My Bad Husband

My Bad Husband
eps. 20


__ADS_3

hari ini adalah hari pertama Adara kuliah setelah menikah, ia bangun lebih pagi karena harus menyiapkan makanan dan keperluan untuk dirinya dan Arsen suaminya


setelah makan dan mempersiapkan segala keperluan nya Adara duduk di bangku depan rumahnya menunggu kedatangan ojek online yang sudah ia pesan


memang dirumah itu hanya ada 1 mobil yang sudah pasti akan digunakan oleh Arsen, semua adalah renacana tuan Aryo yang hanya menyediakan 1 mobil dirumah itu tujuan nya tak lain adalah untuk mengakrabkan mereka supaya Arsen dan Adara bisa selalu bersama pulang pergi dari kampus.


sedangkan Arsen masih di kamarnya sedang bersiap-siap memakai pakaian nya


"selera nya bagus juga" Arsen berbicara sendiri sambil melihat pantulan dirinya melalu cermin setelah ia mengenakan pakaian yang sudah dipilihkan oleh Adara


Arsen langsung buru-buru makan karena takut telat dan hari sudah mulai siang


Adara semakin kesal menunggu karena ojek online yang ia pesan tidak kunjung tiba


"kalo tau gini lebih baik dari tadi gue langsung jalan kaki aja mungkin sekarang gue udah sampe di kampus" gerutu Adara


dengan kesalnya Adara menendang botol minuman yang ada di depan Nya dan tanpa sengaja botol itu mental tepat mengenai kepala Arsen yang baru saja keluar dari dalam rumah

__ADS_1


"Opss, malah kena si monster pula siap-siap di amuk deh gue" gumam Adara


"woyy siapa ini yang lempar botol sembarangan" Arsen melirik-lirik ke sekitar rumahnya mencari apakah ada orang disitu dan matanya tertuju langsung pada Adara yang sedang berdiri


"Maaf ga sengajaa" Adara mengangkat jari nya ke udara


"Lo pikir sebuah masalah bisa selesai dengan cuma kata maaf?" mata Arsen mendelik tajam memandang wajah Adara


"heh apa Lo ga ingat waktu Lo ngotorin baju gue?! Lo minta maaf sama gue juga engga!, dan Lo sekarang seenaknya bikin hukum sendiri" sengit Adara


"udahlah untuk sekarang gue ga ada waktu buat debat sama Lo karena takut telat" Arsen langsung masuk ke dalam mobilnya


saat mobil yang di kendarai Arsen melaju pelan tepat di depan Adara, Arsen membuka kaca pintu mobil nya "Lo liat tuh jam, semoga Lo ga minta Tebengan sama gue" kata Arsen dengan seringai licik di wajahnya kemudia ia langsung menancap gas mobilnya meninggalkan Adara


"MONSTEERRR!!!!! Lo bikin gue kesel Mulu" Adara mengehentak-hentakan kaki nya dengan kesal


"teteh nya engga apa-apa kan?" kata seseorang di samping Adara yang tak lain adalah Abang ojek online yang Adara pesan baru saja sampe

__ADS_1


"ini Abang ojek yang aku pesan?" tanya Adara


"iya bener neng, maapp pisan neng saya kelamaan datengnya soalnya tadi ban motor saya sempat kempes, jadi harus saya tambal dulu ban nya" kata Abang ojol itu bicara dengan logat Sunda nya


"iya udah atuh mang engga apa-apa, sekarang tolong anterin saya ke kampus A kalo bisa secepatnya mang, saya udah telat ini soalnya" kata Adara


"siappp, hatur nuhun pisan neng udah ngertiin saya"


Abang ojol itu sangat berterima kasih pada Adara karena jarang-jarang ia menemui penumpang yang sangat pengertian seperti Adara


kalau saja jika tadi penumpang nya bukan Adara mungkin sekarang ia sudah di marahi habis-habisan oleh si calon penumpang bahkan bisa saja diberi rating yang buruk


"kampus ini ya neng?" tanya Abang ojol pada Adara setelah sampai di depan kampus dengan gedung yang tinggi itu


"iya benar mang makasih, ini helm sama ongkosnya, dan udah pasti aku kasih bintang 5" Adara menyerahkan helm yang ia pakai dan beberapa lembar uang ratusan pada Abang ojol itu


"Masya Allah neng, ini ongkosnya kebanyakan atuh, tarifnya cuma 30 rebu aja neng" Abang ojol menolak uang yang diberikan Adara karena menerutnya uang ini terlalu banyak

__ADS_1


"engga apa-apa mang, selebihnya buat mamang aja ya tolong terima ini rezeki pemberian dari Allah lewat perantara saya, semoga mang sekeluarga sehat selalu, yasudah aku harus segera masuk kedalam ya mang soalnya udah telat banget ini" Adara menunduk sopan pada Abang ojol itu dan segera berlari masuk kedalam kampusnya


"Alhamdulillah ya Allah hatur nuhun pisan atas semua rezeki na, hatur nuhun pisan neng, semoga kebaikan neng terbalaskan oleh Allah" kata Abang ojol dengan menitikan air mata terharu sambil terus memandang punggung Adara yang berlari semakin jauh dan menghilang dari pandangan nya


__ADS_2