
Hai, jangan lupa like komen dan vote nya, karena like komen dan vote dari kalian sangat berharga buat author, biar author makin tambah semangat lagi😁
Happy Reading❤️
"ting tong Ting tong" suara bel rumah tuan Derry berbunyi ketika Arsen menekan nya, setelah ia sepenuhnya menyiapkan diri untuk tetap terlihat biasa saja tanpa menampakkan kegugupan nya
Tak lama pintu rumah itu terbuka "iya siapa?" Yang membuka pintunya adalah bi Surti
"Ini aku bi, dara" kata Adara
"Masya Allah nona dara kemana aja baru pulang, ayo atuh masuk non"
Bi Surti langsung memberitahukan kedatangan Adara pada sang tuan dan nyonya nya
"Tuan, nyonya. itu ada nona Adara sama suaminya datang kemari"
"Adara bi? Sungguh?" Ucap bunda Laura senang
Andra yang sedari tadi acuh bermain game di ponsel langsung loncat dari sofa setelah mendengar nama Adara di sebut "mana dara mana"
"Itu tuan muda ada di depan" tunjuk bi Surti
"Assalamu'alaikum bunda" ucap Adara kemudian ia menghambur kepelukan sang bunda dan menangis
"Wa'alaikumsalam, ya ampun putriku, bunda kangen banget sama kamu sayang" bunda Laura membalas pelukan Adara
"Dara juga kangen banget sama bunda"
Kini bunda dan anak itu saling berpelukan melepas rindu yang teramat sangat
"Udah selesai belum? Ayah juga pengen di peluk sama dara dong" kata ayah Derry merentangkan kedua tangannya memberi ruang kepada Adara untuk memeluknya
"Ayah, aku kangen ayah"
"Ayah juga kangen bangett sama putri kecil ayah ini" ayah Derry mencium puncak kepala Adara berkali-kali
Drama kangen-kangenan keluarga itu berjalan cukup lama menghabiskan waktu. Para readers dari tadi pasti penasaran kan kemana Arsen? Tentu saja sejak tadi Arsen hanya diam berdiri menjadi penonton drama keluarga itu
"Uhuk, uhuk" Arsen pura-pura batuk karena kesal dengan kehadirannya disana seperti tidak di anggap ada
"Ya ampun menantuku, maafkan bunda nak melupakan keberadaan kamu, ayah ini kok malah ngebiarin menantu kita" bunda Laura memukul ringan tangan ayah Derry
"Ah iya bunda tidak apa-apa" Arsen tersenyum kaku
Adara merasa senang tak di sangka ternyata Arsen akan memanggil bunda nya dengan sebutan bunda, ia kira bahwa Arsen masih akan memanggil bunda nya dengan sebutan Tante
Arsen menyalami tangan kedua orang tua nya itu kemudian ia menatap Andra sedangkan yang di tatap hanya menunjukan ekspresi datarnya "bang Andra" kata Arsen manggut pada Andra
Bukan tanpa alasan Arsen tak mengulurkan tangan nya pada Andra, karena ia sudah tau kakak ipar nya itu sangat membencinya dan sudah dipastikan ia tak akan menerima uluran tangannya, dan itu akan membuat diri Arsen malu sendiri
__ADS_1
"Ayo silahkan duduk dulu nak" ayah Derry mempersilahkan Arsen untuk duduk
"Terima kasih ayah" jawab Arsen sungkan
"Kamu tidak perlu sungkan nak Arsen"
Arsen hanya menanggapi dengan tertawa
Kemudian mereka berdua pun mengobrol santai diruang tamu sedangkan Adara bunda kak Andra sudah masuk kedalam sejak tadi
"Dara bagaimana? Apa suamimu itu memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Andra
"Tentu kak, mas Arsen sangat baik, dia memperlakukanku dengan sangat baik, dia juga selalu membuatku bahagia" jawab Adara apa adanya
"Sungguh? Kamu tidak sedang bersandiwara kan adikku?" Andra tersenyum meremehkan, ia sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adara
"Beneran kak, aku engga bohong. Dia sangat baik dan perhatian sama aku kak, kalo kakak engga percaya lihat wajahku apa terlihat ada kebohongan disini?"
"Ah tidak, tapi syukurlah kalo memang kamu bicara jujur apa adanya, kakak akan selalu mendoakan yang tebaik buat kebahagiaan kamu" ucap Andra dengan tulus
"Makasih kak, aku sayang banget sama kak Andra" Adara memeluk Andra dengan erat
"Hei apaan kamu main peluk-peluk aja nanti suami kamu cemburu" Andra menggoda adiknya
"Ish apaan sih kak Andra nyebelin ah" Adara memajukan bibirnya
"Oh iya aku bawa oleh-oleh makanan kesukaan kak Andra Loh" kata Adara
"Wah apa itu?"
"Kakak tunggu disini ya bentar" Adara langsung berdiri dan berlari ke arah ruang tamu
"Mas Arsen, apa oleh-oleh nya engga dikeluarkan sekarang aja" kata Adara pada Arsen
Arsen yang sedang asik mengobrol dengan ayah mertuanya itu langsung terbengong saat mendengar Adara memanggilnya dengan sebutan mas "apa katanya barusan? Mas? Apa aku tidak salah mendengar kan?"
"Masss" kata Adara sekali lagi karena Arsen tak kunjung merespon perkataan nya, sebenarnya dalam hatinya Adara tertawa geli melihat ekspresi wajah Arsen yang kebingungan saat ia memanggil nya dengan sebutan mas
"Ah iya aku lupa sayang"
"Yaudah ayo keluarin dulu" ajak Adara
"Aku permisi dulu ya ayah" pamit Arsen pada ayah Derry
"Iya silahkan" jawab ayah Derry
Adara dan Arsen langsung keluar dari dalam rumahnya menuju garasi mobil untuk mengeluarkan belanjaan oleh-oleh yang mereka bawa
"Senangnya aku Ra, akhirnya kamu manggil aku dengan sebutan mas" Arsen merangkul bahu Adara dan mencium kening istrinya
__ADS_1
"Jangan senang dulu sen, itu cuma berlaku saat di depan orang tua kita aja" kata Adara pelan
Arsen melepaskan rangkulan tangannya "kok gitu sih Ra"
"Ya emang gitu adanya" memanggil Arsen dengan sebutan mas di depan orang tuanya saja hati nya sudah merasa sangat geli apalagi memanggil saat mereka sedang berdua
"Yaahh dara mah gitu, padahal aku udah seneng banget loh malah di jatohin lagi" ucap Arsen kecewa
"Udah ayo keluarkan dulu belanjaan nya" perintah Adara
Arsen tak menjawab perkataan Adara lagi, ia langsung mengeluarkan barang yang Adara minta
"Aku mau ngasikan ini dulu ke kak Andra ya" Adara mengambil kantong plastik yang berisi peyeum Bandung itu
"Barang yang banyak ini mau di simpen dimana Ra?" Tanya Arsen
"Panggil bi Surti aja, kumpulin di dapur lewat sana" Adara menunjuk ke arah pintu di ujung garasi yang merupakan jalur menuju dapurnya
"Iya" jawab Arsen singkat
Setelah menyerahkan kantong plastik itu pada Andra, Adara berjalan ke dapur menghampiri Arsen
Adara terkekeh melihat wajah Arsen yang cemberut sepertinya ia sedang ngambek rupanya
"Wahh kamu mindahin barang ini aja kerjain nya engga ikhlas ya" Adara menggoda Arsen
"Ikhlas dong Ra, ikhlas lahir batin malah" Arsen mengusap-usap dadanya
"Yaudah nih minum dulu teh nya" Adara menyerahkan teh hangat pada Arsen
Wajah Arsen langsung tersenyum senang menerima segelas teh hangat dari Adara, istrinya itu memang sangat pengertian, faham saja jika ia sedang kedinginan butuh air hangat setelah bolak balik dari luar kedalam membereskan barang belanjaan, memang saat ini udara di kota itu terasa sangat dingin
"Makasih Ra" ucap Arsen tulus
"Makasih juga, kamu udah bantuin beresin barang-barang aku ini" ucap Adara dengan senyuman cantiknya yang tak kalah tulus
"Ini emang udah kewajiban aku dong" kata Arsen bangga
Mereka berdua pun tertawa bersama bersenda gurau disana tanpa mereka sadari ada sepasang mata dengan senyumannya yang mengintip kebahagiaan mereka dari balik pintu, orang itu adalah Andra.
.
.
.
oh iya, jika berkenan kalian bisa meninggalkan kritik dan saran di kolom komentar ya, insya Allah bakal selalu author terima dengan senang hati🌹
LOVE YOU GUYS😘
__ADS_1