
Cyra merasa panas, sedangkan mata yang merah menyala itu menatap nya dengan senyuman seringai.
Ia tak bisa meminta berhenti, kecupan di dada nya mulai terasa sakit namun ia tak mengeluarkan suara sama sekali.
"Kau tau untuk tetap diam?" tanya pria itu dengan suara yang berat dan berbisik ke arah telinga gadis di pelukan nya.
Cyra tak menjawab walaupun tingkah pria itu semakin menjadi pada nya, gaun yang ia kenakan sudah di robek di bagian yang memungkinkan.
Uhh!
Gadis itu terkejut, lidah yang hangat dan panas itu menyapu leher nya sekali lagi dan semakin turun.
Sedangkan pria yang tak mengatakan satu patah kata pun itu terus menerus menggoda nya dengan sentuhan yang lebih dalam.
"Ack!"
Suara yang terdengar meringis itu menatap dengan mata yang mengernyit, sedangkan senyuman yang tampak menggulung di atas wajah yang tampak berubah itu terlihat.
"Seperti nya kau punya kekuatan Elaine? Tapi kau membuat perjanjian dengan iblis?" tanya pria itu dengan suara yang terdengar berat sembari merasakan jemari nya dengan energi yang terasa berbeda.
Tak ada jawaban, Cyra hanya melihat pria itu dengan tatapan yang tak suka.
"Kau membenci nya kan? Aku juga, aku juga ingin menghancurkan nya, kau hanya perlu menjual jiwa mu pada ku..."
__ADS_1
Bisikan yang terdengar manis dan menghanyutkan dari iblis dengan tingkat tertinggi.
Cyra tertawa kecil mendengar nya, "Kau mau mengalahkan Dewi? Kalau bisa kenapa kalian bisa sampai ke sini? Kenapa kau tidak mengalahkan nya lebih cepat dulu?" tanya Cyra pada pria itu.
Pria itu tersenyum, ia menggerakkan jemari nya dengan beberapa hentakan yang kuat.
"Ukh!"
Cyra tersentak, ia mencakar punggung pria itu saat merasakan sesuatu yang sakit namun bercampur hal lain ketika ia juga seperti memiliki hasrat yang begitu besar.
"Kalau kami benar-benar sudah kalah, kau tidak akan berhenti dengan ku sekarang..." bisik nya yang semakin memberikan perasaan n*fsu yang kuat.
Cyra tak menjawab, ia mengigit bibir bawah nya dan pria itu pun kembali menciumi lengkung leher nya yang jenjang dan menatap menahan nya.
"Ack!"
Mata perak itu membulat sempurna, ia melihat sesuatu yang tidak masuk akal.
"Aku tau apa yang kau pikirkan tapi kau tidak akan mati, aku akan menyesuaikan." bisik pria itu yang menarik pinggang ramping di dekat nya.
"Auch!"
Cyra meringis, mata nya tampak sayup karna ia terlihat terkejut namun ia tak bisa menunjukkan nya.
__ADS_1
"Hah..."
Suara napas nya terdengar berat, rasa panas seperti aliran listrik yang tak pernah ia ketahui.
Sesuatu yang memuncak dengan perasaan aneh yang bahkan tak ia rasakan ketika melakukan dengan pria yang ia cintai.
Smirk tampak jelas pada manusia dengan bentuk setengah iblis itu, ia suka dengan keadaan nya dan mulai memeluk tubuh ramping dan kecil itu.
Wajah yang cantik itu ia sadarkan pada tangan nya dan menatap nya.
"Bagaimana?" tanya nya yang mulai bergerak walau gadis itu yang duduk di atas pangkuan nya.
Tak ada jawaban, Cyra hanya mengigit bibir nya. Bukan niat menggoda namun ia ingin menahan suara nya agar tak terdengar memalukan.
Namun berbeda di mata iblis itu, ia malah tampak semakin menggoda hingga membuat nya menarik tengkuk gadis itu.
Humph!
Cyra membulat kan mata nya, tak ada beberapa menit yang menunggu untuk menyesuaikan dan pria pun tampak mulai bergerak sesuka nya.
Gadis itu tak bersuara sama sekali, er*ngan tertahan dengan ciuman liar yang bahkan ia sendiri bingung sensasi apa yang ia rasakan saat ini.
"Sudah ku bilang kau akan menyukai nya," bisik pria itu yang tentu ia sudah memberikan beberapa pengaruh iblis nya untuk membuat gadis itu tergoda.
__ADS_1