adara menarik tangan nya sedikit Arsen sudah terbangun menggerakkan tubuhnya, Arsen langsung mengerjap saat sudah sepenuhnya sadar bahwa ia bangun karena tangan Adara yang bergerak
"sayang, kau sudah bangun? bagaimana keadaanmu? apa masih pusing? masih sakit? mana yang sakit? sini bilang sama aku" Arsen riweuh memeriksa Adara dari atas sampai bawah barangkali takut ada yang lecet
__ADS_1
Adara malah tertawa kecil melihat penampilan Arsen dengan rambut yang acak-acakan, baju kemeja nya yang terbalik, dan wajah yang kucel namun tidak mengurangi ketampanan seorang Arsen
"kenapa kamu malah tertawa? sudah sehat ya?" kata Arsen senang namun sedikit heran
"berbalik lah, lihat penampilanmu di cermin itu" Adara menunjuk cermin yang berada tepat di belakang Arsen
Arsen langsung membalikkan tubuhnya karena dirinya pun penasaran ada apa dengan penampilan nya
Adara terkekeh melihat Arsen yang terlihat heran dengan penampilan nya sendiri
"Bodoh, bagaimana bisa acak-acakan gini, dan bagaimana ini bajuku bisa terbalik begini" umpat Arsen dalam hatinya kemudian ia berbalik arah lagi menatap Adara, walaupun ia sedikit kesal namun hatinya menjadi senang bisa membuat Adara tertawa dengan penampilan nya yang sangat memalukan tanpa di sengaja itu
VOTE
LIKE
VOTE
LIKE
VOTE
LIKE
VOTE!!
THANKS YOU GUYS😍😘
__ADS_1
LOVE YOU❤️❤️❤️❤️