
Kekaisaran Lavensberg
Duchy Helemites
Brak!
Grand Duke melempar semua barang-barang nya, karna putri nya yang menghilang ia kini kesulitan.
Lebih tepat nya pengeluaran anggaran mansion menjadi tak stabil dan ia tak bisa menggunakan kekuatan putri nya untuk melakukan beberapa hal lagi.
"Dasar anak kurang ajar! Aku akan mencambuk nya sampai mati kalau dia kembali!" ucap nya yang begitu kesal namun tentu ia tak akan membunuh putri nya yang berstatus sebagai putri mahkota.
"Grand Duke! Kami menemukan pengakuan yang mengatakan ada seseorang yang mirip putri di jalanan Duchy Sefigh!" ucap salah satu penjaga yang langsung datang dan kemudian membawakan kabar.
"Cari! Cari dia!" ucap Grand Duke yang sedari tadi sudah menahan rasa kekesalan nya.
......................
Istana Kekaisaran.
Theodore menarik napas nya, ia memegang kupu-kupu yang ia pelihara dengan serbuk racun itu dan melirik ke arah prajurit yang datang ke arah nya.
"Bagaimana kabar putri?" tanya nya yang menatap ke arah prajurit tersebut.
"Seperti nya kabar jika putri hilang itu benar Yang Mulia," ucap sang prajurit yang menyampaikan apa yang ia tau.
Theodore menarik napas nya lirih, "Menurut mu apa yang harus ku berikan pada Cyra ku ketika dia kembali?" tanya nya dengan senyuman dan mata yang lembut namun hati nya lebih buruk dari iblis sendiri.
"Anda harus segera memberikan nya sihir pengekang dan memindahkan kekuatan nya segera," jawab prajurit itu yang tau jawaban apa yang di sukai putra mahkota yang gila itu.
Theodore tersenyum, ia tak tau bagaimana perasaan nya dengan tunangan nya itu. Entah cinta atau obsesi dengan kekuatan yang di miliki nya namun ia tak ingin melepaskan nya juga.
"Sudah mengecek di kediaman Marquis Blaze?" tanya Theodore karna ia tau Marquis muda dari keluarga Blaze itu menyukai tunangan nya.
"Putri tidak ada di sana, dan seperti nya Marquis muda juga sedang mencari nya." jawab sang prajurit.
Theodore tak mengatakan apapun lagi, ia beranjak ke ramuan yang ia buat dan memberikan sari bunga agar kupu-kupu nya mendekat.
"Cari tentang artefak iblis itu lagi, aku harus membangkitkan nya. Dengan begitu..."
"Semua akan jadi menyenangkan..." sambung nya dengan senyuman di wajah tampan yang indah.
Prajurit itu menahan rasa takut nya namun ia menunduk dan tentu ia menuruti nya.
Senyuman tipis di wajah tampan itu tampak menghilang perlahan dan kemudian menatap tajam.
"Tarrant De Ecklart, seperti nya dia yang harus ku singkirkan lebih dulu..."
Gumam nya lirih karna ia merasa putra sulung sekaligus komandan perang kekaisaran mulai tertarik dengan artefak iblis yang ia cari.
__ADS_1
Terlebih lagi semenjak ia tau darah iblis itu di di ambil oleh kakak tunangan nya.
......................
Sementara itu
Tarrant menghentikan kuda nya, ia melihat ke arah prasasti yang tampak begitu menarik di hutan itu namun terasa janggal di saat yang bersamaan juga.
"Bukan nya ini tidak ada sebelum nya?" gumam pria tampan itu yang turun dari kuda nya dan mendekat ke batu besar yang penuh dengan tulisan kuno yang tak bisa ia baca.
"Aneh..."
"Harusnya kalau memang ada yang seperti ini aku sudah tau sejak awal..." gumam Tarrant yang mencoba menyentuh namun tiba-tiba sengatan muncul.
Ia langsung menarik tangan nya, sesuatu yang mirip dengan sengatan itu membuat seakan tersetrum walaupun listrik belum di temukan.
"Apa itu tadi?" gumam nya lirih yang tak tau rasa menyengat itu.
"Apa hilang nya Cyra berhubungan dengan permata itu?" Tarrant masih tak mengetahui.
Jika permata yang indah itu adalah darah dari jantung iblis yang di simpan dan di selamatkan di pemusnahan terakhir sebelum mengirim keturunan nya ke perlindungan yang ternyata menghubungkan dimensi lain.
Ia pun beranjak menaiki kuda nya lagi dan tentu akan memanggil seseorang yang bisa menafsirkan bahasa kuno.
Sementara itu prasasti yang besar itu perlahan memudar dan menghilang begitu ia pergi dengan kuda nya.
Menjadi bagian dari hutan kosong yang hanya lebar pepohonan dan hewan liar.
......................
Italy
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung pria itu terasa akan terhenti, kenapa ia segugup ini hanya untuk gadis yang baru ia temui beberapa Minggu dan bahkan belum ada satu bulan?
"Dia bernapas, tapi detak jantung nya tidak ada." ucap sang dokter yang sejak tadi memeriksa.
"Maksud mu dia sudah mati?" tanya Alessio yang terlihat tak suka dengan itu.
"Ya, itu benar tapi salah. Ini sangat aneh." ucap sang dokter yang merasa begitu heran.
"Jadi dia hidup atau sudah mati?" tanya Alessio yang begitu bingung mendengar nya namun ia juga tak bisa membantu dari segi medis.
Ting!
__ADS_1
Sang dokter pun langsung memeriksa ponsel nya, kiriman tentang hasil lab dari darah gadis itu sudah selesai dan hasil nya apa?
"Dia keracunan, seluruh darah nya beracun." ucap dr. Martin yang mengernyit membaca laporan nya.
"Kita harus membawa nya ke rumah sakit! Tidak ada peralatan yang cukup di sini!" ucap dr. Martin sekali lagi.
Alessio diam sejenak, setelah kehilangan kesadaran gadis itu memiliki tubuh yang begitu dingin dan kulit yang perlahan membiru.
"Siapkan rumah sakit nya," perintah Alessio pada bawahan nya karna ia tau tak mungkin memasukan gadis itu ke dalam IGD biasa.
......................
Rumah sakit
Semua dokter yang berada di sana tercengang, sesuatu yang seperti tak nyata namun ada.
"Ini foto jantung nya?" tanya salah satu dokter yang tampak tak menyangka melihat foto ronten yang menunjukkan jantung yang terlihat sudah remuk dan hancur itu.
"Ya, tapi dia masih bernapas dan suhu tubuh nya 22 derajat," jawab salah satu dokter yang tentu merasa suhu tubuh itu sangat tak normal sama sekali.
Tak ada manusia hidup dengan suhu seperti itu, "Dia ini apa? Mutan?" tanya salah satu dokter yang tak percaya sama sekali.
Para pria berjas putih itu kini mulai bertengkar karna memperdebatkan hal yang tak masuk akal itu.
Sedangkan Alessio kini melihat dan menunggu gadis yang sudah di pindahkan ke ruangan rawat itu tengah berbagai alat medis yang entah membantu atau tidak.
Pria itu mengernyit, ia melepaskan tabung oksigen dan kemudian menatap ke arah gadis yang masih tak sabar itu.
Diam dan memikirkan sesuatu yang sedikit tak masuk akal di pikiran nya.
"Ku rasa aku sudah gila!" ucap nya lirih yang kemudian menarik luka nya kemudian memberikan ke dalam mulut gadis itu.
Deg!
Alessio tersentak, ia merasa gadis itu mengusap luka nya dan meminum darah nya.
"Hah!"
Mata perak itu terbuka, tubuh nya terperanjat dan terlihat menggeliat seperti akan kejang.
"Cyra? Hey?"
Ukh!
Alessio tersentak, gadis itu menatap nya kosong tanpa aba-aba.
Humph!
Mata hitam itu tampak membatu, ia bisa mendorong nya namun kenapa kali ini ia tak mendorong nya sama sekali.
__ADS_1
Jantung yang rusak itu kembali berdetak, mencari sumber nya dan kontrak yang membuat nya masih utuh dan tidak hancur.