My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 64


__ADS_3

Tanpa ba bi bu lagi dan tanpa aba-aba apapun Reza langsung menarik kerah baju yang Arsen kenakan dan langsung meninju wajah Arsen dengan bertubi-tubi, Reza terus saja memukuli Arsen tanpa ampun


Alex dan Zico yang mendengar suara orang berkelahi langsung mendatangi kamar Arsen mereka terkejut melihat Reza yang sedang marah besar dan terus memukuli Arsen, Alex dan Zico langsung memegang tangan Reza dengan kuat supaya tidak memukul Arsen lagi, sedangkan wajah Arsen sudah babak belur dengan hidung yang mengeluarkan darah


"Lo apa-apaan za" pekik Alex


"sadar za sadar" kata Zico


"Brengsek Lo Arsen brengsek ********, *******!!!!!" Berbagai kata kasar untuk Arsen terlontar begitu saja dari mulut Reza


Arsen tertawa kecil, ia mencoba berdiri sambil mengelap darah yang mengalir dari hidungnya


"Iya gue brengsek, emang brengsek. apa urusan nya sama Lo ha? Mau apa Lo? Engga mau temenan sama gue, Sana ***** gue engga rugi ga temenan sama Lo!" Arsen tertawa sinis


Reza kembali maju hendak memukul Arsen namun beruntung masih tertahan oleh Alex dan Zico


"Lepasin gue, si mulut brengsek ini harus gue beri pelajaran" teriak Reza


"Lo udah lupa apa za tujuan Lo datang kesini untuk apa?" Alex mencoba menyadarkan Reza


"Gue engga lupa tunjukkin video nya ke si brengsek ini biar dia puas" Reza menatap Arsen dengan senyuman meremehkan


Alex menyerahkan ponselnya pada Arsen menunjukan video yang ia bawa "ini sen"


"Apaan" kata Arsen


"Lo liat sendiri aja sen" ucap Zico


Arsen langsung terduduk ketika sudah selesai melihat video dari hp Alex


Video itu berisi rencana kejahatan dan penculikan Adara yang di lakukan oleh bang Marko atas suruhan bang Jery dengan tujuan ingin merebut kembali Arsen yang dulu dan memanfaatkan nya, video yang berhasil Reza dapatkan siang tadi dengan cara memancing bang Jery dengan sebuah brosur palsu tentang turnamen balap yang akan di adakan beberapa hari mendatang


Seperti yang di rencanakan dan di duga oleh Reza, pasti bang Jery akan membicarakan ini dengan bang Marko terkait kembalinya sikap Arsen, dua penjahat itu akhirnya berhasil masuk perangkap jebakan dan rekaman Reza


"Sekarang anda sudah melihat dengan jelas semuanya, apa setelah ini anda masih tidak mau mempercayai dan tetap menyangka bahwa istri anda telah berselingkuh wahai tuan muda Arsen yang terhormat?" Kata Reza dengan nada yang meledek

__ADS_1


"Diamm brengsek, dimana istriku?!!" Teriak Arsen


"Baru sekarang Lo mau ngakui dan nyari-nyari dimana istri Lo? Lo kemana aja waktu Adara masih sabar disini waktu Adara masih setia disini, sekarang udah terlambat dan Adara udah pergi baru Lo nyariin" jawab Reza suaranya terdengar datar


"Zico, Alex gue minta tolong bantuin gue kasih tau gue dimana Adara sekarang?" Kata Arsen dengan tatapan memohon


Kedua teman Arsen itu menggelengkan kepala "maaf sen kita engga bisa bantuin Lo, kita aja beneran engga tau kemana Adara pergi"


"oh iya Bi Atik, bi Atik pasti tau kemana Adara pergi" Arsen bergegas turun ke bawah mencari bi Atik


"Biii" teriak Arsen


"Iya tuan muda, maaf ada apa ya tuan?" Tanya bi Atik


"Bi, bibi tau kan dimana Adara?" Tanya Arsen, tatapan nya penuh harap, berharap bi Atik tau dimana keberadaan Adara


Bi Atik bingung harus menjawab apa dia tidak tau kemana Adara pergi karena Adara juga tidak memberi tahunya tempat ia pergi "bibi minta maaf banget tuan muda, bibi beneran engga tau kemana nona Adara pergi, nona cuma bilang sama bibi katanya mau pergi, udah gitu aja engga bilang perginya kemana. Maaf tuan"


"Arrrrghhhh" Arsen mengacak rambunya kesal "kenapa tidak bibi tanyakan?!" Bentak Arsen


"Akkhh, percuma saja!"


Arsen menghampiri Reza "za gue beneran minta maaf, kasih tau gue ya dimana Adara"


"Lo banyak salah sama Adara bukan sama gue, jangan minta maaf sama gue, gue ngasih pelajaran sama Lo itu atas nama Adara, sebagai balasan sakit hati Adara, itu engga seberapa sen dibanding sakit hatinya Adara gara-gara perlakuan Lo padanya yang udah keterlaluan itu" jelas Reza


"Gue beneran nyesel za, nyesel bangett" Arsen menitikan air matanya


"Lo nangis sen? Udah engga ada artinya, jadikan ini pelajaran buat Lo supaya Lo jangan terlalu percaya sama orang lain dalam bentuk apapun! Tanpa bukti yang kuat, liat juga perlakuan istri Lo apa mencerminkan dengan perbuatan nya yang Lo lihat dari orang lain" nasihat Reza lagi


Arsen diam, sepertinya ia sedang merenungi perkataan Reza, yang terdengar sangat benar


Reza menepuk-nepuk bahu Arsen "gue engga tau juga sen kemana Adara pergi tadi gue sempet ketemu di jalan, gue tanya tapi dia mau kemana tapi engga mau jawab dia malah pergi naik taksi entah kemana, tapi apa salahnya kita cari dia bareng-bareng mulai sekarang? Come on bro!"


Keempat sekawan itu pun kembali berdamai dan kompak pergi mencari keberadaan Adara

__ADS_1


"Za, menurut Lo apa Adara bakal pergi kerumah orang tua nya engga ya?" Tanya Arsen pada Reza


"Kurang tau gue ya sen, tapi kalo menurut gue sih engga" jawab Reza


"Nah iya sebaiknya kita jangan melibatkan orang tua dulu, gue engga mau terjadi apa-apa sama Lo sen" ujar Zico yang berada di bangku belakang bersama Alex sedangkan di bagian depan Ada Arsen dengan Reza bagian yang menyetir mobil


"Sebaiknya Lo telfon Adara coba, siapa tau dia mau ngangkat telfon nya" saran Alex


"Oh iya gue lupa engga kepikiran sampe situ Lex"


Arsen langsung mencoba menelfon Adara namun hanya ada suara operator yang mengatakan "nomor yang anda tuju tidak aktif" berati ada dugaan nya Adara mematikan ponselnya atau sudah mengganti kartu ponsel yang biasa ia pakai


"Engga aktif, gimana ini" kata Arsen panik


"Lo harus tenang dulu sen, gue coba cari solusinya tadi juga gue sempet foto plat nomer taksi yang Adara tumpangi" tukas Reza


"Bener za?" Tanya Arsen memastikan


"Ya, sekarang gue mau temui supir tadi ke tempat penyetoran nya"


"Lo emang bisa di andalkan za"


Mereka pun memutuskan mencari Adara dengan mendatangi dulu tempat penyetoran mobil taksi untuk menanyakan terlebih dahulu kepada supir taksi yang menjadi tumpangan Adara tadi Reza sempat memfoto plat nomer taksi itu


Sesampainya di tempat awal yang akan mereka tuju, mereka berhasil menemui supir taksi yang mereka cari, supir itu mengatakan bahwa Adara meminta turun di jalan B dan setelah itu Adara berjalan jauh entah pergi kemana supir itu tidak tahu


"Gimana ini za? Kita juga engga tau setelah sampai sana Adara pergi kemana?" Arsen takut, sekarang ia baru kerasa sangat takut sekali jika harus kehilangan Adara


"Engga apa-apa sen ikuti kata gue Lo harus tenang. Kita pergi ke tempat itu sekarang juga" kata Reza suaranya terdengar tegas


jangan lupa mampir juga ke novel baru author ya🤗


Yang author beri judul : "The Secretary"


dijamin ceritanya tidak kalah seru dengan cerita ini😍

__ADS_1


__ADS_2