
jangan lupa vote nya teman-teman❤️❤️❤️❤️
"karena kalian sudah saling kenal jadi ayah tidak perlu repot-repot memperkenalkan lagi" kata tuan Derry
"siapa bilang kita udah kenal, aku tau nama dia juga engga yah" jawab Adara
para orang tua disitu hanya geleng-geleng kepala
"Arsen ayo kamu perkenalkan diri kamu pada calon istrimu" perintah tuan Aryo
"dia udah tau namaku kali yah, kan dia satu fakultas dan satu kelas denganku"
"engga, gue ga tau dan ga mau tau nama Lo!" sengit Adara
"idihhh siapa juga yang mau ngenalin nama gue ke Lo!" Arsen tak kalah sengitnya
"ohh jadi kalian satu kampus? baguss" tuan Aryo tersenyum senang dengan ini rencana nya akan semakin berjalan dengan lancar
"jadi bagaimana tuan? kapan rencana anda untuk segera menikahkan mereka?" tanya tuan Aryo pada tuan Derry
"kalo saya gimana menurut anda saja saya setuju" jawab tuan Derry
"bagaimana jika tiga hari lagi? saya ingin secepatnya kita masih punya waktu dua hari untuk mempersiapkan keperluan nya dan persiaapan nya akan dimulai dari besok" ucap tuan Aryo mantap
"Apaaa?! 3 hari lagi?" Adara dan Arsen bicara kompak
"heh Lo apa apaan sih ikut ikutan aja omongan gue" teriak dara pada Arsen
__ADS_1
"Lo tuh yang ikut ikutin gue Lampir!"
"sudah cukup Arsen!" tuan Aryo bicara setengah ngebentak
"ayah, ayah ga bisa gitu dong, masa tiga hari lagi? ini kan terlalu cepat ayah"
"lebih cepat lebih baik"
"Ayah, Tante, om, aku izin berbicara berdua dengannya" Arsen berkata dengan menunjuk ke arah Adara tanpa menyebut nama Adara
"tentu saja silahkan bicara berdua mantapkan hati kalian berdua" dukung ayah Derry
"engga ayah, aku takut" Adara ketakutan
"gue engga bakal gigit Lo kok" Arsen bicara dengan datarnya
"udahhh ayo ikut gue" Arsen menarik tangan Adara keluar rumahnya
"Lepasin woyy sakitt"
Arsen melepaskan pegangan tangan nya
"ngapain sih Lo narik-narik tangan gue?!" Adara mengusap tangan nya yang terasa panas akibat pegangan tangan Arsen
"Eh Lo kenapa kok mau mau aja Nerima perjodohan ini?" kata Arsen
"seharusnya gue yang nanya ke Lo! kan yang pertama memulai tuh bokap Lo! kenapa Lo malah Nerima? ga laku ya Lo jadi cowok sampe mau mau aja di jodohin" Adara tersenyum meremehkan
__ADS_1
"Lo, gue peringatin sekali lagi jaga omongan Lo!!" Arsen menunjuk wajah Adara dengan tatapan mata membunuhnya
Adara terdiam nyali nya menciut
"gue engga akan pernah menerima perjodohan ini kalo bukan karena ayah gue sakit!" kata Arsen penuh penekanan
"dan gue pun ga mau Nerima perjodohan ini kalo bukan karena pengen bahagian orang tua gue" Adara tak mau kalah
"engga ada kah cara bahagiain orang tua selain ini?"
"yang diharapkan orang tua gue cuma ini, kalo gue menolak orang tua gue bisa kecewa dan gue ga mau ngecewain orang tua" Adara berkata dengan menggelengkan kepalanya
"oke gue terima alasan nya, tapi jangan harap Lo bakal bisa bahagia setelah nikah sama gue!" Arsen tersenyum sinis
Adara sudah menduga nya semua ini ternyata perasaan tidak enak yang sejak tadi ia rasakan karena ia akan mendapat suami yang buruk tidak sesuai yang ia harapkan sepenuhnya memang ia tampan sangatlah tampan tapi minus akhlaq nya
"oke gue bakal terima semuanya kok apapun kan gue lakukan demi orang tua gue" Adara berusaha tersenyum tulus
"benar-benar gadis yang menarik, ia masih terlihat berani dan berusaha tersenyum tulus sedangkan kaki nya sudah gemetar" Arsen berkata dalam hati nya sambil menatap ke arah Adara ia memerhatikan Adara dari atas sampai bawah
"kenapa Lo memperhatikan gue kaya itu?" tanya Adara
"cih ge'er sekali, gue engga lagi merhatiin Lo! ayo masuklah"
"tentu saja aku akan masuk tanpa kau suruh karena ini rumahku, dasar cowok aneh" gumam Adara
"kalo ngomong yang jelas" Arsen seolah mendengar apa yang dikatan Adara tapi Adara tak menghiraukan omongan Arsen
__ADS_1