My Bad Princess

My Bad Princess
Who are you?


__ADS_3

Mansion Renfred


Cyra diam sejenak, ia seperti merespon sesuatu di kepala nya dan kemudian beranjak bangun.


"Seperti nya aku..." gumam nya lirih saat ia tau jika ia sudah merasakan sesuatu yang mirip dengan aliran listrik di dalam diri nya.


Ruangan itu tampak kosong, Alessio sudah keluar dengan cepat dan kini ia tinggal sendirian di kamar yang mewah itu.


Cyra pun beranjak bangun, gaun nya kembali menutupi tubuh nya dengan kulit yang jernih dan bersih itu.


Tempat yang ia datangi dan menjadi tujuan pertama nya adalah kamar mandi.


"Astaga," gumam nya lirih yang beranjak melepaskan seluruh pakaian nya walaupun ia berada di kamar mandi yang bukan milik nya.


Wanita itu tampak diam sesaat, guyuran air yang dingin menyiram nya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Setiap rasa dingin yang jatuh ke atas kulit nya begitu terasa untuk nya, ia memejam sesaat ketika mengingat sisa sentuhan yang masih tertinggal di tubuh nya itu.


Deg!


Gadis itu tersentak, awal nya ingatan nya masih berputar dengan baik.


Ingatan tentang pria yang menyentuh nya dengan wujud setengah iblis, manusia atau ingatan tentang pria yang ia cintai.


Sampai ingatan tentang seseorang yang pertama kali menyentuh nya di dua kehidupan nya.


Karna ketika ia kembali, ia berada di malam penuh kehancuran nya yang pertama.


Cyra ku...


Matahari ku....


Deg!

__ADS_1


Deg!


Deg!


Gadis itu tampak terkejut, ia merasa seperti tak bisa melakukan apapun atau merasakan apapun.


Perut nya terasa bergejolak, seperti sesuatu yang terasa akan meluap ke atas tubuh nya dan ingin segera ia keluarkan.


"Hoek!"


Cyra berjalan ke arah closet dan kemudian kembali memuntahkan apa yang berada di isi perut nya.


"Hah..."


Gadis itu menarik napas nya, rambut coklat yang masih basah dan ia yang masih terus muntah saat mengingat tentang sentuhan 'Pria pertama'


...


Pukul 10.56 pm


Ia terpaku untuk bebetapa saat sebelum akhirnya gadis itu menyadari kepulangan nya.


"Kau sudah kembali? Bagaimana?" tanya Cyra yang menoleh.


"Kau sudah membunuh mereka semua?" sambung nya dengan wajah yang tak takut sama sekali.


Tak ada jawaban namun mata perak yang tampak menelisik itu terlihat sedang mengamati pria yang baru kembali.


"Seperti nya sudah..." gumam Cyra lirih saat ia melihat ke arah kemeja yang memiliki cipratan darah dan sepatu yang tampak kotor dengan cairan merah kental itu juga.


"Kau tidak takut kalau aku akan membunuh mu juga?" tanya Alessio yang beranjak mendekat.


Aroma darah tercium jelas dari tubuh nya, dan gadis itu tampak tak takut atau gemetar sedikit pun.

__ADS_1


Mata perak itu melihat dengan datar, tak peduli siapa yang mendekati nya bahkan dengan senjata sekaligus.


Tak!


Suara dari pistol itu terdengar, pelatuk yang siap di tarik dan kemudian mengarahkan tepat di dahi gadis yang masih memegang buku bacaan nya itu.


"Kau akan membunuh ku?" tanya Cyra yang tau senjata apa yang melekat di dahi nya itu.


"Ku rasa, kau terus tumbuh menjadi kelemahan ku." jawab Alessio singkat yang terus saja terombang-ambing.


"Aku tidak akan menjadi kelemahan mu, aku akan memberikan semua dunia yang kau mau dan..."


"Sebagai imbalan nya aku mau kau menghancurkan dunia ku lalu membakar nya hingga habis." sambung Cyra yang menatap ke arah pria itu.


Alessio tak mengatakan apapun, ia diam sesaat dan menatap ke arah mata yang tampak tak takut dengan apapun itu.


Tak!


Pelatuk pistol itu di tarik, tak ada satupun suara tembakan yang terdengar.


Dan gadis itu pun tak menutup mata nya sama sekali dan terus melihat nya.


Alessio terdiam untuk beberapa saat, tatapan mata yang kukuh itu tak berubah. Dan ia pun tau sejak awal jika pistol yang tadi ia gunakan tak memiliki anak peluru sama sekali.


"Hah..!"


Tarikan napas nya terdengar panjang dan ia pun kemudian menarik senyuman simpul sesaat.


"Membakar dunia untuk mu?" tanya nya yang melempar pistol nya dan kemudian menarik dagu kecil itu.


Cyra tak menjawab namun ia mengernyit saat mata pria itu tampak berubah dan juga aura nya.


"Sekarang..."

__ADS_1


"Siapa kau?"


Tanya Cyra yang merasa bingung akan pria yang ada di depan nya, tak ada senyuman dan hanya senyuman simpul yang terlihat.


__ADS_2