
Arsen telah selesai membereskan barang-barang belanjaannya
"eh, gue ke kamar duluan ya? engga apa-apa Lo gue tinggal?" tanya Arsen pada Adara
"iya sana engga apa-apa" jawab Adara tanpa menoleh pada Arsen karena ia masih fokus mencetak adonan siomaynya
"yaudah, kalo Lo butuh apa-apa panggil aja gue dikamar" kata Arsen sambil berlalu pergi ke kamarnya
Adara hanya mengangguk
"ini beneran si Arsen yang serem kaya monster itu kan? engga salah? kenapa dia? kesambet jin apa itu orang ya? lembut sekali dia bener-bener berubah, mau masuk ke kamar juga pake izin segala sama aku, biasanya mah nyelonong aja masuk" gumam Adara bertanya-tanya dalam fikiran nya karena ia merasa benar-benar aneh dengan sikap Arsen akhir-akhir ini
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, cape sekalii, tinggal di kukus aja beres deh" Adara merenggangkan otot tubuhnya yang terasa pegal karena terlalu lama duduk tanpa merubah posisi
"sebaiknya aku harus mandi dulu, aku selesai mandi siomay Mateng abis itu panggil deh Arsen buat makan" Adara berkata pada dirinya sendiri
beberapa menit kemudian...
dikamar nya Arsen baru saja selesai mandi dan sekarang ia mengenakan pakaian nya
"krucuukk" perut Arsen berbunyi minta di isi
"haduhh lapar banget perut gue, Adara lagi apa ya? siomay nya udah Mateng belum ya? sebaiknya gue sekarang harus segera kebawah"
Arsen hendak keluar membuka pintu kamarnya terlalu kasar ia tak tahu bahwa di depan pintu kamar nya ada Adara yang hendak mengetuk pintu kamarnya itu
Adara yang hendak mengetuk pintu kamar Arsen reflek saat pintu kamar itu terbuka Adara yang hampir terjatuh tangan nya memegangi dada Arsen yang keras
dengan otomatis pandangan mata mereka saling bertemu, mereka saling bertatapan cukup lama
__ADS_1
"krucuukk" perut Arsen kembali berbunyi dan terdengar jelas oleh Adara
Adara yang sudah tersadar sepenuhnya langsung melepaskan tangannya dari dada Arsen
Arsen salah tingkah ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"bodoh, ini perut apa-apaan engga bisa di ajak kompromi sekali pake bunyi segala, ngeganggu moment langka gue aja" Arsen bergumam merutuki dirinya sendiri
"maaf Arsen maaf gue bener-bener engga sengaja tadi maksud gue mau ngetuk pintu kamar Lo mau ngajak Lo makan, dan gue engga tau kalo Lo mau keluar kamar, gue minta maaf, tapi boleh kok kalo Lo mau hukum gue gimana pun" Adara menundukkan kepalanya karena takut Arsen marah
tapi yang Arsen lakukan tidak pernah terduga sedikit pun oleh Adara
Arsen mengacak gemas rambut Adara dan tersenyum "dasar gadis bodoh, mana mungkin gue marah sama Lo cuma karena kaya gini yang ada gue seneng banget" kata Arsen sambil pergi meninggalkan Adara yang mematung
"apa yang barusan Arsen lakukan? aku kenapa? apa kata dia? dia senang? gue engga salah denger kan? gue engga lagi mimpi kan? bundaa tolongin Daraa, dara takut sakit jantung ini jantung dara kenapa kaya yang mau loncat gini" Adara memegangi jantungnya yang berdebar tak karuan
"hei gadis bodoh, buruan kemari, gue udah lapar" Arsen berteriak dari lantai bawah
Arsen tersenyum senang melihat pipi Adara yang masih terlihat merah
"ayo buruan isi piring suamimu ini sudah sangat lapar sekali" kata Arsen tak sabar
Adara langsung mengisi piring Arsen dengan beberapa siomay dan tak lupa bumbunya
Arsen langsung melahap siomay buatan Adara itu
satu suapan masuk ke mulut Arsen, Arsen terdiam sejenak tanpa mengunyah siomay yang sudah masuk ke mulutnya itu
Adara yang melihat Arsen diam tak mengunyah makanan nya langsung gelisah ia takut Arsen marah besar karena makanan buatan nya tak enak
__ADS_1
"Arsen, kenapa? engga enak ya?" tanya Adara pelan dan hati-hati
"ini, ini beneran kan Lo yang buat?" Arsen menatap Adara tak percaya
"iya" jawab Adara pelan
"sumpahh ini enak bangeettttt" teriak Arsen
Adara terkejut mendengar Arsen berteriak
"hei jangan kaget, gue bukan teriak marah tapi teriak senang ini makanan enak bangett" kata Arsen senang, wajahnya benar-benar terlihat bahagia
"beneran? tapi kenapa tadi Lo diem?" tanya Adara masih dengan hati-hati
"gue diem karena engga percaya kalo makanan yang Lo buat bisa seenak ini, ayo coba Lo juga cicipi nih masakan Lo sendiri" Arsen menyodorkan siomay ke mulut Adara hendak menyuapinya
Adara terbengong melihat Arsen hendak menyuapinya
"ayo eh ini tangan gue udah pegel" kata Arsen
Adara langsung melahap nya sebelum Arsen marah
"gimana? enak bangett kan?"
Adara mengangguk "iya Alhamdulillah usahaku engga sia-sia"
Arsen tersenyum dan kembali mengacak rambut Adara "good girl"
"Masya Allah, tampan sekali dia senyum" gumam Adara
__ADS_1
"udah kagumnya?" Arsen tertawa