My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 44


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote untuk mendukung author semangat berkarya❤️


Happy Reading😍


....


"Whaattt??! kalian berdua sudah menikah???"


Nisya benar-benar terkejut saat melihat isi buku nikah itu, disana terpampang dengan jelas nama Adara dan Arsen, tanggal pernikahan nya sampai foto kedua pasangan tersebut terlihat dengan jelas


Adara langsung membekap mulut Nisya yang berteriak seperti suara toa masjid "mmmmpph"


"ssstttt Lo bisa engga sih kalo ngomong tuh pelan, entar kalo sampe tetangga denger Lo teriak-teriak dirumah gue nanti mereka malah nyangkanya kita lagi nganiaya Lo, di tangkap polisi mau Lo?!"


Arsen mengangguk ikut menyutujui perkataan Adara "bener tuh, lagian Lo punya suara udah kaya tong kosong dipukul, berisik bener"


"mmmmpphh, mmmpphhh" Nisya menepuk-nepuk tangan Adara meminta Adara melapaskan tangan nya


"Hahhh haaahhh. hidung mancung gue haduh, gue hampir mati Lo tau ga, kalian berdua memang kompak banget jadi pasangan yang kejam" Nisya cemberut kemudian melotot ke arah Adara dan Arsen bersamaan


"salah Lo sendiri pake teriak-teriak" jawab Adara ketus


"abisnya gue kaget, engga nyangka bener kalo kalian itu suami istri, mana pernikahan nya ini udah lama pula, gue engga habis pikir Ra kenapa Lo rahasiain semua ini dari gue sampe selama ini, gue sedikit kecewa sama Lo"


"ini engga seperti yang Lo maksud sya"


Nisya kembali melihat isi surat nikah itu untuk menyelidiki tanggalnya


"tanggal ini, berati dulu Lo larang gue deketin Arsen pake alasan gini gitu itu alasan sebenarnya karena Lo juga suka sama Arsen iya?" Nisya mengangkat sudut bibirnya


"Nisya! dengerin penjelasan gue dulu, ini engga seperti yang Lo pikirin, Lo jangan suka ambil kesimpulan sendiri dong!" bentak Adara


"maaf Ra, gue kebawa suasana aja kesel banget sama Lo, kenapa Lo engga undang gue di hari bahagia Lo itu, seharusnya gue ada disana waktu hari pernikahan kalian sebagai sahabat Lo yang baik"


"bahagia darimana nya? justru waktu hari pernikahan itu hari yang buruk, gue bener-bener tertekan" batin Adara karena ia tak berani mengatakan itu secara langsung karena ada Arsen, jika saja saat ini Adara hanya sedang berdua dengan Nisya mungkin sudah ia keluarkan semua unek-uneknya


"ya maaf sya, kan engga sempet, namanya juga mendadak"


"gimana ceritanya coba kok bisa mendadak?ayo sekarang gue minta Lo jelasin semua ini, Lo sendirian ya Ra yang jelasin, Si Arsen suruh diem aja jangan ikutan ngomong"


"padahal gue dari tadi juga nyimak doang ni ga ikutan ngomong" kata Arsen


"oke, gue jelasin" adara menjelaskan semuanya panjang lebar secara detail dimulai dari pertama ia betemu Arsen, lalu perjodohan mereka, sampai kehidupan mereka selama berumah tangga tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun

__ADS_1


Nisya yang mendengar semua cerita Adara menatap iba pada sahabat baiknya itu, entah kenapa hatinya ikut merasa sakit mendengar semua cerita Adara, ia langsung memeluk Adara dengan erat


sejak tadi Arsen terdiam mendengar cerita Adara, hatinya merasa sangat sakit seperti teriris, ia sangat menyesal karena pada awal pernikahan nya ia banyak mengabaikan Adara


tangan Arsen hendak menggapai puncak kepala Adara namun belum saja sampai, tangannya langsung di tepis dengan kasar oleh Nisya


"Lo!" Nisya menunjuk pada wajah Arsen "sekali lagi gue denger dan liat Adara nangis atau sedih gara-gara di sakiti sama Lo, awas Lo! gue engga akan tanggung-tanggung bakal gue sunat lagi tuh burung Lo. camkan ini kata-kata gue, gue engga lagi bercanda" kata Nisya dengan tegas


Seluruh bulu tubuh Arsen langsung berdiri merinding mendengar semua perkataan Nisya, tak terbayang bagaimana jika sampai benar ia di sunat lagi untuk yang kedua kalinya, cukup satu kali saja ia merasakan sunat waktu ia masih kecil yang membuatnya tersiksa karena harus menahan rasa sakitnya pada bagian sensitifnya itu selama berhari-hari dan tak mau terulang lagi, membayangkan nya saja sudah membuat Arsen bergidik ngeri


"engga sya engga, engga akan deh beneran janji, karena sekarang gue udah sayang bangett sama Adara"


Nisya menatap pada wajah Arsen penuh selidik untuk mencari kebohongan dari tatapan matanya, namun hasilnya nihil karena ia tak menemukan sedikitpun kebohongan disana, sepertinya Arsen benar-benar bicara apa adanya dengan jujur


"baguss, awas aja Lo"


Arsen mengangguk


Adara terkekeh melihat tingkah Arsen seperti sedang ketakutan, sampai sini Adara tahu, ternyata seseram-seramnya Arsen dulu dibalik semua itu ia masih punya kelemahan


"btw maafin gue Ra, gue bener-bener engga tau cerita yang sebenarnya, gue malah main nyimpulkan sendiri aja, maafin gue belum bisa jadi sahabat yang baik buat Lo" kata Nisya pada Adara dengan penuh sesal


"apaan coba sya, Lo jangan berlebihan kaya gini deh, Lo tuh udah jadi segalanya buat gue, gue malah beruntung punya sahabat sebaik Lo"


"yeee kampret Lo, nyuri kesempatan dalam kesempitan" Adara menjitak kepala Nisya


"awww, kebiasaan sih Ra Lo hobi banget ngejitak kepala gue"


"tuman, kalo di biarin"


"Lo teraktir gue kan hitung-hitung sebagai pengganti menu prasmanan waktu nikahan Lo, waktu itu gue kan engga di undang jadi engga bisa bantu ngabisin makanan nya"


"iya iyaaa, besok gue teraktir"


kedua sahabat karib itu terus saja ngobrol dengan asik di penuhi dengan canda dan gelak tawa tanpa memperdulikan kebaradaan Arsen di depan nya yang menjadi obat nyamuk mereka


"kacang, kacang, kacang" Arsen memukuli meja seolah sedang bermain kendang


"apaan sih sen kamu berisik banget" kata Adara


"cie cieee, yang udah halal mah beda cerita lagi dong manggilnya juga pake aku kamu bukan pake elo gue lagi" kata Nisya


"yang jomblo mah mending diem" Arsen meremehkan Nisya dengan nada bercanda

__ADS_1


Nisya hanya bisa mencebikan bibir nya dengan kesal, mau marah pun engga bisa dan percuma, toh emang bener yang dikatakan Arsen bahwa ia memang jomblo yang ngenes alias jones


"Ra, ikut aku yuk, ke belakang. aku mau ngomong penting sama kamu" Arsen menarik tangan Adara mengajaknya pergi


"tapi ini Nisya kasian engga ada temen, ngomong di sini aja deh" tolak Adara


"udah biarin aja, lagian dia bukan tamu, biarin sesuka nya dia mau melakukan apa, ayo cepet"


"sya, Lo engga apa-apa kan gue tinggal bentar ya" kata Adara pada Nisya karena merasa tidak enakan


"engga apa-apa Sono dah, hus hus daripada ngomong disini yang ada jadi obat nyamuk doang gue bisa nyesek"


"tuh kan, udah ayo buruan" Arsen menarik tangan Adara mengajaknya menuju belakang rumah


"ada apa sih Arsen, mau ngomong apa sampe harus ke belakang rumah segala, mana tanganku sakit lagi gara-gara kamu tarik" Adara mengusap tangan nya


"sakit banget ya Ra? aku nariknya terlalu kasar ya? minta maaf" Arsen memeriksa tangan Adara benar saja tangan nya terlihat sedikit merah kemudian Arsen meniupnya perlahan


"udah engga apa-apa, cepetan kamu mau ngomong apa, engga enak aku kalo ninggalin Nisya sendirian terlalu lama"


"gini Ra, Nisya jangan sampe nginep disini deh, suruh pulang sana" kata Arsen


"engga bisa gitu dong sen, biarin aja Nisya nginep disini emang kenapa sih, cuma karena kita engga bisa tidur bareng doang ge, aku mah engga masalah engga tidur bareng juga"


"engga bisa gitu dong Ra, aku yang engga bisa tidur bareng kamu"


"udahlah sen engga apa-apa engga usah lebay deh, lagian Nisya engga bakal ngehabiskan waktu satu tahun buat nginep disini, dan lagipula aku sekarang lagi pms jadi percuma walaupun engga ada Nisya juga aku engga mau tidur sama kamu"


"ooh ternyata kamu lagi pms ya pantesan..."


"pantesan apa?" potong Adara


"pantesan tambah cantik" Arsen meringis


"ah udahlah, ayo Balik kesana, jauh-jauh ke belakang rumah cuma mau bahas kaya ginian doang buang-buang waktuku aja"


.


.


.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2