My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 78


__ADS_3

Happy Reading❤️


~


Meskipun di awali dengan perdebatan kecil namun mereka berhasil menyantap masakan Adara dengan tenang dan lahap hingga semua makanan itu ludes seketika tak tersisa sedikitpun, hanya menyisakan tulang-tulang ayam saja di atas piring mereka


Arsen yang melihat piring kotor berserakan di atas karpet hanya bisa menghela nafas jengah, sedangkan para teman-temannya yang selesai makan malah membubarkan diri tanpa mau membereskan wadah bekas makanan nya


"abis makan, bukannya beresin lagi wadahnya malah pada bubar, engga tau diri banget emang" cibir Arsen, ia membereskan semua piring-piring kotor tersebut dan menatanya dengan di tumpuk sedangkan bekas tulang ayamnya ia masukkan ke dalam plastik untuk di buang ke tempat Sampah, kemudian ia membawa piring-piring kotor itu ke dapur untuk ia cuci


Sebenarnya Arsen sangat tidak suka melihat cucian piring kotor berserakan, maklum saja Arsen adalah orang yang penyuka kebersihan sama seperti Adara tidak ada bedanya, jika saja Adara melihat piring kotor berserakan gini pasti langsung ia cuci


"Orang-orang abis makan langsung pada nyantai aja rebahan, enak banget udah serasa jadi raja" Arsen melipat lengan panjang kaos yang ia kenakan, lalu ia mulai mencuci semua piring kotor yang sudah menumpuk di atas wastafel


"Hey, rajin bangett deh" Adara menoel siku tangan Arsen yang tengah asik menggosok sendok menggunakan spons


Arsen menoleh "dari mana aja kamu Ra?"


"Aku?" Adara menunjuk dirinya sendiri "aku abis dari kamar mandi, lagi enak-enak nya makan eh malah kebelet"


"Kok aku tadi engga liat kamu beranjak ya?"


"Kamu mana ada merhatiin aku, tadi waktu makan malah terus aja fokus sama ayam bakar rebutan sama kak Reza" Adara melipatkan kedua tangan nya di dada


Arsen tertawa "abisnya Makanan nya enak banget Ra, jelas aja aku engga mau kehabisan sama si Reza yang edan lahap banget makan nya"


Adara memutarkan bola matanya "Kamu kan bisa aja aku masakin ayam bakar lain kali dan setiap hari, engga usah pake rebutan sama kak Reza juga"


"Iya juga ya, tapi beneran kan Ra? Mau masakin aku ayam bakar kaya tadi, setiap hari?" Tanya Arsen memastikan


"Iya" Adara mengangguk "kalo kamu engga bosen-bosen ya aku bakal masak itu terus, lima ekor ayam aja sekalian kalo perlu biar kamu puas"


"Oh iya, sini biar aku bantu nyuci piringnya, sen"


"Eh engga usah Ra, sebaiknya kamu ke temen-temen aja sana.. nanti aku nyusul, lagian ini juga tinggal dikit lagi beres kok" Arsen menghalangi ruang untuk Adara yang berniat membantunya


"Tapi.. engga apa-apa kamu sendirian? Padahal mah ini tugas aku bukan tugas kamu"


"Engga masalah sayang" Arsen memutarkan tubuh Adara supaya membelakangi nya kemudian ia mendorong bahu Adara pelan menyuruhnya keluar dari dapur "udah sana depanin temen-temen"


"Eh dara, Lo dari mana aja?" Tanya Nisya yang tengah memainkan ponselnya sembari memakan cemilan di depan tv


"Gue dari belakang" jawab Adara, ia menoleh kesana kemari seolah sedang mencari sesuatu "kakak-kakak yang cowok pada kemana sya?"


"Ada tuh di depan lagi pada bersihin karpet"


Adara merebut cemilan yang di pegang oleh Nisya "baru tau gue sya ternyata ada ya tamu yang engga tau diri kaya Lo, enak aja Lo, semua pada kerja bakti beres-beres, Lo malah santai aja disini makan cemilan"

__ADS_1


"Lah? Kan gue engga punya kerjaan Ra, yaelah.. jadi tuan rumah bawel amat, kan udah ada tenaga gede noh dari para lelaki, jadi ngapain gue harus capek-capek buang tenaga, yakan" Nisya kembali merebut cemilan miliknya dari tangan Adara kemudian ia membenarkan posisi duduknya selonjoran santai ke atas sofa


"Oh iya Ra, abis ini kita main truth or dare, gue juga udah ngajak yang lain, Lo ajak si Arsen"


"Main truth or dare?" Adara terlihat menimbang-nimbang


"Iya Ra, jangan bilang Lo engga mau"


"Gue terserah kalian deh ikut aja, Arsen masih nyuci piring di belakang bentar lagi juga dia bakal nyusul kesini"


"Yaudah yuk kesana, sekalian nunggu si Arsen nyusul" ajak Nisya


Adara, Nisya, Reza, Alex dan Zico sudah mulai duduk melingkar diatas karpet bersiap akan bermain tinggal menunggu kedatangan Arsen yang masih di belakang


"Nah itu dia si Arsen" tunjuk Zico saat melihat Arsen berjalan menghampiri mereka


Arsen duduk di tengah di antara Alex dan Reza


"Lo terlalu rajin bro" ucap Alex


"Daripada Lo Lo pada, abis makan malah rebahan bukan nya cuci piring" Arsen menjitak kepala teman nya satu per satu kecuali Nisya, tentu saja Nisya di lewatkan karena jika sampai Arsen menjitak kepala Nisya, ia bisa di amuk istrinya


"Oke, karena semua anggota sudah lengkap, kita bisa langsung mulai permainan nya" kata Nisya


"Kita mau main apa emang?" Tanya Arsen


"Wah kaya nya bakal seru nih" Arsen terlihat bersemangat


Reza menyimpan sebuah botol bekas minuman di tengah-tengah mereka berkumpul, kemudian mereka melakukan hompimpa terlebih dahulu guna menghindari kecurangan, dan Nisya lah yang mendapat bagian pertama yang memulai permainan itu, ia memutar botol tersebut dan menunggunya hingga berhenti, semua mata tertuju pada Arsen saat ujung botol tersebut mengarah pada Arsen


"Arsen, truth or dare?"


"Truth!" Jawab Arsen mantap


"Lo udah mantap-mantap sama istri Lo itu belum?"


Adara langsung melotot ke arah Nisya


"Kalem boss" ucap Nisya pada Adara tanpa bersuara dengan hanya menggunakan gerakan bibir saja


"Belum" Arsen menggelengkan kepalanya


Alex menampar pipi Arsen "normal kan Lo?"


"Woy apa-apaan Lo nampar gue" pekik Arsen sembari mengusap pipinya yang terasa panas


"Ga kebayang gue sampe temenan sama homo"

__ADS_1


"Lo gila? Gue normal ***** masih suka sama cewek" ucap Arsen tak terima


"Yang bener aja sen Lo udah nikah dan serumah selama satu tahun lebih sama Adara tapi belum malam pertama?" Tanya Zico tak percaya


"Udah, udah jangan berantem, mereka belum mantap-mantap karena si Adara belum siap" lerai Nisya, ia merasa harus bertanggung jawab karena pertanyaan nya ini membuat para lelaki harus ribut


"Udah ayo lanjutin, giliran Lo yang muter botolnya sen"


Dengan tangan kanan yang masih memegang pipinya bekas tamparan Alex, Arsen memutarkan botol tersebut menggunakan tangan kirinya dan ekspresi wajahnya berubah menjadi semangat seketika saat ujung botol bekas itu berhenti tepat di depan Reza yang tengah asik mengupil


"Reza, truth or dare?"


"Dare" Reza menjawab asal tanpa berfikir panjang terlebih dahulu


Senyum jahil terpasang di wajah Arsen, ia melupakan pipinya yang masih terasa perih "Cium pipi si Nisya, za"


Spontan semua teman-teman nya yang berada disana langsung menatap ke arah Arsen apalagi Nisya yang sudah mengeluarkan jurus bar-bar nya


"Arsen, Lo udah gila?!" Teriak Nisya


"Tantangan yang bagus sen!" Kata temen-temen Arsen yang lain mendukung


"Ayo Za, cium za! Biar memperlancar pdkt Lo!" Dukung Alex


Sementara Reza malah menatap wajah teman-temannya satu per satu dengan tatapan yang penuh kebingungan


"Ngapain Lo malah cengo kaya orang **** *****" Zico melemparkan botol bekas yang tergeletak di atas karpet tepat mengenai kepala Reza


"Cium ya? Oke, sini dek. Mas cium pipinya" Reza mendekatkan posisi duduknya ke depan mendekati Nisya


Dengan spontan Nisya meninju bibir Reza yang sudah mencondongkan wajahnya ke depan yang hampir mengenai pipi Nisya


"Anjerr bibir guee" teriak Reza dengan kedua tangan yang menutupi mulutnya


"jahat banget kamu, za!" Pekik Nisya,


Nisya kemudian ia beranjak dari duduknya dan berlari masuk ke dalam kamar yang sudah Adara siapkan untuk ia tiduri nanti, Nisya menutup pintu kamar itu dengan kasar hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras


"Kamu udah keterlaluan kak!" Kata Adara kemudian tatapan nya beralih menatap tajam ke arah Arsen "dan kamu sen, awas aja kamu. urusan kita belum selesai!" Lalu Adara berdiri pergi menyusul Nisya ke kamarnya.


.


.


.


Bersambung~

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak dukungan buat author yaa🤗 Terima kasih🌹


__ADS_2