My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 42


__ADS_3

Jangan lupa dukungan nya buat author yaaa, cukup dengan like, komen dan vote🤭


Happy Reading😘


"Ayah, apa ayah tidak pulang nanti saja besok atau lusa nunggu kedatangan Arsen pulang" kata Adara pada ayah mertuanya yang sejak tadi sudah bersiap akan pulang


"tidak bisa dara, ayah harus pulang sekarang karena pekerjaan di perusahaan ayah disana tidak bisa ayah tinggal terlalu lama" kata tuan Aryo


"tapi kenapa ayah?" tanya Adara


"dara harus tau sendiri ya, orang yang iri pada kita itu sangat banyak, semakin ayah tinggal terlalu lama semakin mudah pula memberi peluang kepada musuh kita" jawab tuan Aryo dengan tersenyum lembut


"baiklah ayah"


"ayah pulang dulu ya, titipkan salam ayah pada Arsen" tuan Aryo mengusap rambut menantu kesayangannya itu


"iya ayah, akan dara sampaikan, ayah hati-hati dijalan" Adara menyalami tangan mertuanya


"tentu, assalamu'alaikum" ucap tuan Aryo


"Wa'alaikumsalam" jawab Adara


Setelah mobil yang ditumpangi oleh mertuanya itu sudah tak terlihat lagi dari depan rumah, Adara langsung masuk kedalam rumahnya dan tak lupa menutup pintu nya, hari ini Adara sangat merasa bosan karena tidak ada pekerjaan apapun dirumahnya, semua pekerjaan dirumah itu sudah di selesaikan oleh BI Atik sejak tadi, ia pun memilih membuat kue brownies untuk di jadikan cemilan bersama bi Atik


saat Adara sedang anteung mengocok adonan kue brownies nya, ia mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali, tapi Adara tak menghiraukan suara itu, mungkin bi Atik keluar rumah pikirnya


tiba-tiba sebuah tangan cukup kekar melingkar ke perut Adara yang mana membuat Adara reflek mengangkat alat pengocok adonan yang sedang ia pakai dan memukulkan tepat ke wajah orang itu


"Siapa kau!, berani-beraninya kau masuk kedalam rumahku dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh ini" teriak Adara sambil terus memukuli orang itu dengan menggunakan pengocok adonan yang tadi ia gunakan membuat rambut, wajah dan pakaian orang itu kotor dipenuhi tepung namun Adara tak begitu memperhatikan wajah orang itu


"Aduhh, aduhhh duhhh ampun" orang itu terus mengaduh memohon pada Adara untuk menghentikan Aksir brutal nya


Namun semua itu percuma, Adara tak menggubris perkataan nya karena ia sudah sangat marah pada orang yang dengan lancang nya memeluk ia dari belakang


"tak ada kata ampun buat penjahat seperti kamu"


"Ampun dara cukup aku bukan penjahat dong, aku ini suami kamu" kata orang itu

__ADS_1


"engga usah ngada-ngada apalagi ngarang cerita deh, suamiku sedang pergi kerja jauh mana mungkin dia ada disini" bentak Adara "tapi bentar, coba liat dulu wajah kamu sini"


orang itu membalikan badan dan mencondongkan wajahnya kedepan "ni liat ni, sekarang kamu udah percaya kan"


"ya ampun Arsen, itu muka kamu astaghfirullah, maafin aku Arsen aku kan engga tau kalo itu kamu" Adara mengusap-usap membersihkan wajah Arsen yang penuh dengan adonan


"lagian kamu sih Ra main pukul aja, engga diliat dulu orang nya siapa"


"mana aku bisa liat dulu, orang aku reflek, lagi anteng-antengnya bikin adonan kue eh tiba-tiba ada yang meluk dari belakang ya kaget dong apalagi ini dirumah kan engga ada kamu, cuma ada aku sama bi Atik, engga mungkin kan bi Atik yang meluk-meluk aku kaya gitu aku juga sempet liat tangan nya kaya tangan cowo yaudah langsung aku pukul aja" cerocos Adara menjelaskan panjang lebar tanpa jeda


Arsen terbengong melihat Adara berbicara panjang lebar tanpa jeda, baru kali ini ia bisa melihat sifat asli Adara ternyata istrinya itu sangat bawel selain bawel juga sangatt garang ketika marah


"kamu ngomong apa coba Ra? panjang benerr udah kaya kereta" Arsen terkekeh


"ihhh sebel" Adara mencebikan bibir nya


"lohh kok malah kamu yang ngambek sih, seharusnya aku yang ngambek kan masa cape baru pulang kerja langsung kamu pukulin"


"ya maaff, itu kan aku engga tau kalo itu kamu Arsen"


"mana bisa aku liat kesana kesini sedangkan aku fokus mukulin kamu yang aku kira orang jahat"


"lagian penjahat mana yang berani masuk kerumah Arsen" Arsen melipat tangannya di dada dengan badan yang ditegapkan membuat wajah nya yang masih lebam bekas pukulan bang Jery kemarin terlihat jelas walau sedikit tertutup oleh bekas adonan kue


Adara menyipitkan matanya saat melihat wajah Arsen seperti ada warna ungunya


"Arsen, wajah kamu kok kaya banyak lebam nya coba sini aku liat" Adara menyentuh pada bagian wajah Arsen yang terlihat ungu


"awwww" pekik Arsen


"nah kan bener lebam, perasaan tadi aku mukul wajah kamu cuma satu kali deh pas aku lagi reflek doang selebih nya cuma mukulin badan kamu dan itu pun mukulin nya pelan sekali, kok ini jadi lebam di wajahnya sih, mana banyak sekali pula"


Arsen tersenyum kecut mendengar perkataan Adara "tentu saja nona, pukulan nona sangat pelan sekali saking pelan nya sudah seperti singa betina sedang kelaparan" namun sayangnya Arsen tidak berani mengatakan itu langsung pada Adara karena ia takut istrinya tambah ngamuk


"sini aku obatin luka nya, sebaiknya kamu duduk dulu tuh di kursi, jangan kemana-mana, aku ambilin kotak obat dulu. bentar"


Arsen mengangguk dengan patuh ia langsung duduk di kursi yang di tunjuk oleh Adara

__ADS_1


"sini aku bersihin dulu tuh wajah kamu masih ada bekas adonan nya" Adara memeras kain yang ada di dalam baskom berisi air kemudian ia membersihkan wajah Arsen yang kotor, ia membersihkan dengan perlahan dan telaten


Kini wajah sepasang suami istri sangat berdekatan dengan jarak beberapa senti saja, Arsen tak tahan melihat bibir Adara dari dekat, ia sangat ingin mencium bibir mungil itu


"ngapain kamu liat-liatin mulut aku kaya gitu?" tanya Adara ketus yang membuat lamunan Arsen buyar


"itu kayanya bibir kamu manis deh"


"mana ada bibir aku manis, ya kali gula"


"bisa jadi" jawab Arsen sekenanya


"kamu kenapa sih arsen pulang dari perjalanan jauh jadi nyebelin gini"


"mana adaa aku yang nyebelin, justru kamu yang jadi nyeremin" kata Arsen keceplosan


"maksudku justru kamu tambah cantik" ralat Arsen


"halaahh, udahlah udah kedengeran juga, iya aku tau aku nyeremin" Adara menekan kan kapas nya pada wajah Arsen


"awwww, sakit Ra"


"udah, selesai. nanti juga sembuh, sekarang mending kamu mandi sana, Abis perjalanan jauh bukan nya langsung mandi" cibir Adara sambil melengos pergi membawa kotak obat


"apa katanya barusan? bukan nya dia sendiri yang nyuruh aku duduk disini, ya Allah gini banget punya istri, untung sayang" Arsen berkata pada pada dirinya sendiri kemudiaan ia menarik nafasnya dalam-dalam "sabar Arsen sabarr, oke gue harus banyak sabarr, orang sabar banyak duitnya"


.


.


.


Bersambung~


mohon maaf guys, author telat update, karena kemarin author super sibuk engga sempet update novel🙏🏻


Love you guys😘

__ADS_1


__ADS_2