My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 71


__ADS_3

"oh iya nek, apa Adara nya ada kan?" Arsen kembali membuka suaranya setelah sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan tentang Reza dan Nisya saja


"Oh iya Adara astaghfirullah" Bu Siti diam melamun seolah sedang berfikir, ia baru menyadari seharusnya ia tidak mempersilahkan para pemuda ini masuk ke dalam rumahnya, tapi disisi lain setelah melihat dengan langsung sifat dan sikap Arsen yang terlihat ramah dan sopan Bu Siti juga sangat ingin kembali menyatukan Adara dengan Arsen


"Halo nek, aku tanya Adara nya ada kan?" Arsen menepuk pelan tangan Bu Siti untuk menyadarkan lamunan nya sambil melirik ke arah bagian dalam rumah Bu Siti


"Iya ada.. sebentar ya nak nenek masuk ke dalam dulu panggilkan Adara" Bu Siti langsung berdiri dari duduknya dan beranjak ke arah belakang rumahnya


"Iya nek" ucap Arsen senang, ia tidak sabar ingin bertemu dan mengucapkan banyak permintaan maaf pada Adara yang selama ini sudah sangat ia rindukan


Setelah Bu Siti terlihat masuk ke dalam Nisya menghempaskan tangan Reza yang sedari tadi berada di bahu nya dengan kasar "za Lo apa-apaan coba? Siapa yang mau jadi istri Lo ha? Lo jangan gila deh" pekik Nisya


"Loh kenapa emang? Aku ganteng loh, bisa sholat bisa ngaji, pandai menabung, masih kurang apa lagi coba?" Kata Reza dengan percaya dirinya


"Tapi sayang sekali, yang benar-benar Sholeh itu biasanya di akui oleh orang lain bukan mengakui dirinya sendiri" timpal Nisya dengan nada mengejek


"Kalian terus aja debat, kalian emang jodoh. udah pasti" ujar Alex


"Dih ogah banget gue" sengit Nisya


"Aamiinn" ucap Reza dan kembali di hadiahi pelototan tajam dari Nisya.


Bu Siti membuka pintu kamar Adara dengan perlahan dan hati-hati dilihat nya Adara sedang duduk diam di atas kasur, Bu Siti menghampiri Adara dan ikut duduk disana


"Neng sebaiknya neng temui nak Arsen ya, yuk sama nenek antarkan" ucap Bu Siti lembut


Adara menggelengkan kepalanya pelan "engga nek, aku engga mau"


Karena Adara yang sangat bersikeras tidak mau menemui Arsen akhirnya Bu Siti pun menasihati Adara dengan sabar mencoba meyakinkan Adara supaya mau bertemu dengan suaminya itu


Adara yang notabene nya sangat nurut dan mudah di nasihati pun akhirnya pasrah mengiyakan bahwa ia mau bertemu Arsen


Dengan perasaan yang ragu Adara pun keluar dari kamar itu untuk menemui Arsen

__ADS_1


Bu Siti yang mengerti bahwa Adara terlihat takut dan ragu pun langsung merangkul bahu Adara mencoba menguatkan "jangan takut neng, kan ada nenek"


Adara mengangguk "bismillahirrahmanirrahim" ucapnya dalam hati


Arsen terdiam menatap Adara yang kini sudah berdiri di depan nya "Adara" Arsen langsung terduduk di lantai memegang kedua tangan Adara dan menciuminya berkali-kali


"Adara aku minta maaf, iya aku emang bodoh, bodoh banget Ra, yang paling bodoh emang aku engga bisa mempercayai istri sendiri" kata Arsen dengan tangis nya


Sedangkan Adara hanya diam saja berdiri tak menjawab dan tak melakukan apapun


"Aku nyesel Ra nyesel bangett udah percaya sama berita engga bener di banding percaya sama kamu" Arsen memukul-mukul wajahnya


"Penyesalan emang selalu datang di akhir kok, kalo di awal itu namanya pendaftaran, berdiri ayo duduk dia atas jangan duduk di bawah dingin" Adara memegang bahu Arsen membawa nya supaya duduk di atas kursi


Arsen menatap bengong pada Adara


"Dara, tadi Lo baik-baik aja kan?" Tanya Nisya dengan raut wajah khawatir


"Ra" ucap Arsen


"Iya"


"Aku udah tau semuanya aku udah tau apa yang sebenarnya terjadi dan aku juga udah tau siapa pelaku dari semua ini" kata Arsen


"Iya aku juga ngerti kamu udah tau kebenaran nya, kalo semua belum terungkap engga mungkin juga kan sekarang kamu engga mungkin jauh-jauh datang kesini ada disini nemuin perempuan yang kotor ini atau bahkan bisa aja kamu udah nikah lagi disana ya kan" Adara tersenyum menatap wajah Arsen


Perkataan Adara barusan terdengar seperti petir yang menyambar hatinya, tak ia sangka Adara akan mengatakan semua itu. Padahal Arsen sebelumnya mengira bahwa Adara sudah memaafkan nya saat ia menyuruh nya berdiri namun ternyata Adara mengucapkan perkataan seolah membalasnya


Nisya yang mendengar perkataan Adara tersenyum puas karena sebelumnya Nisya sangat kesal sekali mengira bahwa Adara sudah memaafkan Arsen


"Aku minta maaf Ra, kamu boleh pukulin aku apain aku tapi jangan jauhin aku lagi" ucap Arsen pelan


"Tenang aja sen, aku engga akan menjauh kalo engga di suruh menjauh" timpal Adara santai

__ADS_1


"Ayo pulang, aku kangen sama kamu. Aku kangen sama kebersamaan kita disana, aku kangen masakan kamu, aku kangen semua nya Ra" tatapan Arsen terlihat penuh sesal


"Loh pulang kemana? Ini udah rumah aku kan, bukan nya kamu yang nyuruh aku pulang kesini?" Ujar Adara


"Aku minta maaf atas semua itu Ra, waktu itu aku benar-benar engga tau dengan apa yang semuanya terjadi, seandainya waktu bisa di putar kembali, aku pingin waktu itu seharusnya aku engga percaya sama orang lain"


"Dan karena kamu engga tau kebenaran nya kamu bisa seenaknya nyiksa aku gitu .iya?" Adara menaikkan oktaf suaranya karena saking kesalnya "Maaf aku engga mau kemana-mana, rumahku disini. Sebentar lagi adzan Maghrib, kami mau sholat dan aku engga mau ribut di waktu Maghrib gini, sebaiknya kamu pulang"


"Engga, aku engga mau pulang Ra. Aku mau sama kamu, aku minta maaf Ra aku minta maaf" Arsen kembali memegang tangan Adara memohon


Namun Adara langsung menepis tangan Arsen dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


.


.


.


Bersambung~


Berhasilkah Arsen meminta maaf dan meyakinkan Adara untuk bisa kembali kepadanya?


Temukan jawaban nya hanya di novel "My Bad Husband"


Jangan bosen-bosen dengan cerita ini ya..


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote untuk mendukung author🤗


Jangan lupa juga mampir dan dukung novel baru author judulnya "The Secretary"


supaya lebih mudah kalian bisa langsung saja klik profil author dan klik judul novel nya


Sekian terima kasih❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2