
Ukh!
Cyra tak bisa bernapas, lilitan yang kuat seperti tengah di l*mat oleh ular piton, ia menatap ke arah mata yang memerah dengan warna yang menyala.
Tangan yang mulai menyentuh paha nya dan menaikkan gaun yang berada di atas tubuh nya.
"Kau sungguh akan di sini?!" tanya Cyra yang terkejut namun pria itu hanya tersenyum.
"Tidak akan ada yang ke sini, tidak! Aku akan melelehkan mata mereka lebih dulu jika mereka sampai datang ketika aku belum siap sama sekali." bisik nya dengan suara yang terdengar lebih berat dan kemudian melihat ke arah gadis itu sekali lagi.
Cyra tak menjawab, ia kesulitan dan kekuatan nya sama sekali tak berpengaruh. Tubuh nya di jamah dengan tangan tangan besar yang seperti ingin menghancurkan nya.
Warna yang kontras terlihat, antara kulit yang berwarna putih mulus dengan kulit seseorang yang lebih berwarna gelap dan bersisik itu.
"Alessio? Hentika- Humph!" ucapan nya tak lagi bisa terdengar, bibir merah muda nya di lahap habis dengan lidah yang lebih berbelit melebihi tunangan nya.
Sreg!
Cyra mengernyit, namun tangan nya tak lagi memberontak atau berusaha untuk melayang.
Pria yang sudah melihat tanda-tanda gadis itu ingin berhenti pun langsung melihat ke arah nya.
__ADS_1
"Kau tidak menolak lagi?" tanya nya dengan senyuman tipis.
Cyra tak menjawab, namun semakin pria itu berubah aroma yang manis semakin tercium.
"Jangan di sini," ucap Cyra sekali lagi yang memberikan penawaran karna ia masih memiliki etika bangsawan yang tertinggal.
Pria itu tak menjawab sama sekali, "Kau tau nama ku tadi tapi kau masih memanggil ku dengan nama lain?" tanya nya yang menatap sembari tangan yang semakin mengusap di balik gaun gadis itu.
"Lucifer? Walaupun itu nama mu tapi kau tetap akan memiliki nama lain kan? Kenapa kau bisa di sini?" tanya Cyra yang kini bisa berbicara.
Tak ada jawaban, pria itu hanya memandang nya dengan tatapan yang tajam dan mata yang tampak ingin memakan utuh gadis di depan nya.
"Pintar sekali, kau mau kembali ke tempat mu kan? Aku bisa membawa mu ke sana." bisik pria itu yang menatap dengan mata yang menyimpan arti dan smirik yang bahkan belum tenggelam sama sekali.
Sreg!
Gaun cantik itu mulai di robek, Cyra pun masih tak memberontak sama sekali pria itu mengangkat tubuh nya yang tampak lebih kecil itu karna ia sendiri sudah membesar berkali-kali lipat.
Tak ada kalimat bantahan apapun dan wanita itu pun melihat ke arah nya.
Suara kecupan terdengar, tak perlu sofa atau kursi gadis itu bisa di pangku dengan mudah dan juga bisa di cium dengan mudah pula.
__ADS_1
Tangan yang besar pria itu mulai menyentuh beberapa area sensitif nya dan memegang Piramida nya yang tidak terlalu kecil atau tidak terlalu besar itu.
"Katakan? Bagaimana kau bisa berada di sini?" tanya Cyra yang sama sekali tak terpengaruh padahal iblis itu sudah memberikan nya sentuhan untuk membangkitkan hasrat nya.
"Sstt..."
"Jangan terus bertanya tapi kau harus menikmati nya bukan?" tanya nya yang menatap ke arah gadis itu dan mulai memeluk nya dengan erat.
Ack!
Cyra tersentak, ia yang seperti anak kecil langsung dapat di pindahkan dengan mudah.
Lidah hangat pria dengan wujud setengah iblis itu menyapu leher nya, dan punggung nya yang mulus itu pun di usap secara perlahan.
Mata perak itu menatap ke arah sayap yang tampak menjulang tinggi dan besar itu.
"Ini..."
"Seperti dongeng..."
Gumam nya lirih saat melihat ke arah sayap pria itu tanpa menyadari apa yang akan terjadi pada nya selanjutnya
__ADS_1