
Adara keluar dari kamar mandi, ia baru saja menyelesaikan ritual mandi nya dengan handuk yang masih terbalut di tubuh nya "hufffttt dingin sekali" Adara buru-buru segera membuka lemari untuk mencari pakaian yang akan ia kenakan dan pilihan nya jatuh pada piyama model kelinci dengan topi bertelinga panjang persis seperti telinga kelinci kemudian ia mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah sebelum ia melaksanakan kewajiban nya yaitu sholat Maghrib
sementara itu di dapur, bunda Laura sedang sibuk memasak untuk makan malam dengan di bantu seorang wanita paruh baya yang bertubuh gemuk, wanita itu bernama bi Surti. bi Surti ini adalah asisten rumah tangga nya yang sudah lama bekerja dan mengabdi pada keluarga pak Derry, ia sudah mulai bekerja ketika Andra dan Adara masih kecil.
"bi, tolong panggilkan dara kemari untuk segera makan malam" pinta bunda Laura
"siap nyonya" jawab bi surti dengan tangan hormat
tok... tok... tok...
"buka saja tidak di kunci kok" jawab Adara setengah berteriak dari dalam kamar
"ceklek" suara pintu dibuka "punten non, itu di panggil nyonya dibawah katanya mau makan malam" kata bi Surti
__ADS_1
"oke bi makasih" jawab Adara sambil mengacungkan jempol nya tanpa menoleh ke arah bi Surti karena mata nya masih fokus tertuju pada layar monitor yang ada di depan nya, seperti biasa setiap malam Adara akan selalu sibuk berkutat dengan laptop nya untuk mengerjakan tugas-tugas dari kampus nya.
Adara segera keluar dara kamar "hhhmmmm wanginyaaa, masakan apa ini wangi sekali" gumam Adara sambil berlari kecil menuruni tangga
"heyyy jangan lari-lari sayang nanti bisa jatoh" teriak bunda dari arah meja makan
Adara hanya meringis menunjukkan deretan gigi nya yang putih bersih dan rapi "hehehe, maaf bunda abisnya dara penasaran wangi apa ini aroma nya tercium sampe ke kamar dara, bunda masak apa sih? tanya Adara
"ini sayang, bunda masak ayam kecap bumbu terbaru resep dari bi Surti" jawab bunda Laura
"busett pake baju macam apa ini bocah hahahahaha" entah dari mana muncul nya tiba-tiba saja Andra sudah duduk disamping kursi yang di duduki Adara, ia menertawakan cara berpakaian adiknya yang seperti anak TK
Adara terkejut dengan kemunculan suara yang tak lain adalah suara Andra "astaghfirullah kak, kakak bikin jantung dara senam tau ga?! lagian baju dara kenapa? ga ada yang salah ini bagus kan"
__ADS_1
"iya emang baguss sih bagus tapi liat lu kaya bocah TK tau ga? inget umur Lo dek" kata Andra masih dengan tertawa
"alahh kakak mah bisa nya cuma protes aja, liat tuh diluar hujan, dara dingin banget kak jadi pake baju ini biar anget" jawab dara
"sudah-sudah debat nya ayo kita makan, ingat jangan berbicara saat makan" peringat ayah Derry
Mereka semua makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara, kecuali hanya suara dentingan piring dan sendok yang beradu saja yang terdengar.
....
di kediaman tuan Aryo
Arsen sedang duduk di balkon kamar nya sambil memperhatikan air hujan yang turun cukup deras.
__ADS_1
tiba-tiba ia teringat kejadian beberapa jam yang lalu, itu pertama kali nya ia membentak seorang wanita "shitt, kenapa aku jadi memikirkan gadiss itu, apa yang tadi aku lakukan kepadanya terlalu berlebihan?" ada sedikit rasa sesal di hatinya karena telah membentak seorang gadis yang tak bersalah
bayang-bayang wajah gadis itu terbang difikiran nya, "arrgh, sudahlah aku tak peduli" Arsen memilih masuk kedalam kamar nya ia segera merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya ia memilih untuk tidur saja karena tubuh nya sudah merasa sangat lelah, selang beberapa menit kemudian terdengar suara dengkuran halus, Arsen sudah terlelap masuk ke alam mimpi nya