
Happy Reading❤️
~
Hari ini adalah hari Sabtu, hari yang di nanti-nanti oleh Nisya, yaitu hari dimana usulan nya pada Adara kemarin untuk mengadakan makan bersama di rumah Adara. yang mana sebelumnya Adara sudah berhasil meminta izin pada Arsen yang tentu saja dengan senang hati Arsen menerima usulan Adara untuk mengajak teman-teman nya makan bersama di rumah nya
Jam baru menunjukkan pukul 16.05 namun semua teman-teman Adara dan Arsen sudah tiba semua di rumahnya secara bersamaan, baik Nisya maupun kawan-kawan Arsen lain nya, padahal sebenarnya mereka tidak janjian untuk berangkat bareng di jam yang sama namun kebetulan sekali mereka sangat kompak
Sesampainya di rumah Adara, Nisya langsung membuka bagasi mobilnya mengambil barang yang ia bawa dari rumahnya barangkali takut ia perlukan selama tinggal di rumah Adara, namun baru ia membuka bagasi, semua barang-barang nya langsung di bawa oleh Reza yang bermaksud membawakan nya ke dalam rumah Adara
"Hey, barang gue mau di kemanain? Mau maling ya Lo?" Teriak Nisya
"Enak aja maling, walaupun aku lagi butuh uang engga mungkin sampe maling barang orang, aku mau bawain nih barang kamu ke dalam" tukas Reza yang tak terima jika dirinya di sebut seorang maling
"Ya seenggaknya ngomong dulu kek mau di bawain gitu, bukan nya malah main serobot aja kan biar gue engga salah sangka"
Reza melengos pergi masuk ke dalam tak menanggapi ucapan Nisya lagi, karena jika ia masih disana maka perdebatan ini tidak akan pernah selesai mengingat bagaimana sifat seorang perempuan seperti Nisya yang tidak gampang mengalah. Sementara Nisya yang merasa di kacangin, menghentak-hentakkan kakinya ke tanah dengan kesal
"Eh udah pada Dateng aja ternyata, padahal masih sore juga. Acara nya kan malem" kata Adara menyambut kedatangan teman-teman nya
"Iya ni semangat banget kalian, padahal kami juga belum nyiapkan makanan nya" timpal Arsen yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Adara
"Nah justru itu, makanya kita datang lebih awal supaya bisa ngebantu kalian nyiapkan semuanya" Reza menyimpan barang-barang milik Nisya di lantai sebelah ruang tamu
"Apaan ini kak Reza?" Tanya Adara sembari menunjuk pada barang yang Reza bawa
"Oh ini, bukan barang punya kakak tapi punya cewek gahar"
"Apa maksud Lo cewek gahar, Ha?!!" Bentak Nisya membuat Reza terkejut
"Eh udah disini ternyata, aku kira kamu masih di luar, hehe" Reza menyengir
"Sudah-sudah jangan debat terus, ayo duduk dulu kek. Kita kan capek baru Dateng, mana tuan rumahnya engga mempersilahkan duduk pula" keluh Zico dan di angguki setuju oleh Alex yang sedari tadi mereka hanya menyimak
"Ah iya maaf lupa, silahkan duduk dulu kakak-kakak" kata Adara mempersilahkan "Lo juga duduk sya jangan marah-marah terus entar cepet tua baru tau rasa Lo"
"Nah betul" Reza membenarkan perkataan Adara "nantinya umur baru 30 tapi wajah udah kaya umur 60"
"Yang ngebikin gue naik darah terus siapa ha?!" Nisya menginjak kaki Reza dengan keras membuat Reza berteriak seketika
"Aaaawww!! Aduh duh sakit-sakit" Reza meniup-niup kakinya yang terasa panas perih sakit
"Rasain, salah siapa bikin gue marah terus" dengus Nisya sebal
"Kalian mau duduk aja engga mau beresin barang-barang kalian yang berantakan ini" Arsen membolak-balikkan tas milik Alex yang tergeletak di sembarang tempat
__ADS_1
"Lupa gue sen, haha"
Mereka semua pun kembali menjalankan aktivitas barunya yaitu membereskan barang yang mereka bawa ke tempat yang sudah Arsen sediakan
Sementara itu, Adara dan Nisya sudah masuk ke dapur bersiap memasak untuk makan bersama nanti, Adara membuka kulkas mengambil beberapa bahan makanan yang akan ia masak, ia mengambil dua ekor utuh dada ayam, satu pak daging sapi, Dua ikat kangkung, satu bungkus jagung dan daun bawang, serta beberapa butir telur
"Kita mau masak apa aja ya Ra?" Tanya Nisya sembari memperhatikan bahan makanan yang ia pegang
"Kita masak ayam bakar, oseng kangkung, sama perkedel jagung" jawab Adara, ia mulai membuka bungkus bahan-bahan makanan tersebut
"Wah keliatan nya bakal enak deh, gue bantuin ngupas bawang ya, Ra?" Nisya mengambil beberapa siung bawang putih yang tersimpan di rak bumbu kemudian mengupasnya dengan teliti
"Istriku rajin bangett emang" tiba-tiba Arsen datang memeluk Adara dari belakang melingkarkan tangan nya ke sekeliling perut Adara dan dagu yang di tempelkan pada pundak Adara
Adara terperanjat kaget saat tiba-tiba Arsen memeluknya "Arsen lepas ih ada Nisya tuh liat, engga sopan banget"
"Loh kenapa emang? Toh Nisya juga engga ngeliat kesini, ya kan Nisya?" Tanya Arsen pada Nisya meminta persetujuan dengan tangan yang semakin erat memeluk Adara
Nisya membalikkan tubuhnya menghadap dua pasutri yang berada di samping nya
"iya gue engga liat kok Ra, santai aja. nih liat gue juga merem" kata Nisya sembari memejamkan matanya
"Engga usah berlebihan gitu deh sya" Adara menyiprat-nyipratkan tangan nya yang basah ke wastafel
"Iya iya, main Ngancam aja terus kamu Ra" cibir Arsen sambil melengos pergi
Setelah Arsen pergi, Nisya mendekatkan posisi berdiri nya ke samping Adara "Ra, rasanya enak ya kalo udah nikah ada yang nyenengin gitu"
"Kenapa Lo tanya gitu sya? Jadi ngebet nikah ni yeee" Adara menyenggol siku tangan Nisya
"Emang iya, udah lama juga. Tapi gue ada takut-takutnya sih, takut jatoh ke pelukan orang yang salah, makanya sampe sekarang belum dapet pasangan" Nisya menengadahkan wajahnya menatap pada atap dapur
Adara menghentikan aktivitas mengupas bawangnya, ia mengusap-usap punggung Nisya "sabar sya, gue yakin kalo udah waktunya. Lo pasti dapet pasangan yang baik sesuai yang Lo harapkan, gue yakin itu"
"He'em, makasih Ra" Nisya tersenyum tulus dan di balas anggukan pelan oleh Adara
"Yaudah yuk lanjutin lagi, Lo nyuci ayam aja Ra. Ngupas bawang kan bagian tugas gue" Nisya mengambil alih pisau dan bawang yang di pegang Adara
"Oke deh"
"Ra ngomong-ngomong, kaya nya enak ya kalo lagi masak gini tiba-tiba ada pasangan yang meluk dari belakang" Nisya terkekeh
"Enak sih enak, tapi keganggu juga lah sya jadi susah gerak, mana malu lagi" fikiran Adara secara otomatis menyetel kebiasaan Arsen saat ia sedang masak yang suka memeluknya dari belakang membuat pipi Adara berdesir, ia memalingkan wajahnya dari Nisya
"Aaaaaa jadi pengen deh" Nisya mengibas-ibaskan rambutnya
__ADS_1
"Pengen kaya gini?"
Tiba-tiba sebuah tangan melingkar pada perut Nisya membuat Nisya terkejut dengan refleknya ia menyiku orang yang sudah berani memeluknya dari belakang tepat sekali mengenai "anu" milik orang itu membuat sang pemiliknya menjerit seketika kesakitan
"INNALILLAHIII!!!! AAARGGH!" Teriak Reza kesakitan saat sikuan Nisya berhasil mengenai barang berharga miliknya yang tersembunyi di balik celana
Teriakan Reza barusan membuat teman-teman nya yaitu Arsen, Alex, dan Zico yang tengah asik memainkan game di ruang keluarga langsung loncat ke dapur dengan cepat
"Siapa yang meninggal za?" Tanya Arsen panik
"Masa depan gue sen masa depan gue" Reza meringis kesakitan
"Masa depan Lo? Apaan dah?" Alex menggaruk rambutnya bingung
"Masa depan gue serasa mau copot Lex" Reza memegangi celananya tepat pada bagian dimana "anu" nya itu berada
"Hah? Itu Lo?" Arsen melirik ke arah mana tangan Reza berada "kalian berdua bawa dulu si Reza kesana" perintah Arsen
Zico dan Alex langsung memapah tubuh Reza membawanya keluar dari dapur sesuai dengan perintah Arsen
"Gimana ini ra? Apa yang terjadi sama Reza?" Arsen menatap istrinya dan Nisya secara bergantian, sedangkan Adara yang di tatap oleh Arsen malah menatap Nisya yang sedari tadi diam mematung sambil memperhatikan Reza yang berjalan di papah oleh kedua teman nya
"Sebenernya i.. itu Nisya" jawab Adara gelagapan
"Nisya, kenapa nisya?"
Nisya menundukkan kepalanya "maaf sen, aku engga sengaja tadi reflek"
Saat ini Nisya benar-benar merasa bersalah pada Reza, ia takut terjadi sesuatu yang membahayakan pada milik Reza itu, tapi sungguh tadi dia tidak sengaja karena terkejut dan reflek
"Reflek, gimana ceritanya bisa reflek?" Tanya Arsen
Adara menggebrakkan meja dengan keras, ia merasa tidak suka dengan suasana seperti ini "tadi kak Reza meluk Nisya dari belakang, terus karena si Nisya kaget, dia ga sengaja dan reflek nyiku kak Reza dan tepat ke bagian "itu" nya"
"Reza? Meluk Nisya dari belakang? Ini bener-bener" Arsen berlalu pergi sembari memijat pelipisnya jengkel, meninggalkan Adara dan Nisya disana yang saling melempar pandangan
.
.
.
Bersambung~
jangan lupa tinggalkan jejak dukungan buat author yaa🤗🌹
__ADS_1