
Di pinggir jalan raya itu ada banyak orang yang sedang ronda malam, mereka terdiri dari 6 orang bapak-bapak
Semua orang ronda malam yang berada disitu sangat terkejut ketika melihat kecelakaan pada tengah malam begini, kecelakaan antara sebuah mobil merk BMW i8 dengan sebuah truk, warga ronda itu banyak yang menduga bahwa kecelakaan ini di akibatkan oleh kelalaian supir truk yang tengah mengantuk padahal yang sebenarnya terjadi dua-duanya pun sama-sama lalai, Arsen yang mengendarai dengan mabuk berat dan sang sopir truk yang mengendarai dengan menahan kantuk
Bagian depan mobil mewah yang di kendarai oleh Arsen penyok terhantam sebuah pohon yang kuat, sedangkan truk dan si sopir truk tadi selamat tanpa luka dan lecet sedikitpun karena sang sopir truk yang tadi sempat menginjak pedal rem mobil truknya
Semua orang yang berada disitu langsung menolong Arsen dan mengeluarkan nya dari dalam mobil, sebagian ada pula yang menangkap sopir truk tadi supaya mau mempertanggung jawabkan kelalaian nya dan salah satu orang warga itu langsung menelfon polisi untuk datang ke TKP dan tak lupa memanggil ambulans untuk membawa Arsen ke rumah sakit
Arsen mengalami luka pada bagian kepala karena benturannya
Saat akan digotong keluar dari mobil oleh para warga disitu Arsen sempat mengucapkan kata "Adara"
Beruntung nya ponsel Arsen masih disana dengan keadaan selamat sehingga para warga disitu bisa menghubungi kerabat Arsen untuk memberi kabar dan telfon yang mereka tuju adalah teman-teman Arsen
Arsen dibawa masuk ke dalam rumah sakit dan segera di tangani lukanya oleh dokter dengan di susul kedatangan ketiga temen Arsen siapa lagi kalau bukan hanya Reza Zico Dan Alex
"Saya ikut masuk kedalam dok" teriak Reza dari kejauhan
"Mohon maaf, anda tidak bisa ikut masuk. Anda bisa tunggu disini" kata suster yang akan menangani Arsen
"Lakukan yang terbaik untuknya" kata Reza
"Akan saya usahakan" timpal suster itu
"Arrghh gila emang si Arsen lagi mabok berat malah ngendarai mobil" Reza menggerutu kesal sedangkan Alex dan Zico hanya diam saja sedari tadi mendengarkan ocehan Reza
"Za, sebaiknya Lo telfon istrinya" saran Alex
"Oh iya gue lupa, bentar gue telfon dulu" kata Reza sembari langsung mengambil ponsel untuk menelfon Adara
Panggilan terhubung "halo Adara" ucap Reza
"Iya kak Reza, halo. Ada apa ya kak?" Tanya Adara dari seberang sana
"Maaf sebelumnya dara, saya mau memberitahukan bahwa Arsen baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang ia sedang berada di rumah sakit xxx untuk di tangani" kata Reza to the poin
"Apaa??!" Terdengar suara teriakan orang disana, sepertinya Adara shock, dan telfon pun terputus secara tiba-tiba
"Halo, dara halo"
"Gimana za?" Tanya Alex
"Seperti nya Adara sangat shock, sambungan telfon terputus secara sepihak, gue harus jemput Adara kesana, gue engga mau sampe terjadi apa-apa sama Adara" jawab Reza dengan wajah khawatir nya
__ADS_1
"Engga, engga. Sebaiknya Lo duduk dulu disini, Lo harus tenang. Percaya sama gue Adara pasti baik-baik aja dan bakal datang kesini dengan selamat" jelas Alex mencoba menangkan Reza
"Betul za, Lo jangan terlalu gegabah dalam mengambil tindakan, kita harus hadapi dengan tenang" timpal Zico
Reza yang mendengar perkataan kedua teman nya itu langsung diam dan kembali duduk dengan tenang
...
"Eh non, nona mau kemana?" Tanya bi Atik terkejut saat melihat nona majikan nya berjalan terburu-buru keluar rumah
Saat itu bi Atik kebangun dari tidur nya karena ingin pergi ke kamar mandi, namun niatnya itu ia urungkan karena melihat nona majikan nya keluar menggunakan jaket dengan terburu-buru
"Arsen kecelakaan Bi, saya harus segera kesana, tolong bibi tetap disini jaga rumah ya" kata Adara
"Astaghfirullah tuan Arsen" ucap bi Atik terkejut "tapi nona mau pergi sama siapa? Ini udah tengah malem non"
"Aku bisa pergi sendiri, tenang aku bawa mobil"
"Hati-hati ya non, kalo ada apa-apa di jalan jangan coba-coba buka pintu atau kaca mobil abaikan aja nona fokus bawa mobil sampe ke tempat tujuan" peringat bi Atik
"Siap bi" jawab Adara dengan wajah yang terlihat tenang padahal di dalam hatinya ia merasa sangat khawatir dan cemas
Sesampainya di rumah sakit Adara berjalan dengan tergesa-gesa kesana kemari mencari keberadaan Arsen sampai ada seseorang yang memanggilnya orang itu adalah Reza
"Kak Reza, gimana keadaan Arsen? Apa yang terjadi padanya? Apa lukanya parah?" Tanya Adara panik
"Kita masih belum tau dan belum memastikan semoga Arsen baik-baik saja dan luka nya tidak terlalu parah, sebaiknya kamu duduk dulu kita tunggu penjelasan dari dokter" Reza memapah tubuh Adara untuk duduk disana
Adara mengangguk, ia duduk disana dengan tangan menutup wajahnya seperti orang yang sedang frustasi
"Kalian tunggu disini dulu ya, gue sama Zico mau beli minuman, Lo jagain dara, za" kata Alex
"Ya Sono" jawab reza
"Apa kamu mencintai Arsen?" Tanya Reza yang duduk di sebelah Adara secara tiba-tiba, ia bertanya tanpa menoleh ke arah wajah Adara
"Aku tidak tau cinta kak, tapi aku akan selalu melakukan yang terbaik untuknya sebagai suamiku" jawab Adara jujur
"Dia sangat beruntung bisa memilikimu Adara" ujar Reza
"Tidak kak, apa yang perlu dia untungkan dari memiliki ku? Karena ku dia harus mengalami kecelakaan seperti ini, seandainya saja saat itu aku menuruti keinginan dia yang ingin mengantarku pergi ke supermarket mungkin sekarang tidak akan ada hari ini dan tidak akan pernah ada hari yang buruk seperti sebulan belakangan ini" kata Adara penuh sesal dengan tangisan nya
"Kamu jangan terlalu berlebihan dara, aku tau kamu tidak pernah bersalah, semua yang terjadi pada Arsen murni karena keegoisan nya sendiri, aku tau kejadian itu hanya salah faham tapi kenapa dia tidak mau menyelidiki nya terlebih dahulu dan lebih memilih menyimpulkan sendiri sesuai kata fikiran nya lalu dia membencimu?!" Timpal Reza, suaranya terdengar tegas
__ADS_1
Namun Adara diam, ia tak berniat menjawab perkataan reza yang sangat panjang kali lebar itu
"Apa kamu mau memberi tahuku dimana lokasi kejadian itu dara?" Tanya reza lagi "atau lebih bagusnya kamu ceritakan kronologi kejadian nya dari awal sampai akhir, kalo kamu engga keberatan"
Adara mendongakan wajahnya menatap ke arah Reza, ia tertarik ingin menceritakan semua nya pada Reza berharap dengan cara ini ia bisa tenang
Reza menganggukkan kepalanya tanda mengerti saat Adara menceritakan kronologi kejadian penculikan nya, sebenarnya dari awal Reza sudah berprasangka bahwa orang itu pasti punya niat jahat untuk Arsen
"Aku akan membantu memperbaiki hubungan kalian" ucap Reza yakin
Adara tersenyum menatap Reza, akhirnya ia merasa lega karena mempunyai teman cerita
"Ceklek" pintu ruangan terbuka keluarlah seorang dokter yang sudah mengobati luka Arsen bersamaan dengan kembalinya Alex dan Zico
"Apa ini keluarga dari pasien?" Tanya dokter itu
"Saya istrinya dok" jawab Adara cepat "bagaimana keadaan suami saya?"
"Begini bu, suami ibu baik-baik saja, kondisi nya tidak terlalu parah hanya benturan keras di kepalanya saja, tapi sudah kami tangani dengan baik, tapi suami ibu masih belum siuman karena efek obatnya yang masih menyeluruh, sebaiknya untuk sekarang kita biarkan istirahat dulu sampai besok" dokter Julian menjelaskan
"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih dokter. Apa boleh saya masuk ke dalam melihat kondisi suami saya?" Tanya Adara lagi
"Tentu Bu, silahkan" dokter Julian mempersilahkan Adara masuk ke dalam ruangan Arsen di rawat "Tapi maaf, yang di perbolehkan masuk hanya 1 orang saja" timpal dokter Julian saat melihat ketiga kawan Arsen ingin ikut masuk ke dalam
"Kalian tunggu disini saja ya biar aku yang masuk" kata Adara
Ketiga kawan Arsen itu mengangguk setuju
Adara membuka pintu ruangan itu perlahan, tatapan nya langsung tertuju pada Arsen yang sedang terbaring memejamkan matanya dan perban yang menempel di kepalanya, Adara berjalan menghampiri Arsen dengan langkah yang sangat pelan sekali karena ia tidak mau mengganggu istirahat Arsen
Adara mengambil kursi yang berada di dalam ruangan itu dan menyimpan nya di sisi tempat tidur Arsen untuk Adara duduki, tangan nya meraba dan mengusap rambut Arsen dengan lembut kemudian secara perlahan Adara mendekatkan wajahnya pada wajah Arsen kemudian ia mencium puncak kepala dan kedua pipi Arsen dengan penuh kasih sayang "lekas sembuh suamiku" ucap Adara dengan suara yang sangat pelan sekali bahkan nyaris tak terdengar
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote karena dengan like komen dan vote itu juga sudah sangat berharga buat author ngebikin author tambah semangat lagi🌹
Sekian dari dulu dari author.
author sangat banyak mengucapkan TERIMA GAJI, eh salah maksud author TERIMA KASIH. hehe
__ADS_1
Love you guys❤️