
Nisya menagih hutang ceritanya pada Adara "dara, Lo udah janji tadi mau ceritain tentang Arsen ke gue, ayo cerita"
"sya, gue engga bisa cerita disini, kalo Lo bener-bener pengen tau sebaiknya nanti atau kapan aja Lo mau kerumah gue ya biar jelas, tapi bukan ke rumah biasanya tapi rumah gue yang baru, nanti gue share lokasi nya" kata Adara sambil celingukan kesana kemari, lebih tepatnya ia sedang mencari keberadaan Arsen di dalam kelas itu yang tak menampakkan batang hidungnya
"Lo nyariin apa sih dara?" tanya nisya kebingungan melihat Adara seperti sedang mencari sesuatu
"nyari orang" jawab Adara tanpa melihat ke arah wajah Nisya
"orang? maksud Lo siapa?" Nisya semakin kebingungan dengan sikap Adara
"ah itu maksud gue nyari orang takut ada yang denger gue ngobrol gitu, iya" kata Adara gelagapan, ia takut ketahuan kalo sebenernya ia sedang mencari keberadaan Arsen
"Arsen ini kemana sih ya, kamu ada dimana sih sen? kamu udah bolos satu mata kuliah tanpa alasan pula"
"oh iya ra, kenapa Lo pindah rumah?" tanya Nisya
"gue sendiri sih yang pindah, kalo ayah bunda sama kak Andra tetep disitu" jawab Adara
"loh, Lo kenapa pindah Ra?" tanya Nisya lagi
Adara yang sudah mulai kesal dengan Nisya yang banyak bertanya langsung menyentil jidat Nisya
pletaaakk
"awwww sakitt Daraa" Nisya mengusap jidatnya yang terasa berdenyut
Adara menghela nafasnya panjang kemudian membuang nafas nya secara perlahan "lagian Lo sih sya, Lo kaya nya masuk kuliah salah jurusan deh kenapa Lo engga masuk jurusan jurnalistik aja biar jadi wartawan karna hobi Lo tuh yang banyak tanya"
"yeeee kampret Lo Ra" Nisya memonyongkan bibirnya
"lagian lu ngapa sih kepo bangett banyak tanya" Adara mendelik kan matanya
"kan gue kepo Ra, Lo engga usah galak-galak deh nanti cowo engga ada yang mau sama Lo" ucap Nisya
"gini-gini juga gue udah nikah dong mana cowonya lebih galak dari gue udah gitu serem banget pula"
__ADS_1
"ya pokoknya nanti Lo tau sendiri alasan kenapa gue pindah, makanya nanti kapan aja kerumah gue biar Lo puas engga kepo lagi. udah ah sya, bt banget gue males debat lagi sama Lo" Adara menidurkan kepalanya di atas meja
"ya ya ya, gue minta maaf Adara" Nisya mengusap rambut Adara
tak lama Adara menidurkan kepalanya di meja, Arsen datang masuk ke dalam kelas
Arsen masuk ke dalam kelas tatapan matanya langsung tertuju pada Adara, ia langsung merasa khawatir takut terjadi apa-apa dengan Adara
"kenapa dia?" tanya Arsen pada Nisya yang sedang duduk di samping Adara
"dia lagi bt katanya" jawab Nisya
Adara yang mendengar suara Arsen langsung bangun "Kamu dari mana Arsen?" Adara bertanya tanpa sadar, tanpa menyadari bahwa saat ini ia tidak sedang berdua dengan Arsen yaitu sedang ada Nisya diantara mereka
"Lo ini kenapa sih Ra langsung semangat saja begitu ada Arsen" kata Nisya bingung lagi dan lagi
"tanya doang, tadi Arsen bolos satu mata kuliah jadi harus gue tanya" jawab Adara berusaha tetap tenang.
"aku tadi ada kepentingan sama temen Ra, kamu tenang aja" jawab Arsen pada Adara sambil mengusap rambut Adara dan segera duduk di tempatnya
sedangkan Nisya yang melihat perlakuan manis Arsen pada Adara langsung ternganga menatap tak percaya
"Adara, dia ngusapin rambut Lo? OMG ini sebenarnya kalian ada hubungan apa sih? gue makin engga sabar pengen tau yang sebenernya, kasih tau gue dong Ra ayolah" sewot Nisya
Adara tertawa renyah melihat tingkah sahabat karibnya itu "udah gue bilang, Lo bakal tau jelas kalo nanti Lo kerumah gue"
tuuutttt tuuuuttttt (suara ponsel berbunyi)
ponsel Adara berbunyi menandakan ada telfon masuk dan di sana terpampang dengan jelas nama kontak orang yang menelfon yaitu kak Fahri
Adara melirik ke arah Arsen sekilas berharap Arsen tak melihatnya, saat Adara melirik ke arah Arsen beruntung saja Arsen sedang sibuk menulis yang entah menulis apa, Adara langsung mengangkat telfon dari Fahri
"halo kak" kata Adara
"halo dara assalamu'alaikum" ucap Fahri
__ADS_1
"iya wa'alaikumsalam kak" jawab Adara
"dara gimana? sore ini bisa kan kita bertemu di cafe biasanya yang sudah kita janjikan kemarin?" tanya Fahri to the point
"maaf kak, aku masih belum bisa janji, tapi aku usahakan deh kali ini pasti bisa" jawab Adara karena merasa tidak enak jika masih saja menolak ajakan Fahri
"siapa Ra?" tanya Nisya pada Adara
"ssstttt" Adara menyimpan jari telunjuk di bibirnya mengisyaratkan Nisya agar diam
"oke dara, kakak berharap semoga bisa ya, tapi kalo memang masih tidak bisa ya tidak kakak permasalahkan kok" kata Fahri
"iya kak, maaf ya sebelumnya" Adara meminta maaf karena merasa tidak enakan
"iya Adara, tidak masalah, btw kamu lagi sama siapa dara?" tanya Fahri
"ini aku lagi di kampus kak sama temen" jawab Adara
"oh, di kampus, yasudah maaf kakak mengganggu kamu ya, kakak tutup dulu panggilan nya ya, sampai jumpa, assalamu'alaikum"
"tidak apa-apa kak, wa'alaikumsalam" Adara langsung menutup panggilan telfon nya
"siapa Ra?" tanya Nisya lagi
"itu temen gue kak Fahri" jawab Adara
"gebetan baru Ra?" Nisya menaik turunkan alisnya menggoda Adara
"gebetan katamu, aku udah punya suami kali"
"bukan ih malah udah kaya kakak aja" kata Adara
Nisya terkekeh "bisa aja kan kaya kakak terus jadi pacar terus jadi suami"
"ngaco Lo ah"
__ADS_1