
Arsen terbangun dari tidurnya karena mendengar suara adzan Maghrib berkumandang, ia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya kemudian celingukan kesana kemari entah apa yang ia cari, setelah nyawanya terkumpul semua barulah ia menyadari kenapa Adara tidak membangunkan tidur nya sampe Maghrib, ia memilih mandi terlebih dahulu membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat sebelum menemui Adara namun ia melihat pintu kamar mandinya tertutup dan mendengar suara gemericik air disana
"Itu pasti Adara" gumam Arsen
Dan benar saja Adara keluar dari dalam kamar mandi setelah ia baru selesai berwudhu "eh kamu udah bangun ternyata, aku baru aja mau bangunin kamu"
"Kenapa kamu engga bangunin aku daritadi aja Ra, aku ketiduran kebablasan sampe Maghrib gini" kata Arsen
"Liat kamu tidur pules wajahnya keliatan polos bangett gitu aku mana tega bangunin nya, kasian juga sepertinya kamu lagi kelelahan" ucap Adara
Arsen tersenyum senang mendengar perkataan Adara "Yang nyelimutin aku itu kamu?" Tanya Arsen
"Iyalah, siapa lagi coba? Udah sana mandi dulu, abis ini langsung sholat, keburu waktunya habis" jawab Adara sambil menggelar sajadahnya
Arsen mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi. setelah selesai mandi, ia tak melihat lagi Adara di kamarnya, ia memutuskan untuk keluar menuju ruang makan barangkali Adara ada disana menyiapkan makan untuknya, karena ia merasa sangat lapar. Saat Arsen berjalan menuruni tangga ia sangat senang karena dari kejauhan ia melihat Adara sedang sibuk memasak di dapur, ia diam-diam mendekati Adara dan memeluknya dari belakang
"Lagi masak apa sih sayang?" Tanya Arsen
"Aku lagi masak nasi, sempet kelupaan tadi kalo aku belum Nanak nasi, kamu minggir dulu coba aku susah gerak ni" Adara mencoba melepaskan tangan Arsen yang melingkar di perutnya
"Engga apa-apa kok, aku Kan cuma meluk gini engga ganggu kamu" kata Arsen masih betah memeluk Adara
__ADS_1
"Iyaa tapi kan aku lagi masak, kalo gini caranya sama aja kamu mengganggu"
"Iya deh aku lepas" Arsen mengalah ia melepaskan pelukan nya kemudian ia terus memperhatikan Adara yang sedang memasukan beras yang sudah di isi air kedalam rice cooker untuk di masak
"Buat Temen nasinya kamu masak lauk apa Ra?" Tanya Arsen
"Aku mau masak ayam balado sama telur dadar, kamu setuju engga?" Adara balik bertanya pada Arsen
"Iya Ra, aku setuju apapun masakan nya kalo kamu yang masak pasti hasilnya enak, sini biar aku bantu kupasin bawangnya" Arsen menawarkan bantuan
Adara melirik ke arah Arsen sekilas "emang kamu bisa?"
"Wah rupanya kamu ini ngeremehin aku Ra, gini-gini juga aku bisa masak loh" ucap Arsen bangga
"Siap istriku"
Mereka asik memasak sampai masakan tersaji rapih di meja makan siap untuk di santap dan mereka pun makan bersama
Saat sedang makan Adara terus menatap lekat pada tubuh Arsen bagaimana bisa Arsen memiliki bentuk tubuh sebagus itu sedangkan selama ini ia saja tidak pernah melihat Arsen berolahraga "setahuku selama kita bersama dan satu rumah aku engga pernah liat kamu pergi nge-gym ataupun olahraga tapi kok bisa ya kamu punya bentuk tubuh kaya gitu?" Tanya Adara heran
Arsen tertawa mendengar pertanyaan konyol dari istrinya itu "kenapa? Kamu pengen ya? Udah engga apa-apa, nih pegang aja" kata Arsen dengan nada bercanda
__ADS_1
"engga" jawab Adara berbohong padahal dalam hatinya sangat ingin
"Atau jangan-jangan kamu nafsu liat dada sama bentuk perutku yang sexy ini?" Arsen menaik turunkan alisnya
"Ih engga Arsen!" Lagi-lagi Adara mengelak dengan cepat
"Udah engga apa-apa jujur aja kalo kamu nafsu lagi pula itu engga akan bikin kamu dosa kok, Kan aku udah jadi suami kamu yang ada malahan kamu bakal dapat pahala
"Engga engga engga! Kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi loh" Adara mengalihkan pembicaraan nya
"Kamu juga belum jawab pertanyaan ku loh"
"Aku tanya serius Arsen engga bercanda!" Kata Adara sedikit tegas demi menutupi rasa malunya
"Iya aku sering olahraga, kalo lagi latihan balapan, kan harus di latih fisik dengan olaharga makanya aku punya bentuk tubuh kaya gini dan kamu engga tau karena aku engga pernah bilang sama kamu" Arsen menjelaskan
Adara mengangguk mengerti
"Yakin nih Ra kamu engga bernafsu?" Tanya Arsen lagi
"Iya yakin, udah ah mana siniin piring kotornya mau aku cuci" Adara mengambil piring bekas makan Arsen dan menyimpannya di wastafel untuk di cuci
__ADS_1
Arsen menatap punggung Adara yang membelakangi nya karena sedang asik mencuci piring, ia terkikik pelan di dalam hatinya itu Arsen mengerti bahwa istrinya bernafsu melihat tubuhnya namun masih saja tidak mau mengakuinya karena tertutup oleh rasa malunya yang begitu besar