
Hai guys, seperti yang sudah author umumkan di kolom komentar bahwa mulai kemarin dan seterusnya author hanya bisa up 1 episode dalam 1 hari🤗
happy reading guys😘
"bagaimana demam mu? apa sudah menurun?" Arsen memeriksa kening Adara untuk mengecek suhu tubuhnya dan ternyata panas nya sudah menurun
"Alhamdulillah sudah baikan kok, masih sedikit pusing sih" kata Adara
"Alhamdulillah terima kasih ya Allah" Arsen menadahkan tangan nya ke atas seolah sedang berdo'a
Adara tersenyum senang melihat sikap Arsen yang semakin hari semakin berubah menjadi semakin lembut dan perhatian kepada nya, ia sangat senang dan sangat bersyukur bahwa tanpa di sangka-sangka suami nya yang dulu begitu kasar kini telah benar-benar berubah walau sebenarnya masih belum berubah sepenuhnya, namun setidaknya ini adalah sebuah kemajuan dan perubahan yang sangat bagus
"oh iya kamu harus makan dan minum obat, tunggu disini ya aku bikinin bubur buat kamu" kata Arsen bergegas hendak keluar kamar
namun Adara langsung memegang tangan Arsen mencegah nya pergi, Adara memeluk Arsen yang sudah berdiri "jangan tinggalin aku, aku engga mau sendirian aku takut" kata Adara suaranya terdengar lirih seperti benar-benar sedang ketakutan
''engga kok sayang, aku engga akan kemana-mana aku cuma mau ke dapur buatin kamu bubur" Arsen mencoba melepas pelukan Adara, namun Adara semakin mempererat pelukan nya dan menangis yang mana membuat Arsen terkejut
"pokoknya engga boleh" Adara menggelengkan kepalanya perlahan
"tapi kamu harus makan sayang, obatnya harus diminum supaya kamu cepat sembuh" Arsen membelai rambut Adara penuh kasih sayang
"aku engga pengen makan, aku cuma pengen kamu ada disini temenin aku"
"oke sayang iya aku akan tetap disini engga akan kemana-mana, aku telfon pak Kasim aja suruh belikan dan antarkan bubur kesini ya"
Arsen langsung mengambil ponsel nya dan menelpon pak kasim untuk membelikan nya bubur
Adara mengangguk kemudian ia menatap lurus ke depan, tatapan nya kosong
"bundaa, dara kangen bunda" kata Adara pelan dengan menitikan air matanya
Arsen yang melihat itu langsung menghapus air mata Adara dengan tangan nya dan mendekapkan tubuh Adara ke pelukan nya
Air mata Arsen ikut menetes, hatinya benar-benar merasa sedih dan sakit melihat keadaan orang yang di sayangi nya itu "maafkan aku sayang, sekarang kamu harus fokus sembuh dulu ya, setelah kamu sembuh dan sehat aku janji akan mengajakmu ke rumah bunda, dan kita akan menginap disana"
Adara yang mendengar perkataan Arsen langsung antusias "beneran? Arsen engga bohong kan? janji?"
"tentu saja sayang, Arsen janji engga akan bohong" kata Arsen dengan tersenyum
"janji ya?" Adara mengacungkan jari kelingkingnya
Arsen tertawa melihat tingkah istrinya yang sangat kekanak-kanakan itu kemudian ia pun ikut mengacungkan jari kelingkingnya dan menyatukan nya dengan jari kelingking Adara
"aku janji"
.
.
.
Di kediaman tuan Derry, saat ini Andra sedang mengeluh merasakan sakit pada bagian dadanya, ia mulai merasakan sakit sejak tadi malam dan dengan di ikuti perasaan nya yang merasa tidak enak
__ADS_1
ia terus saja memikirkan Adara sang adik kesayangan satu-satunya itu "semoga adikku baik-baik saja" hanya itu kata yang selalu ia ucapkan
Berkali-kali bunda Laura mencoba menenangkan Andra namun tetap saja Andra masih khawatir
"Andra, kamu harus tenang, percayakan pada allah kalo Adara akan selalu baik-baik saja, bunda yakin suami Adara adalah orang yang baik dan bertanggung jawab" kata-kata bunda Laura yang sudah ia ulang berkali-kali dari sejak tadi malam untuk menenangkan Andra.
......
Arsen memindahkan bubur itu kedalam mangkok dengan hati-hati, bubur yang masih panas dengan aroma yang menggugah selera yang baru saja pak Kasim antarkan kerumah nya
"bismillahirrahmanirrahim, ayo sayang kita makan dulu, aaaaaa" Arsen menyuapkan sesendok bubur yang mana tadi sebelumnya sudah ia tiup terlebih dahulu supaya dingin
Adara tersenyum melihat perlakuan Arsen pada nya "wahh ini bubur enak sekali"
"tentu saja untuk istri kesayanganku harus yang spesial" kata Arsen
Pipi Adara memerah seperti kepiting rebus "ish apaan" ia memukul ringan tangan kekar Arsen
kemudian mereka tertawa bersama dengan berbagai Senda gurau yang membuat isi rumah itu terasa hangat walau hanya di huni oleh dua orang yang sedang memadu kasih, sampai tak terasa bubur yang Adara makan sudah habis
"sekarang waktunya minum obat" kata Arsen
Arsen mengambil dan membuka bungkus obat untuk Adara "nih, aaaaa" ia menyuapkan obat ke mulut Adara dan langsung memberi nya air minum
"Alhamdulillah, cepat sembuh ya sayang" Arsen mengusap dan mencium puncak kepala Adara
"makasih banyak ya atas semuanya" ucap Adara pelan dan sedikit canggung
"hei, kamu ini bicara apa sayang? engga perlu berterima kasih padaku, karena ini sudah menjadi tugas dan kewajiban ku untuk selalu menjadi suami yang siaga"
"mulai sekarang aku akan menyewa pembantu ya supaya kamu engga kecapean, aku engga mau liat kamu sakit kaya gini lagi" kata Arsen
Adara mengangguk
"tapi aku engga mau makanan selain masakan kamu" wajah Arsen memelas
Adara terkekeh "tenang aja, aku masih mampu masak kok"
"iyessss, terima kasih istriku" teriak Arsen kegirangan
"seneng banget ya sampai segitu nya"
"iya dong, masakan kamu engga ada tandingan nya buat aku mah"
"hehehe, memang nya sebelum kita nikah, yang masakin kamu siapa?" tanya Adara
"dulu yang masakin aku tentu saja mama, masakan nya sangat enak sama seperti masakan mu" jawab Arsen
kemudian Arsen menunduk sedih "tapi semenjak mama pergi ninggalin aku, aku engga pernah lagi makan makanan yang enak, waktu itu ayah selalu membelikan ku makanan di warteg, setelah ayah bisa menyewa pembantu, lalu pembantu yang masak di rumah tapi rasa masakanya biasa saja yang ngebuat aku males makan di rumah, terpaksa aku harus makan di cafe atau di restoran, dan sekarang yang terpenting Allah sudah mengirimkan aku seorang wanita sebagai pengganti mama yaitu kamu"
Adara ikut bersedih mendengar cerita Arsen, sebenarnya ia tidak tahu menahu soal masa lalu Arsen, ia juga tidak tahu kemana Mama nya Arsen pergi "Maaf Arsen, bukan maksud aku ingin mengungkit masa lalu kamu dan bukan pula maksud aku mau buat kamu sedih"
"engga apa-apa dara, aku engga sedih kok, justru aku senang sekarang ada orang yang mau mendengarkan semua curhatan dan keluh kesahku"
__ADS_1
"mulai sekarang aku janji, bakal selalu masakin makanan yang enak buat suamiku setiap hari"
"kamu memang istri yang baik" Arsen tersenyum senang
"hehehe"
"oh iya sayang, aku mau minta izin sama kamu" kata Arsen
"mau minta izin apa?" tanya Adara
"lusa aku harus ke kota xxxx, aku akan tanding balap mobil disana"
"ohh ternyata kamu pembalap juga ya"
"kamu ini lupa bahwa suami tampanmu ini serba bisa" kata Arsen penuh percaya diri
"dan tak lupa juga paling jago narsis nya" timpal Adara
"hahaha tentu saja, bagaimana? apa kamu mengizinkan?" tanya Arsen lagi
"asal itu yang terbaik buat kamu, aku mengizinkan saja" jawab Adara walau di hatinya ia benar-benar tidak mengizinkan karena takut terjadi sesuatu pada Arsen tapi entah kenapa ia juga takut melarang Arsen
Adara masih merasa canggung pada Arsen karena ia masih baru beberapa hari akrab dengan Arsen
"benar, kamu mengizinkan?"
"iya pergilah, hati-hati dan aku akan selalu mendo'akan yang terbaik buat kamu semoga bisa pergi sampai pulang dengan selamat" Adara tersenyum tulus
"terima kasih istriku"
.
.
.
Bersambung~
oh iya, kalo misalkan masih ada kata yang kurang atau alurnya tidak menarik, bisa kritik kesalahan nya di kolom komentar ya, tenang saja author pasti bakal Nerima kritikan dari kalian kok dan pasti nya author akan perbaiki letak kesalahannya.
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
THANKS YOU😘
__ADS_1
LOVE YOU ALL❤️❤️❤️