My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 59


__ADS_3

Happy Reading❤️


Di dalam mobil Arsen terus saja memukuli stir mobilnya dengan kasar, ia terus memikirkan apa barusan kata katanya pada Adara sudah sangat keterlaluan? Tapi itu memang diluar kendalinya


Arsen merenungi perkataan Adara yang terus mengiang di telinganya, ia takut semua perkataan Adara menjadi kenyataan "jangan menyesali sesuatu yang telah hilang katanya, apa maksud Adara?" Fikir Arsen


Disisi lain Arsen juga sebenarnya sangat ingin sekali mendengar penjelasan dan cerita dari Adara namun ego nya yang lebih besar dari rasa penasarannya, ia sangat membenci suatu tindakan yang Bernama perselingkuhan


Yang mana mengingat masa lalunya, ibunya pergi meninggalkan nya karena ibunya itu selingkuh dari ayahnya dan memilih pergi bersama pria lain. Sungguh kejadian itu membuatnya trauma, dan selama itu ia tidak pernah percaya lagi dengan wanita dan tidak pernah mau jatuh cinta sampai ia tanpa di sengaja menikah dengan Adara seorang gadis cantik nan baik hati yang sudah berhasil mencuri hatinya secara perlahan dan itu pula pertama kalinya ia bisa merasakan yang namanya jatuh cinta pada wanita sampai ia juga harus merasakan yang namanya di selingkuhi


Ah tidak! Adara tidak mungkin berselingkuh dari Arsen. Adara adalah gadis yang baik ia tidak mungkin melakukan perbuatan senekat itu pada suaminya, Adara faham betul bahwa perbuatan itu adalah sebuah dosa yang sangat besar. Itu hanyalah kebodohan Arsen saja yang lebih mempercayai dan memilih masuk ke dalam perangkap jebakan orang jahat dibanding lebih mempercayai istri Sholehah nya. Arsen hanya tinggal menunggu hukuman nya saja yang akan datang padanya karena telah mendurhakai istrinya


Sekarang hanya hukuman saja yang dapat meluluh lantakkan hati Arsen yang sudah mengeras seperti baja hanya karena tertutup keegoisannya sendiri yang begitu sangat besar.


Arsen menghubungi teman temannya untuk mengajak mereka kumpul bersama di diskotik setelah sekian cukup lama ia tidak kumpul bersama teman nya lagi. Akhirnya mobil yang Arsen kendarai pun sampai di tempat yang Arsen tuju, Arsen langsung masuk ke dalam diskotik yang sudah terlihat ramai itu, ia lalu memesan beberapa minuman kepada pelayan disitu, tenggorokan nya terasa sangat haus melihat botol minuman yang sudah lama tidak ia rasakan lagi isinya apalagi sekarang saat ia sedang di kuasai amarah seperti ini, minuman itu akan terasa nyaman di tenggorokan nya dan dapat sedikit menghilangkan beban yang ada fikiran nya


Tak lama kemudian datanglah beberapa teman Arsen yang sudah Arsen hubungi sejak tadi, teman-teman Arsen itu adalah Alex, Reza dan Zico


"Halo bro apa kabar?" Sapa temen-temen Arsen serempak


"Ga baik gue" jawab Arsen datar


"Waduh kenapa bro, ayo cerita sama kita bro" Alex menepuk pundak Arsen dan ikut duduk di samping Arsen


"Emang bener semua perempuan sama aja" kata Arsen


"Maksud Lo apa sen? Jangan bilang kalo Lo ada masalah sama Adara" tukas Reza


Arsen mengacak rambutnya "Gue punya masalah apa lagi selain itu?"


"Gimana ceritanya? Emang Adara kenapa?" tanya Reza


Arsen pun menceritakan apa yang telah terjadi

__ADS_1


"Terus Lo percaya sama foto itu? Engga mau dengerin penjelasan dari istri Lo dulu?" Tanya Zico


Arsen mengangguk "udah jelas kan, jadi gue engga butuh penjelasan lagi" ucap Arsen sambil kembali menenggak minuman nya


"Gila Lo sen" Reza menggelengkan kepalanya


"Kita bertiga malah lebih percaya sama istri Lo! Bodoh Lo sen, gue percaya istri Lo engga mungkin ngelakuin hal itu!" Sanggah Alex sedikit kesal


"Bener sen, gue lebih percaya sama Adara, gue bakal selidiki masalah ini sampe clear, saat udah tau kebenaran nya, gue jamin Lo bakal nyesel senyesel nyeselnya orang nyesel!" Kebetulan Reza temen Arsen ini seperti detektif, ia bisa memecahkan berbagai macam permasalahan sampai ke akar-akarnya


"Lu lu pada apa apaan datang kesini malah bikin gue tambah pusing, engga ada yang berpihak sama gue. Gue temen kalian woy! Bantu tenangi gue dikit kek" Teriak Arsen kesal


"Lo salah, gue lebih berpihak ke Adara daripada ke Lo, **** Lo sen, mending Lo buruan minta maaf dah sama istri Lo sebelum semua terlambat" Alex menyarankan


"Lo engga apa-apain istri Lo kan?" Tanya Reza khawatir ia takut Arsen sampai memukul Adara, melihat kelakuan nya yang kasar saja sudah dapat Reza tebak


"Gue emang brengsek tapi gue engga mukul perempuan" jawab Arsen datar


"Jadi mau Lo gimana sekarang sen? Lo mau tetep pertahankan rumah tangga Lo kan?" Tanya Reza


"Bingung gue, gue bingung sama perasaan gue sendiri" jawab Arsen jujur


"Nah itu berati Lo masih sayang sama istri Lo. Lo itu cuma egois sen gara-gara Lo masih trauma sama masa lalu Lo! Ingat sen engga semua orang itu memiliki perilaku yang sama" kata Reza


Arsen terdiam merenungi perkataan Reza yang sangat benar, benar memang di hati kecilnya ia sangat menyayangi Adara tidak ingin sampai kehilangan Adara, menyesal sudah melontarkan kata-kata yang tidak pantas pada Adara, tapi kemudian ia kembali teringat dengan foto Adara bersama pria lain, hatinya kembali mengeras, ia benar-benar merasa tidak rela melihat istri yang sangat ia cintai tidur bersama orang lain, ia sangat kecewa dan menyalahkan Adara, kenapa Adara tidak bisa menjaga dirinya sendiri untuk suaminya


''nah diem. Nyesel kan Lo! Kalo Lo masih pertahanin Adara buat Lo sakiti, mending siniin aja istri Lo buat gue aja, gue jamin dia bakal selalu bahagia sama gue daripada sama Lo ngebatin doang sen" ucap Reza tegas dan serius


Sebenernya Reza sudah sangat kagum saat pertama kali ia bertemu dengan Adara dan menaruh hati padanya, namun perasaan nya itu sebisa mungkin ia tekan karena mengingat Adara sudah menjadi istri sahabatnya, ia tidak mau jika harus sampai kehilangan sahabat nya hanya karena seorang wanita, biar sudah Adara bersama orang lain apalagi orang itu adalah sahabat nya sendiri, asal Adara bahagia itu sudah cukup bagi Reza untuk mencoba mengikhlaskan


Arsen mengangkat kerah baju Reza "jaga omongan Lo bang***!!!"


Zico dan Alex langsung berdiri mencoba melepaskan tangan Arsen karena tak mau jika sampai mereka berkelahi apalagi di diskotik yang ramai ini

__ADS_1


Sedangkan orang yang ditarik kerah baju nya malah tertawa "Lo ngebahagiain dia juga engga nah dia diambil orang lain Lo engga mau dan marah? Ngotak sen! Itu anak orang buat Lo bahagian bukan buat dibikin nelangsa sama Lo! Mikir woy mikir, mana gaya laki Lo? banci Lo sen!!" Reza mengetuk-ngetukan jari telunjuk nya pada kening Arsen, membuat Arsen langsung kembali terdiam


Alex merangkul bahu Reza "Za, sebaiknya Lo tenang dulu, ngertiin keadaan dulu sebentar, si Arsen masih down za, Lo jangan bikin dia tambah down lagi"


"Ayo duduk dulu, sen Lo duduk dulu sen" Zico menarik tangan Arsen supaya duduk


"Mending kita minum lagi aja yok lah males debat gue" ajak Reza yang sudah merasa tenang


"Nah gitu ayo!" Seru Alex


Mereka berempat pun kembali berpesta sampai waktu menjelang pagi.


...


Sementara dirumahnya Adara masih menunggu kedatangan Arsen, Adara sudah menduga pasti Arsen akan pergi ke diskotik, ia takut Arsen pulang tengah malam dan dirumah hanya Adara sendirian, Adara pun memutuskan untuk tidur di kursi ruang tamu supaya tau jika sewaktu-waktu Arsen pulang dan mengetuk pintu rumahnya itu


Malam itu Adara tidak bisa tidur dengan tenang, sebentar tidur kemudian mengerjap lagi, begitu saja seterusnya sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, Adara mendengar suara mesin mobil di halaman rumahnya, ia sudah mengira bahwa itu Arsen yang sudah pulang, Adara pun langsung duduk di kursi untuk menghilangkan sedikit rasa kantuknya sambil menunggu Arsen mengetuk pintu


"Tok, tok, tok. Bukaa" teriak Arsen


Adara langsung berdiri membuka pintunya untuk Arsen


Arsen berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan sempoyongan hampir saja ia menabrak tembok jika tak di tahan oleh Adara


"Aku ga butuh bantuan kamu" ucap Arsen dingin


"Ya udah syukur, ga maksa mau bantuin kamu juga. Toh Kalo jatoh juga kamu yang rasain bukan aku, aku mau tidur ngantuk" kata Adara santai berjalan menuju kamar barunya mendahului Arsen


Arsen terbengong melihat Adara yang terlihat sangat berani padanya kemudian ia pun kembali berjalan dengan susah payah menaiki tangga rumahnya dengan tangan berpegangan kuat pada pegangan tangga.


Like komen dan vote buat author jangan lupa🤗


TERIMA KASIH🙏🏻❤️

__ADS_1


__ADS_2