
Happy Reading❤️
~
Semua menu makanan selesai di masak oleh Adara dan Nisya tepat bersamaan dengan adzan Maghrib berkumandang, lalu mereka pun menyajikan masakan yang mereka buat di atas karpet yang sudah di gelarkan di ruang keluarga oleh para anak laki-laki sejak tadi, mereka berniat akan memulai acara makan bersama nya setelah menunaikan sholat Maghrib terlebih dahulu
"Sya, kita sholat Maghrib dulu yuk" ajak Adara pada Nisya
Nisya yang sedari tadi fokus menata masakan menoleh ke Adara "Lo duluan aja deh Ra, gue mau nutupin makanan ini dulu"
"Oalah, yaudah tutupin yang rapat ya gue mau sholat dulu" Adara beranjak dari duduknya untuk mengambil air wudhu di kamar mandi
"Oke, Ra" Nisya mengacungkan jempolnya
Setelah mengambil air wudhu, Adara kemudian menggelar sajadahnya dan mengenakan mukena nya, wajahnya sempat tertutup saat ia mengenakan bagian atas mukena, tanpa ia sadari bahwa ada seseorang yang juga menggelarkan sajadah tepat di depan sajadah milik Adara
Adara mengamati seseorang itu dari atas hingga bawah karena posisi orang itu membelakangi nya membuat Adara tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas
"Aku imamin ya, Ra"
"Loh, Arsen" kata Adara sembari menunjuk pada Arsen yang tengah berdiri di depan nya "kan aku udah bilang kalo aku engga mau di imamin sama orang yang engga hafal bacaan sholat dengan lengkap"
Arsen menghela nafasnya pelan "Dara, memangnya semua orang tidak akan pernah mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui, selamanya?"
Secara otomatis kepala Adara menggeleng pelan "engga juga sih"
"Nah tuh kamu tau, tenang aja aku udah hafal semua bacaan sholat insya Allah dengan lengkap, kecuali do'a qunut aja. Aku masih belum hafal" Arsen menyengir sambil menggaruk belakang rambutnya yang tak gatal
"Oh syukurlah, yaudah silahkan bisa di mulai" ucap Adara mempersilahkan membuat Arsen langsung membenarkan posisi berdirinya ke depan bersiap mengimami Adara sholat Maghrib
Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang memperhatikan mereka dari depan pintu
"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri, disini?" Tanya Reza setelah mengamati wajah Nisya sebentar, ia melihat ke arah kamar Adara, tempat dimana pandangan mata Nisya tertuju
"Mereka sangat serasi, ya" Nisya menempelkan kedua tangan pada kedua pipinya tanpa menoleh ke arah orang yang mengajaknya berbicara
__ADS_1
"Seandainya ada seseorang orang yang mau mengimami aku sholat kaya Arsen ke Adara pasti aku seneng" ucap Nisya dengan tatapan yang masih enggan berpaling dari pasutri yang tengah melaksanakan sholatnya dengan khusyuk
"Kenapa harus seandainya? Sekarang juga bisa kok, kan ada Mas ini yang bakal ngimami adek sholat"
Dengan Spontan Nisya langsung melirikkan wajahnya ke arah Reza yang berada di sampingnya "kak Reza? Ngapain kakak disini?"
"Apa kata kamu barusan? Kakak? Engga salah dengar ya? Aku merasa pendengaranku bermasalah" Reza mengorek-ngorek lubang telinganya menggunakan jari kelingkingnya
Nisya menarik tangan Reza ke bawah supaya tidak mengorek telinga nya lagi
"Telinga kak Reza baik-baik aja kok, engga bermasalah. Apa aku salah kalo aku manggil kak Reza dengan sebutan kakak? Aku rasa umurku masih di bawah umur kak Reza"
"Masalahnya bukan ini, tapi aku merasa ada yang aneh, kamu yang biasanya bersikap barbar ternyata bisa lembut juga" Reza mencondongkan wajahnya ke depan memperhatikan wajah Nisya dengan seksama
Nisya yang di tatap seperti itu merasa sangat gugup, ia yakin saat ini wajahnya pasti sudah terlihat memerah dengan ia sekarang merasakan pipinya terasa panas
Reza terkekeh "Ini sangat manis sekali"
"Masalah itu kak, aku minta maaf atas semua sikap ketidak sopanan ku sama kak Reza sejak dari awal kita bertemu" Nisya tercekat "dan aku juga benar-benar minta maaf atas kejadian tadi"
"Aku pergi dulu ya kak, mau mandi. Kita bicarakan ini nanti lagi soalnya aku engga kuat keringat juga belum sholat" pamit Nisya
Tanpa menunggu jawaban dari Reza, Nisya langsung bergegas mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi "benar juga, gue belum sholat" gumam Reza
Setelah semua selesai dengan aktivitas masing-masing disaat Maghrib. Adara dan Arsen memanggil Nisya, Reza, Alex dan Zico untuk makan bersama. Mata Reza berbinar semangat melihat berbagai macam masakan yang tertata di atas karpet dengan terlihat menggugah selera, apalagi disana terdapat makanan favoritnya yaitu ayam bakar. Tanpa berdo'a dan tanpa permisi ia langsung menyerobot memotong satu ekor ayam bakar yang tersedia di atas piring lauk kemudian ia pindahkan ke atas piring miliknya dan langsung menyantapnya dengan lahap
"Kenapa diem za? Lo engga apa-apa kan?" Tanya Alex khawatir saat melihat Reza terdiam bukan nya mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya, semua orang yang melihat disana khawatir takut masakan yang di makan oleh Reza rasanya tidak enak
"Sya, Lo tadi lihat dengan jelas kan kalo gue engga salah masukin bumbu ayam bakarnya?" Tanya Adara harap-harap cemas, ia takut masakan nya gagal dan tidak enak, itu akan membuatnya sangat malu
"Ya mana gue tau ra" jawab Nisya, namun matanya masih tetap menatap pada Reza
"Wow!! Luar biasa!!!" Teriak Reza heboh "ini siapa yang masak? Siapa yang masak?" Tanya nya sambil menatap satu persatu pada semua orang yang sedang berkumpul disana
"Aku kak" jawab Adara pelan
__ADS_1
Namun bukan nya menatap pada Adara yang menjawab pertanyaan nya, Reza malah menatap ke arah Nisya dengan tatapan penuh pertanyaan yang tak bisa di tebak
"Kirain mas, adek yang masak" kata Reza
"Mas? Adek? Apa maksud nya ini?" Tanya Arsen bingung "kenapa..?"
"Halaahh udah sen jangan di fikirin, kaya Lo engga tau si Reza aja, dia kan emang gitu suka ngawur sama si Nisya, lagi masa puber-pubernya dia mah" timpal Alex
"Aku mana bisa masak kak, bedain jahe sama kunyit aja masih belum bisa" Nisya yang sedari tadi diam tak menjawab akhirnya bersuara kembali
Semua orang disana langsung terdiam dan melemparkan tatapan nya pada Nisya, sedangkan Adara membolak-balikkan telapak tangan nya pada kening Nisya seolah sedang memeriksa apakah Nisya baik-baik saja? Tidak demam?
"Sya, Lo sehat kan?" Tanya Adara
"Alhamdulillah" jawab Nisya dengan ekspresi wajah yang terlihat bingung
"Gue kira jiwa Lo lagi bermasalah karena tiba-tiba aja Lo ngomong lemah lembut kaya cewek normal engga kaya biasa nya bar-bar"
"Pletaaakk..." Nisya menyentil kening Adara "gue engga gila ****!"
Arsen berdiri "sudah dulu debatnya, karena setelah ini kita akan punya tugas baru yaitu menyelidiki hubungan kedua teman kita ini, sebaiknya kita makan dulu karena ini akan membutuhkan banyak tenaga yang ekstra"
"Arsen!" Nisya melotot tajam pada Arsen
"Dan untuk Nisya, silahkan di makan dulu nasinya yaa, keburu dingin engga enak" kata Arsen seolah tidak melihat tatapan tajam yang keluar dari mata Nisya seolah ingin menelan nya hidup-hidup
Sedangkan Adara hanya terkekeh saja melihat Nisya yang terus melontarkan kata-kata umpatan untuk Arsen.
.
.
.
Bersambung~
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak dukungan buat author yaa🤗 Terima kasih🌹