
Alessio tak berkata-kata lagi, ia melihat ke arah gadis yang tengah mengusap luka di tangan nya dan tentu luka itu sudah tertutup.
"Apa yang kau mimpikan sampai seperti itu?" tanya Alessio saat menatap ke arah gadis itu.
Ia tak terlalu memarahi nya karna sudah melukai nya dan lebih memilih untuk menanyai nya.
Cyra menatap dengan mata perak nya dan tentu tak akan mengatakan apapun tentang mimpi buruk.
Alessio tak menjawab dan hanya mengangkat alis nya dengan kesal dan kemudian mengganti pertanyaan nya.
"Kau selalu menyimpan pisau di balik bantal mu?" tanya Alessio sekali lagi.
Cyra masih diam tak menjawab apapun dan kemudian memegang tangan pria itu yang kini sudah tak terlalu terluka seperti sebelum nya.
"Apa yang kau lakukan di kamar ku?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria itu.
Alessio tak menjawab, semua pertanyaan nya bahkan belum ada di jawab sama sekali.
"Kalau aku tidak datang kau mungkin akan mati kehabisan napas karna mimpi mu itu." ucap Alessio yang tak bisa menjawab alasan ia datang.
Karna memang tak ada alasan!
Ia tak memiliki sesuatu untuk di katakan, tidak ada urusan namun ia ingin menemui nya dan berbicara pada nya.
"Kau melukai ku lagi," ucap Alessio saat melihat gadis itu diam.
Cyra menatap dengan mata perak nya yang cantik, "Lain kali tidak usah pedulikan, apapun yang terjadi pada ku." ucap nya dengan wajah yang datar dan mata yang dingin.
Alessio diam sejenak dan kemudian tersenyum miring.
"Kau pikir aku memperdulikan mu? Tidak! Tidak sama sekali!" ucap Alessio yang kesal dan menarik tangan nya.
Cyra tak mengatakan apapun, pria itu terkadang labil dan terkadang lebih kuat dari yang ia pikirkan dengan tubuh manusia itu.
"Mau ku beri tau tentang rahasia kontrak ini?" tanya nya yang membuat Alessio mengentikan langkah nya yang ingin keluar dari kamar itu.
Pria itu diam sejenak, tanpa menoleh dan tanpa melihat ke arah gadis itu namun tak beranjak yang mengisyaratkan ia ingin mendengar nya.
"Kalau kau mati aku akan langsung mati saat itu juga, tapi hal itu tidak berlaku untuk ku. Kalau aku mati atau terluka kau akan tetap baik-baik saja." ucap Cyra yang tau konsekuensi dari kontrak nya dengan iblis.
"Dan kau masih manusia yang berarti masih belum bangkit sama sekali, kau lebih mudah mati maka nya aku akan melindungi mu sampai aku kembali, aku tidak berniat melukai mu." sambung gadis itu.
__ADS_1
Alessio berbalik mendengar nya, "Tidak perlu."
"Aku tidak perlu perlindungan dari wanita, aku bisa melindungi diri ku sendiri dan..."
"Apa kau sangat sulit untuk mengatakan maaf? Semua wanita bangsawan seperti itu?" tanya Alessio yang tentu memiliki harga diri yang tinggi.
Ia pun tak pernah mengatakan kata maaf sekalipun namun ia selalu ingin mendengar nya dari orang lain.
"Aku tidak sengaja melakukan nya, itu berada di luar kendali ku." ucap Cyra yang tentu membela diri nya.
"Sengaja atau tidak tapi kau tetap melukai ku," ucap Alessio sekali lagi pada gadis itu.
"Maaf, sudah kan?" Cyra menyerah untuk berdebat, ia sedang tak berada di dalam kondisi yang baik dan mulai menarik napas nya dengan sulit.
"Tidur dengan ku," ucap Alessio singkat.
Cyra langsung mengernyit mendengar nya, ia menatap ke arah pria itu dan menatap nya lirih.
"Apa?" tanya nya yang mencoba mengulang untuk tau apa yang ia katakan.
"Jika merasa bersalah aku mau kau tidur dengan ku, dan lagi pula bukan nya kau bilang kau akan memenuhi semua kebutuhan ku kan? Aku mau kau memenuhi untuk itu," jawab Alessio dengan begitu jelas.
"Tidak, aku akan cari wanita lain. Aku akan membunuh siapapun untuk mu dan membuat rencana apapun yang kau mau, tapi tidak untuk pelayan ranjang." ucap nya yang menolak ajakan pria itu.
"Apa karna kau gadis bangsawan? Hal seperti ini menjatuhkan harga diri mu?" tanya Alessio yang menatap ke arah gadis itu.
"Tidak, aku hanya..."
"Membenci sentuhan, bahkan kalau kau adalah pria itu pun akan sedikit sulit untuk ku." sambung nya yang menatap ke arah pria itu.
"Pria itu siapa? Pria yang kau cintai?" tanya Alessio tersenyum miring.
Cyra tak menjawab, namun diam nya sudah memberikan jawaban.
"Ck! Kalau begitu tak usah lakukan apapun pada ku! Aku juga tidak mau tidur dengan wanita yang tergila-gila dengan cinta nya!" ucap Alessio yang kesal dan keluar.
Ia tak tau mengapa setiap kali tau gadis itu menyinggung tentang pria yang di cintai nya hal itu malah membuat nya menjadi kesal.
...
Dua hari kemudian.
__ADS_1
"Kirim aku,"
Semua mata langsung menatap ke arah gadis itu, tak terkecuali Alessio yang juga menatap nya.
"Kau tau apa yang akan terjadi di sana?" tanya Alessio mengernyit.
"Ya, aku hanya perlu membunuh mereka semua kan? Dan mengambil barang yang kau sebutkan." ucap Cyra dengan tenang.
"Ya! Itu ide bagus!" jawab Cardy tanpa ragu sama sekali.
"Tidak! Kau di sini," jawab Alessio yang menatap ke arah Cyra.
"Kenapa? Ku dengar yang membunuh di Amerika kemarin dia kan? Kalau dia memang seberharga itu kenapa tidak di gunakan saja?" tanya Jacob yang menatap ke arah Alessio.
"Tidak! Jangan coba mengatur ku," ucap Alessio dengan nada penuh penekanan dan kemudian tak ada lagi yang membantah nya.
Cyra diam, ia memang akan mengeluarkan energi nya namun tumbuhan nya yang ganas dan menyatu dengan jantung nya itu membutuhkan asupan nutrisi seperti di siram air layak nya tumbuhan biasa.
Namun nutrisi itu adalah darah segar yang mengalir dari orang lain.
"Tidak apa, aku tidak akan terluka tapi sebagai ganti nya berikan aku ekstrak bunga foxglove," ucap Cyra yang saat ini perlu meminum racun lagi untuk tumbuhan iblis yang ia tanamkan pada tubuh nya sendiri.
"Kau tau itu apa? Bukan nya bunga itu beracun?" tanya Alessio yang bingung.
"Ya, tapi aku membutuhkan nya." jawab Cyra singkat.
Ia berjalan mendekat dan kemudian menatap ke arah pria itu.
"Sudah ku bilang aku akan lakukan apapun untuk mu kan? Memberikan semua kebutuhan nya walaupun menjadi malaikat pencabut nyawa untuk musuh mu." bisik Cyra yang memegang rahang kekar pria itu dengan sedikit berjinjit.
Alessio diam sejenak tanpa mengatakan apapun dan kemudian menatap ke arah gadis itu.
Greb!
Ia memegang leher kecil nan jenjang yang bisa begitu pas di genggaman nya dan kemudian menatap dengan mata dingin.
"Aku tidak perlu itu, aku bisa melakukan nya sendirian." jawab nya yang memegang leher kecil itu namun tak mencekik nya.
"Dari pada itu kau tau apa yang lebih ku butuhkan dari mu kan?" sambung nya yang berbisik mengatakan tentang tawaran yang sebelum nya untuk tidur bersama.
"Asmodeus," gumam Cyra lirih yang merasa pria itu menunjukan sifat yang penuh n*fsu dan kecemburuan lebih dulu di bandingkan sifat iblis yang lain pada nya.
__ADS_1