
Arsen terbangun dari tidurnya karena terganggu cahaya matahari yang sudah sangat terang menembus celah-celah tirai kamarnya
Arsen merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan kepalanya terasa sangat berat mungkin efek semalem ia minum terlalu banyak, ia segera bangkit dari tempat tidur langsung mandi berharap setelah selesai mandi badannya segar kembali
Adara sedang memasak di dapur, hari ini ia akan memasak nasi goreng yang simple saja karena bahan makanan terbatas, di kulkas sedang tidak ada makanan hanya ada sayur-sayuran tomat sawi dan beberapa butir telur yang cocok untuk toping nasi goreng saja
saat pagi begini biasanya Adara sedang bermanja bersama kedua orang tua nya dan kakanya, kini hilang sudah semua itu karena sekarang lain cerita jika ia sudah menikah dan mempunyai kewajiban yang besar untuk suami nya, lebih tepatnya suami yang tak menganggap.
Adara sedih mengingat ia harus merelakan kebahagiaan nya demi orang tua
kini Adara sudah selesai masaknya, ia memindahkan hasil masakan nya ke piring dan membagi menjadi 2 piring, 1 untuknya dan 1 lagi untuk suaminya, kemudian Adara juga menuangkan dua gelas susu coklat
walaupun ia tau belum tentu suaminya itu akan memakan makanan masakan nya tapi bagaimana pun ia harus tetap menyiapkan makan suaminya, karena ia tak mau di cap menjadi istri yang durhaka
__ADS_1
Arsen baru selesai mandi dan berganti pakaian, saat ia membuka pintu kamar hendak keluar, matanya tertuju pada Adara yang sedang antengnya sarapan sendirian
tak lama Arsen terus menatap Adara ia baru menyadari bahwa istrinya itu sedang menangis terlihat ada beberapa tetes air mata membasahi pipi nya namun segera Adara hapus
di dalam lubuk hati kecil nya Arsen merasa kasihan dan merasa bersalah pada Adara, malam pertama pengantin yang seharusnya biasa waktunya digunakan untuk bersenang-senang tapi ia malah pergi meninggalkan istrinya seorang diri dirumah
namun perasaan itu segera Arsen tepis jauh-jauh, dan memilih segera turun ke bawah menyusul Adara sarapan karena perutnya sudah mulai keroncongan makanya ia mau tak mau terpaksa harus mau memakan masakan Adara dan membuang gengsi nya itu jauh-jauh
Arsen langsung saja duduk dibangku tepat di didepan Adara, tanpa banyak bicara ia langsung melahap nasi goreng yang lezat dan masih hangat buatan Adara itu
Adara yang sedari tadi bengong menatap tak percaya Arsen memakan makanan masakan nya seketika wajahnya langsung berubah setelah melihat Arsen terdiam tidak mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya
"kenapa? engga enak ya?" tanya Adara pelan
__ADS_1
"not bad" jawab Arsen singkat sambil terus melanjutkan makan nasi gorengnya dengan lahap
"cihh, jawaban nya saja singkat, tapi lihat cara makanmu tuan muda memalukan sekali sudah seperti orang kelaparan saja, apa sulitnya tinggal bilang enak, gengsi aja di gede-gedein tapi engga bisa ngebohongin ekspresi" gumam Adara dalam hati sambil menatap Arsen dengan intens
"apa Lo liat liatin gue? iya gue juga tau kalo gue ga ganteng tapi Lo ga usah gitu juga liatin nya" Arsen sudah menyelesaikan makan nya dengan cepat
"idihhh, engga ada yang liatin Lo engga usah so' gr" jawab Adara gugup karena kepergok mandangin Arsen
"nanti sore atau besok pagi buatin kaya gini lagi kalo bisa" pinta Arsen
"Lo suka? enak ya? udah jelas dong enak kan" kata Adara penuh percaya diri
"engga usah so' PD, gue cuma ngehargai aja Lo yang udah cape masak" sanggah Arsen
__ADS_1
"Iyain iyain biar cepet"
Adara membereskan gelas dan piring bekas makan mereka untuk segera di cuci sedangkan Arsen pergi duduk di sofa bermain game, hari ini mereka tidak kuliah karena sudah cuti selama 1 Minggu sejak sebelum pernikahan