
Di pagi hari itu Arsen bersama dua orang teman nya Reza dan Alex bersiap untuk pergi lagi mencari keberadaan Adara setelah memastikan penampakan Arsen kembali sudah membaik
"Jadi sekarang kita mulai dari mana dulu Za?" Tanya Arsen
"Kita mulai dari sini dulu sen, gue mau coba nyalakan pelacak hp Adara, ini kan udah hampir 6 bulan Adara pergi engga mungkin dia masih belum nyalain hp nya" jelas Reza
"Oke, ayo silahkan" kata Arsen setuju
"Tuh kan bener kata gue juga, Adara sempet nyalain hp nya beberapa hari yang lalu dan ini lokasi terakhirnya, wahh di pelosok sen. Kaya nya bakal sulit kalo nyari di pelosok, lebih baik kita datangi dulu lokasi nya ke jalan ini. Ayo kita berangkat mumpung masih pagi, soalnya jalan nya jauh banget ini sen" ajak Reza
"Bismillah Ya Allah, hamba ingin meminta pertolongan pertemukan lah kembali hamba dengan istri hamba" Arsen berdo'a dalam hati penuh harap
Mereka berempat pun berangkat menuju kabupaten C, sebuah tempat yang di duga sebagai tempat keberadaan Adara disana
...
Bersamaan dengan itu Nisya juga sama sedang berangkat kesana akan bertemu Adara, setelah 4 jam berkendara karena kebingungan mecari warteg yang Adara maksud dalam lokasinya tanpa sengaja Nisya menemukan sebuah warung makan yang menarik perhatiannya dengan spanduknya bertuliskan "warteg pereda lapar" sama persis seperti nama warteg yang Adara sebutkan padanya
Nisya memarkirkan mobil yang ia kendarai di depan warteg itu dan segera masuk kesana
Saat masuk kesana Nisya melihat seorang pelayan warteg itu dengan mengenakan masker dan kepalanya tertutup topi Hoodie yang ia kenakan, Nisya pun menghampirinya
"Permisi kak, apa benar warteg ini nama nya warteg pelipur lapar?" Tanya Nisya
"Iya benar kak, seperti yang kakak liat spanduk besarnya di depan sana" jawabnya
"Oh iya, apa benar disini ada pekerja yang bernama Adara?" Tanya Nisya lagi
"Ya benar kak"
"Mana dia, saya ingin bertemu dengan nya" kata Nisya senang
"Orang nya saya sendiri kak" pelayan itu membuka topi Hoodie dan masker nya
"Astaghfirullah, kampret bener Lo dara ngerjain gue" Nisya mendelik kan matanya pada Adara kesal
"Hehehe, kan biar rame. Lo engga ada niatan mau peluk gue gitu" Adara merentangkan kedua tangannya
"Mau dong aaaaa gue kangen adaraaaaa" Nisya memeluk Adara dengan heboh
untung saja warteg itu sedang sepi kalo saja sedang rame mungkin para pengunjung warteg yang sedang makan disana langsung kabur lari terbirit-birit tanpa sempat membayar karena takut dengan teriakan Nisya
"Nyasar dimana sih Lo sya? Gue share lok dari 5 hari yang lalu kok Lo baru nyampe?" Tanya Adara
"Gue engga nyasar ****, gue baru berangkat tadi pagi gara-gara susah minta izin sama ayah gue" jawab Nisya wajahnya terlihat kesal
"Mending ngomongnya disana aja yuk di cafe sebelah sana, engga enak ngobrol disini apalagi di warung" ajak Adara pada Nisya
"Hayu deh Ra"
"Nek, Aku pamit keluar sebentar ya sama temen" pamit Adara pada Bu Siti
"Kesana kemana neng?" Tanya Bu Siti
"Ke cafe sebelah situ tuh nek Deket kok" kata Adara
"Iya neng hati-hati ya jangan lama-lama" pesan Bu Siti
"Iya nek" jawab Adara
"Yuk sya"
"Kita naik mobil aja apa Ra?"
"Engga usah deh, Deket kok Disana. Sekalian olahraga lah sya naik mobil terus"
Sesampainya di cafe mereka pun langsung memesan minuman mereka tidak memesan makanan karena tidak merasa lapar
Cafe itu terlihat sederhana dan desain dengan interior klasik dan ada sebuah panggung hiburan berisikan berbagai macam alat musik yang biasa nya akan ada orang yang mengisi suara disana
Pesanan yang Adara pesan pun sampai
__ADS_1
Adara dan Nisya mulai banyak berbincang-bincang dengan serius, Adara menceritakan semuanya selama ia tinggal bersama Bu Siti
Seperti hal ini, selama Adara tinggal disana banyak sekali anak laki-laki seumuran Adara tetangga Bu Siti yang menyukai Adara bahkan ada beberapa orang yang terang-terangan menyatakan cintanya pada Adara dengan cara datang kerumah Bu Siti dan membawa beberapa makanan atau barang
Namun semua itu di tolak secara halus oleh Adara atau kadang juga yang menghadap tamunya itu Bima atau pak Abdul
"Hahaha, parah Lo Ra. Orang cantik mah bebas, kenapa engga Lo terima aja sih?"
"Terima kata Lo, gue masih istri sah Arsen" timpal Adara
"Eh bukan nya Lo udah pisah Ra?"
"Engga sya, gue masih istrinya Arsen, kita cuma pisah rumah doang"
"Buset Ra, pisah rumah doang sampe setengah abad"
"Setengah tahun ****"
"Ya itu maksud gue"
Tiba-tiba suara speaker di atas panggung terdengar "mohon maaf para pengunjung hari ini tidak ada yang bisa datang mengisi suara" kata pembawa acara itu
Nisya langsung berdiri mengangkat tangan nya "siapa bilang tidak ada yang mengisi suara, nih ada temanku dia jago nyanyi loh suara nya beuhhh ga boleh di ragukan lagi" Nisya menunjuk ke arah Adara
Adara yang sedang meminum minuman nya langsung tersedak saat Nisya mendengar perkataan Nisya "Lo apa-apaan sya" pekik Adara kesal
"Udah engga usah banyak tanya, nyanyi Sono biar fikiran Lo fresh engga butek"
"Ayo silahkan nona" kata pembawa acara itu Senang
"Tapi tapi" Adara diam saat semua orang yang berada di cafe itu bertepuk tangan menyetujui Adara menyanyi
Akhirnya mau tidak mau Adara pun naik ke atas panggung
Adara mulai memegang mic "Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh, perkenalkan nama saya Adara saya akan menyanyikan sebuah lagu yang sejujurnya lagu ini akan mewakili perasaan saya, semoga semua bisa terhibur" kata Adara
Nisya mengacungkan jempol pada Adara dari tempat duduknya
Alunan musik pun berbunyi di barengi dengan suara nyanyian Adara
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Saat kau ingat aku kuingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
__ADS_1
Kutahu kau selalu ingin denganku
Kulakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau
Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Saat kau ingat aku kuingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Kutahu kau selalu ingin denganku
Kulakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau
Saat kau ingat aku kuingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Kutahu kau selalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Kutahu kau selalu ingin denganku
Kulakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau
Kau*...
Suara Adara yang terdengar sangat lembut dan merdu membuat Semua para pengunjung di cafe itu bersorak bertepuk tangan saat Adara sudah menyelesaikan nyanyi nya.
tanpa ada yang menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengintai Adara bernyanyi dari balik jendela cafe itu.
.
.
.
Bersambung~
Siapkah gerangan orang itu? temukan jawaban nya di episode selanjutnya novel "My Bad Husband"
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote supaya author makin semangat lanjutnya🤗
Oh iya, author mau ngasih tau kalo author sudah rilis novel karya baru author, yang author beri judul :
"The Power Of Secretary"
jangan lupa nanti kalian mampir juga ya!🤭 ceritanya juga sudah dipastikan engga akan kalah seru dari novel ini loh guys😍
jangan lupa tinggalkan jejak berupa like komen dan vote🤗🌹
__ADS_1
Sekian dulu dari author
Author banyak ucapkan TERIMA KASIH❤️