
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan votenya yaa para readers sayaang😘😘
Happy Reading❤️
Di sebuah markas yang lokasi nya tertutup jauh dari jangkauan orang lain tak ada siapapun yang tahu kecuali para penghuninya.
"Bos, kita udah menemukan identitas dua perempuan itu, ternyata ini adalah istri dari Arsen, dan perempuan yang satunya adalah teman nya" pria itu menyerahkan map berisi identitas Nisya dan Adara
"Bagus. Ternyata wanita sialan ini yang berani membuat anak buahku insyaf, wajah nya boleh juga" sang bos itu menatap foto Adara yang terpajang di dalam map itu penuh selidik
"Selanjutnya apa yang harus kita lakukan bos?"
"Jangan terburu-buru, Tunggu saatnya keadaan sudah aman dan Jalankan misi kita sesuai rencana, pantau teruss kemanapun mereka pergi. aku tahu kelemahan bocah itu, buat dia harus membenci wanita ini"
"Siap bos, semua beres akan kami laksanakan" semua pria berbadan kekar itu langsung pergi meninggalkan bos nya
"Anak bodoh kau tak kan pernah bisa lepas dariku. Hahahahahaha" tawa jahat penuh kemenangan menggema diruangan itu.
....
Tak terasa sudah lewat satu Minggu Adara dan Arsen pulang dari rumah orang tuanya selama itu pula kehidupan mereka berjalan dengan semestinya tanpa ada kendala dan masalah apapun
Mereka juga sudah kembali mulai masuk kuliah lagi sejak beberapa hari yang lalu
__ADS_1
Adara menyimpan tas kuliah nya ke sembarang arah dan merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk menghilangkan rasa lelahnya sejenak setelah seharian ini ia mengejar waktu mengerjakan tugas di kampus nya karena meliburkan diri selama seminggu itu membuat tugasnya semakin menumpuk
Tiba-tiba Arsen ikut masuk ke dalam kamarnya sambil membuka beberapa kancing kemeja nya yang mana membuat tubuh atletis seorang Arsen terlihat jelas Dimata Adara
Adara yang melihat itu spontan langsung bangun dan menutup area dadanya menggunakan tangannya "Arsen, kamu mau ngapain?"
Arsen malah berjalan ke arah jendela kamar nya dan membuka jendela itu dengan lebar kemudian ia berjalan ke arah Adara dan ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu "engga usah berfikiran mesum deh Ra, aku cuma gerah doang makanya dibuka ni kancing baju"
"Lagian kamu bikin kaget aja sih main nyelonong masuk ke kamar sambil buka baju, siapa yang engga akan berfikir aneh-aneh cobaa" kata Adara
"Udah aku bilang kan aku gerah sayang"
"Kalo gerah kan tinggal nyalain AC nya aja sih apa susahnya engga usah buka baju juga"
"Kamu emang paling mahir banget deh kalo ngegombal. Minggir dulu ah aku mau mandi, main peluk-peluk aja katanya gerah" Adara mencoba melepaskan pelukan Arsen
Arsen memanyunkan bibirnya "Kamu engga suka aku peluk ya Ra"
Adara Terkekeh "Bukan engga suka tapi kita belum mandi, engga enak main peluk-pelukan kaya gini"
"Yaudah iya sana kamu duluan aja mandinya"
Namun bukan nya langsung bergegas ke kamar mandi, Adara malah terus memandangi perut kotak-kotak milik Arsen
__ADS_1
Arsen yang menyadari Adara sedang memperhatikan perut nya langsung tersenyum jahil "kenapa Ra? Kamu suka ya? Sini nihh kalo emang kamu mau aku rela kok" Arsen merentangkan kedua tangan nya
"Ish apaan sih engga, siapa juga yang liatin perut kamu" Adara langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan pipi yang sangat merah menahan malu nya karena kepergok memandangi tubuh Arsen
"Ciee pipinya merah cie ada yang malu cie" Arsen terus menggoda istrinya dari depan pintu kamar mandi yang sudah tertutup
"Arsen, kamu milih diem atau aku harus berhenti masakin kamu makanan" teriak Adara
"Hahahahaha" Arsen tertawa terbahak-bahak
Di dalam kamar mandi Adara sangat kesal merutuki kecerobohan nya, bisa-bisanya ia kepergok memandangi tubuh lawan jenisnya, tentu itu membuatnya merasa sangat malu, walaupun yang ia lihat itu adalah tubuh suaminya sendiri yang mana tidak akan membuatnya dosa karena terus ia pandangi, namun tetap saja ia merasakan malu yang teramat sangat
Sementara di atas kasur Arsen masih nyaman kembali merebahkan tubuhnya masih dengan tanpa mengenakan baju
"Kenapa aku tidak pernah berfikir apakah Adara juga mencintaiku? Tapi aku tidak pernah mendengar Adara mengatakan bahwa ia mencintaiku, jangankan mengatakan mencintaiku memanggilku dengan sebutan sayang saja tidak pernah tapi melalui apa yang ia lakukan sepertinya ia mencintai ku, tapi aku masih belum puas karena Adara belum pernah mengatakan sendiri. apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan semua ini? Tidak mungkin aku harus bertanya sendiri pada Adara" menanyakan langsung pada Adara bukanlah cara yang benar karena Adara pasti tidak akan berkata jujur dan bahkan bisa saja sampai tidak akan menjawabnya. ia tahu betul bahwa istrinya itu orang yang sangat pemalu jika di ajak berbicara mengenai hal tentang cinta,
Arsen terus berfikir keras bagaimana caranya supaya ia bisa membuktikan semua ini dari Adara, ia sangat berharap Adara juga mencintai nya, hingga tak lama ia berfikir Arsen pun tertidur pulas karena kelelahan.
Adara yang baru selesai mandi terkejut melihat Arsen yang tertidur pulas tanpa mengenakan baju, dengan AC yang terasa dingin dan jendela yang terbuka lebar membuat banyak angin masuk di dalam kamar itu, ia takut Arsen kedinginan dan masuk angin, dengan berburu-buru Adara berjalan ke arah Arsen dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh Arsen, saat akan menutupi tubuh Arsen dengan selimut Adara kembali memandangi roti sobek milik Arsen itu, hatinya benar-benar goyah, tidak bisa dipungkiri ia sangat ingin sekali menyentuh roti sobek yang terlihat menggoda itu, namun segera ia buang jauh-jauh pikiran kotornya itu sebelum ia kembali kepergok oleh Arsen dan akan menimbulkan rasa malu yang kedua kalinya.
Setelah memastikan tubuh Arsen tertutup rapih oleh selimut, Adara langsung buru-buru keluar dari kamar yang membuat hawa nafsunya muncul dan sangat menganggu akal sehatnya itu
Saat Adara hendak membuka pintu tiba-tiba Arsen memanggilnya "dara sayang" namun dalam keadaan mata yang tertutup
__ADS_1
Adara melirik perlahan ke arah Arsen "oh mengigau rupanya" kata Adara lega.