My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 39


__ADS_3

Mohon maaff para readers author yang setia yang paling author sayangi, mulai hari ini author cuma bisa update cerita ini setiap malem ya, heheh. soalnya kalo siang author sangat sibuk, di mohon pengertiannya yaa๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Happy Reading guys๐Ÿ˜


Pesawat yang di tumpangi Arsen mendarat dengan selamat di bandara xxxx


Kedatangan Arsen di sambut dengan baik oleh beberapa rekan kerja nya yang sudah menunggu kedatangan Arsen di bandara sejak tadi


"Apa kabar Sen?" tanya Surya rekan kerja Arsen basa basi


"Alhamdulillah Luar biasa" jawab Arsen


"wihh Alhamdulillah udah tobat Lo?" kata Surya


"insya Allah bang, do'akan aja" kata Arsen


"mantapp" Surya menepuk-nepuk pundak Arsen


Mereka semua langsung masuk ke dalam mobil, saat semua sudah siap dan sudah duduk dengan rapi, mobil itu pun melaju melanjutkan perjalanan nya menuju tempat penginapan mereka


"bang Surya apa kabar?" tanya Arsen di dalam mobil itu


"gue ya gini aja sen seperti yang Lo liat" jawab Surya


"sehat ya bang, syukurlah" ucap Arsen


"oh iya sen, gue denger-denger Lo udah nikah?" tanya Surya


"hehehe, iya bang udah lama juga lebih tepatnya 6 bulan yang lalu" jawab Arsen


"lumayan udah lama, lama engga ada kabar ternyata udah nikah aja Lo sen, mana engga ngundang sama gue lagi"


"Maaf bang, bukan gue engga ngundang tapi gue belum ngadain resepsi besar-besaran, waktu itu cuma Akad sama resepsi kecil-kecilan yang datang juga cuma keluarga sama temen gue yang Deket aja di sana" kata Arsen menjelaskan


Surya mengangguk-angguk faham "nanti kalo ada resepsi lagi jangan lupa undang gue ya, bakal gue siapin kado spesial buat kalian"


"hahaha siap bang, gue tunggu kehadiran abang sama kadonya"

__ADS_1


"nah tuh dikit lagi kita sampai" kata Surya sambil menunjuk ke arah tempat penginapan mereka.


saat mereka turun dari mobil


"selamat datang sang jagoan" ucap bang Jery menyambut kedatangan Arsen


"wahh, bang Jery udah datang duluan ternyata" kata Arsen


"jelaslah, udah dua hari gue disini saking semangatnya pengen buru-buru latih Lo dulu, ayo masuk" bang Jery mengajak Arsen untuk masuk


mereka semua berkumpul di ruang tamu yang luas tempat penginapan mereka selama seminggu ke depan


"Pelayan, siapkan semua minuman yang sudah aku pinta, bawa kemari cepat!" bang Jery berteriak yang mana membuat para pelayan yang berada disitu langsung berlari ke dapur untuk mengambil minuman yang bang Jery minta


Tak perlu menunggu waktu yang lama para pelayan itu kembali datang dengan membawa beberapa botol minuman keras yang sudah bang Jery pesan beberapa hari yang lalu


"nah ini, hidangan yang spesial, mari kita bersulang" ucap bang Jery dengan lantang sambil berdiri dan mengangkat botol minuman itu ke udara, semua yang berada disitu langsung berdiri kecuali Arsen


Arsen tetap duduk saja disitu tak bergeming dan tak berniat mengambil botol minuman keras yang tersimpan tegak di depan nya tangan nya terasa berat untuk mengambil botol itu


"maaf bang, gue bener-bener engga bisa minum" jawab Arsen


semua orang yang kumpul berada disana langsung menatap ke arah Arsen heran, tentu saja mereka heran karena Arsen yang notabene nya adalah seorang pecandu minuman keras tiba-tiba saja ia menolak ketika di ajak, ini menjadi sebuah keanehan di mata mereka. kecuali Surya, ia sudah faham dengan Arsen sejak tadi itu Arsen mengucapkan Alhamdulillah, itu adalah sebuah kata yang tak pernah di ucapkan oleh Arsen sebelumnya, walau di KTP nya tertulis secara resmi bahwa ia beragama Islam namun perilaku nya itu tidak pernah menunjukan ketaatan kepada agama yang ia anut alias bisa di katakan ia hanya Islam KTP


"Hahahahahahaha" suara gelak tawa bang Jery menggema di ruangan itu


"lelucon macam apa ini seorang Arsen mengatakan bahwa ia tidak bisa minum, hahaha, ayolah sen Lo jangan gila, bukan nya ini adalah minuman kesukaan Lo, sengaja bang Jery udah usahain beli kaya yang gini yang spesial demi Lo bisa semangat, hargain lah ketua kita, kenapa Lo sekarang jadi kaya gini mau cosplay jadi banci Lo?" timpal bang Marko dengan di ikuti gelak tawa oleh yang lain yang membuat seisi ruangan itu semakin tambah ramai dan berisik


"Cukup!" Surya menggebrak meja sehingga membuat semua orang disitu langsung diam dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Surya


"apa-apaan Lo Surya?" tanya bang Jery dengan nada sedikit marah


"kalian semua sudah keterlaluan, cuma karena Arsen menolak kalian minum sampai kalian jadikan bahan candaan kalian?! apa salahnya Arsen menolak kalian minum, emang minuman yang kalian minum ini adalah minuman yang benar?"


Bang Jery naik pitam mendengar perkataan Surya, ia merasa harga dirinya sebagai seorang ketua terinjak-injak, ia langsung mengambil botol yang masih berisi minuman itu dan memukulkan nya pada meja yang membuat botol minuman itu pecah seketika dengan ujung yang menjadi lancip, bang Jery menunjukan botol minuman yang sudah runcing itu ke arah Surya "tutup mulut Lo! Sekali lagi Lo ngomong, gue tancapkan botol ini ke mulut Lo yang sok suci itu!" ancam bang Jery


Surya tersenyum meremehkan "maaf sebelumnya bang, tampaknya Lo masih terlalu bebal untuk di jadikan sebagai ketua di komunitas ini, Ck,ck,,ck" kata Surya sambil menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Lo!! kurang aja Lo!!" bang Jery hendak memukul Surya dengan menggunakan botol yang masih ia pegang namun langsung ditahan oleh Arsen yang entah sejak kapan sudah berada di samping bang Jery


"sudahlah bang, kalian engga perlu bertengkar kaya gini, udah kaya anak kecil aja. semua karena gue, karena gue kalian jadi bertengkar, karena gue juga acara yang seharusnya berjalan dengan lancar dan di penuhi kegembiraan malah berakhir tragis kaya gini, semua salah gue, lebih baik gue balik lagi ke rumah aja bang, batalkan pendaftaran gue di turnamen itu, atau kalo emang perlu hapus aja nama gue dari komunitas ini"


Bang Jery tidak mengindahkan ucapan Arsen ia masih menatap tajam ke arah Surya dengan masih ngos-ngosan karena kemarahan nya yang meledak-ledak masih belum mereda


namun tidak dengan bang Marko, ia terkejut mendengar ucapan Arsen, dan langsung membisikan sesuatu pada telinga bang Jery "jangan sampe Arsen mengundurkan diri, ingat misi kita bang, cuma Arsen yang bisa kita manfaatkan dan kita jadikan mainan disini" bisik bang Marko yang membuat bang Jery langsung tersadar


"engga bisa gini sen, semua bukan salah Lo kok, maaf gue terlalu gegabah, acara ini bisa kita tetep lanjut, gue engga maksa Lo buat tetep minum minuman ini, gue bakal suruh pelayan buatin teh aja buat Lo kalo Lo mau" kata bang Jery sambil menepuk pundak Arsen


Arsen heran melihat bang Jery yang langsung berubah sikap dalam hitungan detik setelah bang Marko membisikinya, Arsen penasaran sebenarnya apa yang di bisikin bang Marko, namun ia tak mau ambil pusing, yang penting masalah sekarang sudah selesai dan kembali bisa melanjutkan acara nya dengan gembira, Arsen benar-benar semangat karena ia ingin cepat pulang mengingat istri nya yang selalu setia menunggu dirumah selain itu juga ia sudah tidak sabar menunggu waktu belah duren yang akan di laksanakan seminggu lagi.


.


.


.


Bersambung~


Maaf guys kalo di episode ini cuma cerita Arsen aja tanpa Adara, karena ini memang sudah jalan ceritanya, biar engga bosen dong masa tiap hari ceritanya tentang Adara dan Arsen yang romantis terus kan bosen๐Ÿ˜†


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


LIKE & KOMEN JUGA JANGAN LUPA YA๐Ÿ˜


LOVE YOU GUYS๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜โค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2