My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 30


__ADS_3

sesampainya di kampus


seperti yang Adara duga benar saja mereka berdua menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kampus


bisikan-bisikan semua para mahasiswa terdengar jelas di telinga Adara


"itukan si Adara anak fakultas ilmu komunikasi, ngapain dia berangkat berdua sama anak baru itu"


"dasar cewek gatel bisanya ngegoda laki-laki aja"


"ya ampun kak Adara cocok bangett sih sama kakak-kakak itu, sama-sama cantik dan ganteng"


"aduhh baperr gue guys liat mereka"


seperti itulah kiranya bisik-bisik para mahasiswa terdengar jelas di telinga Adara


Adara memejamkan matanya sejenak telinganya terasa panas ia mencoba untuk tidak mempedulikan semua perkataan para mahasiswa itu


Melihat Adara yang terlihat gelisah Arsen langsung menggenggam tangan Adara untuk memberinya kekuatan

__ADS_1


"engga perlu gugup kaya gitu, tenang kan ada aku, yuk jalan" Arsen berbisik menguatkan Adara


Adara mengangguk, kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju kelasnya tanpa menghiraukan semua perkataan para penghuni kampus itu


saat sedang berjalan dengan tenang tiba-tiba Genk cabe-cabean menghampiri mereka


"cihh dasar ya Lo ******, Lo butuh duit kah? sampe ngegoda cowok ganteng gini, dasar murahan" kata Lala sang ketua Genk pada Adara


siapa sangka perkataan Lala barusan membuat Arsen naik pitam, Arsen benar-benar tak terima mendengar perempuan yang benar-benar ia sayangi dan ia cintai itu di hina apalagi ini di depan mata kepalanya sendiri


"BERISIKK!!! CUKUPPP!! SEKALI LAGI SAYA DENGAR KALIAN MENJELEKAN SAYA DAN ADARA SEPELAN APAPUN. AKAN SAYA TUNTUT KALIAN! AKAN SAYA TUNTUT!!!!!"


"dan Lo!" Arsen menunjuk ke tepat ke arah wajah Lala sontak saja membuat Lala ketakutan "ini adalah hari terakhir Lo ada di kampus ini. besok jangan harap Lo bisa menampakkan batang hidung Lo di depan muka gue dan di kampus ini!" Arsen berkata dengan tegas dan penuh penekanan


"jangan Arsen, jangan, aku mohon. aku benar-benar minta maaf barusan aku khilaf, setelah ini aku janji akan menjadi orang yang baik dan tidak akan membuat keonaran lagi dikampus ini" Lala memohon pada Arsen dengan air mata yang berurai


"cih, perempuan kurang ajar sepertimu tidak pantas untuk memohon kepadaku" kata Arsen


Tubuh Lala gemetar ketakutan, Adara yang melihat itu langsung menggenggam tangan Arsen kuat kemudian ia mengusapnya "jangan keterlalu Arsen dia sudah meminta maaf" Adara berbicara selembut mungkin pada Arsen

__ADS_1


Arsen memandang wajah Adara dan mengusap rambutnya dengan kasar


"Ra, aku ini engga habis fikir sama kamu, kamu jadi orang jangan terlalu baik. lihat orang ini, dia sudah menghinamu dengan sangat keterlaluan yaitu menyebutmu dengan sebutan ******, sebuah kata yang siapapun tidak akan pernah mau dikatai bahkan aku saja tidak terima, dan kamu yang di hina masih ingin membelanya? ini benar-benar gila Ra!" Arsen menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Adara tak percaya


"tentu saja aku pun merasa seperti itu, tapi dia sudah meminta maaf, apa salahnya jika kita maafkan dia, Allah saja yang maha kuasa di dunia ini bisa mengampuni dan memaafkan umatnya yang melakukan kesalahan dengan fatal, sedangkan kita? kita hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari dosa dan kesalahan kenapa kita masih tidak bisa memaafkan sama manusia?" tutur kata Adara penuh kelembutan


tidak bisa dipungkiri hati Arsen perlahan luluh dan melunak mendengar perkataan Adara, ia benar-benar takjub dan kagum pada perempuan seperti Adara, dan ia juga merasa bangga karena Adara adalah istrinya


"oke gue udah maafin Lo, tapi Lo harus minta maaf sama Adara bukan sama gue, lihat dia udah ngelindungi Lo walaupun udah Lo hina, malulah sedikit, kalo bukan karena dia gue engga akan pernah maafin Lo!" ucap Arsen masih dengan penuh penekanan


Lala langsung terduduk di kaki adara memohon maaf "maafin aku dara maafin aku, aku benar-benar malu" Lala menangis histeris


Adara langsung menyuruh Lala berdiri "jangan berlebihan La, aku udah maafin kamu kok daritadi juga" kata Adara dengan tak lupa senyuman cantik nya


"udah, sekarang dara udah maafin Lo, mending Sono dah Lo balik ke kelas Lo, tapi satu yang harus Lo ingat! kalo sekali lagi gue liat Lo ngehina Adara dan membuat onar di kampus ini jangan harap sedikitpun memohon ringan akibatnya" senyum sinis terpasang di wajah Arsen


Lala langsung buru-buru pergi meninggalkan kerumunan itu


Arsen kembali menggenggam tangan Adara dan melanjutkan jalannya yang tadi sempat tertunda dengan hal yang tidak bermanfaat

__ADS_1


dalam hati Arsen berkata "terimakasih ya Allah, sudah memberiku hadiah yang sangat luar biasa yaitu memberiku jodoh seorang malaikat berwujud manusia seperti Adara, walaupun aku adalah seorang anak yang buruk sikap dan akhlak, ampunilah aku ya Allah"


__ADS_2