
Jangan lupa dukungan nya ya🙏🏻 jangan pelit like sama vote nya dong biar author makin semangat ni🤭
Happy Reading😍
Tak terasa Sudah 5 hari Nisya menginap dirumah Arsen dan Adara. selama itu juga sering terjadi perdebatan kecil antara ketiga nya, seperti beberapa malam yang lalu mereka berdebat mempermasalahkan tempat tidur,
"Dara, kapan sih kamu mau nyuruh si Nisya cepet pulang dari rumah kita? setahu aku tugas kalian udah selesai dari kemarin deh tapi kenapa si Nisya masih belum mau pulang?, aku udah engga kuat bener Ra" kata Arsen setengah berbisik pada Adara.
Arsen benar-benar merasa tak nyaman dengan keberadaan Nisya dirumahnya yang mana ini sangat mengganggu aktivitas nya bersama Adara, sejak keberadaan Nisya menginap dirumahnya, Arsen tak bisa sedikitpun bermanja-manja dengan Adara, apalagi saat itu kedatangan Nisya bersamaan dengan pulangnya Arsen dari kota sebelah, seharusnya saat pulang dari kota itu Arsen bisa bermanja-manja bersama Adara untuk mengobati rasa rindunya karena tak bertemu beberapa hari, tapi sayang sekali waktunya itu terganggu oleh kedatangan Nisya
"Please deh Arsen, Nisya itu sahabatku dari aku masih SD, mana mungkin aku tega usir dia dari rumah" Jawab Adara dengan suara yang sangat pelan di telinga Arsen nyaris tak terdengar
sambil memakan sarapan rotinya itu mata Nisya terus menatap curiga pada kedua pasangan muda di depan nya yang sedang berbisik satu sama lain seolah seperti sedang membicarakan dirinya namun Nisya tidak bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas
"seperti nya kalian lagi ngomongin gue lagi ya?" tanya Nisya dengan penuh kecurigaan
"iya. kenapa? Lo tuh udah nginep dirumah gue selama 5 hari, Lo engga pengen pulang apa? mau disini terus gitu? sekalian jadi istri kedua gue aja sini, mau Lo?" jawab Arsen nyolot
"Arsen, kamu kalo ngomong tolong dijaga ya mulutnya" ucap Adara pelan namun penuh penekanan
"Bercanda Ra, yaelah. mana mungkin bener, punya kamu doang juga aku mah udah bersyukur Alhamdulillah"
"Gue bakal pulang sekarang, tapi dengan satu syarat" kata Nisya
"syarat apapun akan gue penuhi, asal Lo cepet pulang" Arsen menerima tantangan Nisya dengan penuh keyakinan
"oke syarat nya ini gue punya pertanyaan buat kalian, Jawab nih ya pertanyaan gue. kalian udah pernah mantap mantap belum sih?"
__ADS_1
"BELUM!" Adara membentak dan mengebrakan meja membuat Arsen dan Nisya terkejut
"Ra, kamu mau buat aku jantungan?" Arsen mengusap dadanya kaget
"maaf, maaf aku reflek, lagian Lo sih sya apa-apaan Lo nanya yang kaya gitu, kaya engga ada pertanyaan yang lain aja"
"gue kan penasaran dong Ra, secara Lo kan sama nih si Arsen udah nikah hampir 7 bulan tapi Lo masih engga kunjung hamil"
"emm itu... gue belum siap sya" jawab Adara gugup
"kok belum sih? belum siap kenapa coba? kalian ini udah nikah, hubungan kalian udah sah di mata hukum dan agama, kalian juga engga akan berdosa melakukan itu justru yang ada bakal mendapat pahala"
"iya gue tau, tapi tetep aja gue belum siap" Adara menundukan wajahnya
Nisya berpindah posisi duduknya di kursi samping Adara, kemudia ia menepuk punggung sahabatnya itu seolah memahami perasaan sahabatnya
"ish apaan coba sya" jawab Adara cepat
Arsen langsung menutup arah resleting celananya dengan menggunakan tangannya "woyy ngomong apaan Lo, enak aja bilang burung gue masih kecil, burung gue udah gede, karena dara masih belum siap dan gue cuma menghargai keputusan nya"
Nisya kembali berpindah posisi duduknya ke tempat semula "Lo Normal kan sen?"
"Normal lahh ****, enak aja Lo pikir gue g*y gitu? na'udzubillah mindzalik sya, gue udah banyak dosa masa mau di tambahin nyari dosa lagi"
"iya gue pikir gitu, soalnya kan kalian tinggal berdua dirumah ini sering tidur bersama, ngapa-ngapain pasti bareng kan, apalagi si dara ini cantik bening pula dan Lo sebagai laki-laki normal masih Lo anggurin dia? ck, ck, ck. engga masuk akal banget sen"
"di anggurin pala Lo! gue tiap hari tiap malem nahan nafsu"
__ADS_1
Adara menggigit bibir bagian bawahnya mendengar perkataan Arsen sedangkan Nisya menggelengkan kepalanya "ck,ck,ck. kasian bener Lo sen, sepertinya Lo harus banyak sabar karena punya istri sepolos sahabat gue"
"iyaa, udah kan syaratnya udah di penuhi, kapan Lo mau pulang? gara-gara Lo ni aktivitas gue sama Adara keganggu, Sono Lo pulang" Arsen mengusir Nisya dengan mulut pedas yang tidak ada akhlaq nya itu
"tenang aja sen, gue bakal pulang sekarang juga, gue juga engga mau terlalu berlama-lama disini mengganggu pasangan muda yang baru jatuh cinta. tapi pulangnya anterin sama kalian ya ya"
"Dara, liat temen kamu ini engga tau diri bener, udah numpang tidur dirumah kita 5 hari sekarang dia minta anter pulang juga"
"Ya udah ayo anterin Nisya sekalian aku pengen beli bakso, nih kunci mobilnya" Adara melempar kunci mobil ke arah Arsen
"tapi Ra"
"udah ayo berdiri" Adara menarik tangan Arsen sedangkan yang ditarik hanya pasrah
Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil, mobil itu pun keluar dari pekarangan rumah dan melaju menembus keramaian kota
Saat mereka masuk ke dalam mobil mereka tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengintai mereka dari kejauhan
"Lapor bos, benar dirumahnya ada 2 orang perempuan, mungkin salah satu diantara 2 perempuan itu yang paling penting" orang misterius itu menelfon seseorang di seberang sana
"bagus, Lo suruh anak buah kita selidiki dua perempuan itu"
"siap bos"
"sepertinya tidak akan lama lagi permainan seru akan segera dimulai" sebuah senyuman jahat penuh misteri terpasang di wajah orang itu.
Vote Like vote Like vote Like
__ADS_1
Love you guys❤️