My Bad Princess

My Bad Princess
Date?


__ADS_3

Satu Minggu kemudian


Mansion Renfred


Alessio menarik napas nya ia melirik ke arah gadis yang hanya menatap nya dengan datar walaupun ia sudah pernah mengajak nya untuk tidur bersama.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alessio menatap ke arah Cyra yang tampak sedang memilah bunga yang ia petik sendiri.


"Aku punya kewajiban untuk menjawab mu?" tanya Cyra yang tampak tak ingin menjawab apapun.


"Kau marah?" Alessio mengernyit, ia tak pernah bersikap seperti anak-anak ketika berhadapan dengan sekarang wanita.


Namun sekarang?


Ia seperti anak kecil dengan emosi yang labil dan tentu ia sering menunjukkan beberapa sisi yang terkadang membuat gadis itu ingin melihat nya.


"Aku punya alasan untuk marah? Memang nya kau melakukan kesalahan?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria itu.


"Kau mengabaikan ku, bukan nya itu sama?" tanya Alessio dengan tatapan yang begitu kesal.


Cyra melirik, ia menatap ke arah pria itu sekali dan menarik napas nya.


Tangan nya beranjak memegang wajah yang tampan itu.


"Kau terkadang menggemaskan, dari mana belajar hal seperti itu?" tanya Cyra yang menatap ke arah Alessio.


Alessio yang menatap ke arah gadis itu mengernyit dan kemudian menatap nya dengan kesal.


Tak!

__ADS_1


Ia menepis nya, di perlakukan seperti anak-anak dengan gadis belia yang tampak jauh dari usia nya.


Cyra hanya tersenyum, ia melihat pria itu sekali lagi dengan mendekat satu langkah.


"Kau tau? Walaupun kau dari klan iblis tapi kau tidak terlihat seperti mereka." ucap Cyra dangan senyuman tipis nya.


"Kau sedang mengejek?" tanya Alessio yang menatap dengan kesal.


Cyra menggeleng, ia sama sekali tak berniat mengejek bahkan mungkin ia sedang memuji pria itu.


"Lalu? Kau pikir aku akan anggap itu pujian?" tanya Alessio yang mendengus kesal.


"Ya, itu pujian." sanggah Cyra dengan senyuman yang tampak terukir di bibir nya.


"Manusia lebih buruk dari iblis dan setelah aku lihat langsung ternyata iblis tidak seburuk yang ku kira." ucap gadis cantik itu dengan senyuman yang tipis dan tampak begitu manis karna sangat jarang di tunjukkan.


"Kau mau keluar dengan ku?" tanya Alessio yang menatap ke arah gadis itu.


Cyra mengangguk, ia tak membenci nya sama sekali dan ia juga memang ingin keluar sejak awal.


"Ya," jawab Cyra singkat.


Alessio mengangguk namun sendiri tak tau harus membawa gadis itu kemana karna ia hanya ingin pergi keluar dan bersenang-senang.


......................


Taman Bermain.


Cyra menatap ke arah sekeliling nya yang di penuhi dengan orang-orang, wahana yang tampak tinggi menjulang dan beberapa dekorasi yang di buat menarik.

__ADS_1


"Tempat apa ini?" tanah nya yang menatap dengan bingung.


"Kau akan tau saat mencoba nya," Alessio menarik tangan gadis itu.


Ia sendiri tak pernah melakukan hal ini ataupun membawa seseorang ke tempat yang kekanakan itu.


Dan apa yang ia lakukan sekarang?


Mencari semua cara berkencan dan kemudian mempraktekkan nya langsung.


Teriakan yang terdengar kuat dan kini mulai berhenti, wajah yang sama-sama datar seperti tak merasakan apapun.


"Kenapa mereka berteriak?" tanya Cyra yang keluar dari roller coaster itu.


Dan kemudian di ikuti oleh pria itu, "Entahlah, mereka berteriak di telinga ku." jawab Alessio yang sama.


Wahana yang memacu adrenalin itu tampak tak istimewa sama sekali pada kedua orang yang sudah jauh mengalami hal yang lain.


...


Lampu yang bersinar terang, tempat yang bercahaya dan cantik, ciuman yang lembut menyapu bibir merah muda itu.


Pria itu melepaskan pangutan nya dan kemudian menatap dengan ke arah gadis yang tampak melihat dengan netra yang bersinar itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria yang mencium nya tiba-tiba.


Alessio tak menjawab, seperti tindakan impulsif yang di lakukan di suasana yang tepat saja.


"Ini bagian dari kontrak?" tanya Cyra sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2