My Bad Princess

My Bad Princess
Devil's incarnation


__ADS_3

Satu Minggu kemudian


Duchy Helemites


Aula


Pesta dansa yang di lakukan sebagai penyambutan dari grand Duke yang baru pun di mulai, semua orang bersuka ria seperti merupakan sikap yang berpura-pura sedih saat kematian grand Duke yang sebelum nya.


"Selamat," ucap gadis itu singkat sembari mendekat ke arah sang kakak.


"Kau sendiri?" tanya Tarrant yang menatap ke arah belakang gadis itu karna biasa nya gadis itu memang bersama dengan seseorang dan tentu orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah pelayan pribadi yang entah dari mana itu.


"Tidak," jawab Cyra singkat namun ia tak mengatakan di mana pria yang biasa nya selalu bersama nya.


Tak ada pertanyaan lain, pria itu pun menatap ke arah gadis yang berdiri tepat di depan nya dan kemudian menatap dengan mata nya.


"Putra mahkota juga tidak terlihat," ucap nya yang berbisik ke telinga sang adik.

__ADS_1


"Itu lebih baik," jawab Cyra dengan datar dan tentu ia sudah pasti tau jika pria yang baru saja di katakan oleh sang kakak sedang sangat kesal.


Kedua nya sama-sama diam untuk sesaat, tak lama kemudian pria itu menatap nya dan kemudian menarik napas nya.


Keheningan yang terasa di tengah semarak nya pesta yang terasa meriah dengan ornamen musik klasik yang di penuhi dengan orang-orang bangsawan lain nya.


"Kau pernah berpikir untuk menghancurkan pesta seperti ini? Pasti mereka akan seperti lalat yang berterbangan." ucap gadis itu yang kemudian menatap ke arah para bangsawan yang tentu memiliki sifat angkuh sebagai pembawaan nya.


"Kau ingin menghancurkan pesta ini?" tanya Tarrant yang masih berdiri di samping gadis itu.


"Bukan ini, tapi pesta yang lain." Jawab Cyra singkat sembari membuang napas nya.


...


Sementara itu.


Di tempat lain, suasana yang lebih tenang. Cahaya lampu sihir dan api yang lebih sedikit namun dua orang itu tampak berdiri berhadapan satu sama lain.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan? Jangan melihat ku seperti itu, aku ini masih suka wanita." ucap pria tampan itu sembari menunjukkan jika ia sedang geli untuk sesuatu.


"Kau tidak bodoh dan tentu saja kau tau kita tidak di sini untuk membicarakan hal yang konyol kan?" tanya pria itu yang menatap ke arah seseorang yang bagi nya berpangkat rendah namun memiliki aura yang berada di atas.


"Apa yang kau inginkan?" tanya pria itu yang kemudian menatap ke arah seseorang yang memiliki karakteristik yang tampan dengan rambut dan mata yang berwarna emas.


"Katakan, siapa kau? Kau tentu bukan pria biasa yang akan selalu bersama dengan putri dari seorang Duke," tanya Theodore yang menatap ke arah pria dengan rambut yang berwarna hitam pekat itu.


"Aku? Bukan nya kau sudah tau? Aku pelayan, seorang kepala pelayan dari putri Duke." ucap Alessio yang terdengar santai.


Theodore menahan gertakan gigi nya yang terasa kesal saat mendengar apa yang pria itu katakan.


"Aku bisa merasakan nya. Kau terlalu istimewa untuk rakyat biasa dan terlalu kotor untuk seseorang yang memiliki berkat Dewi." ucap pria itu yang menatap ke arah seseorang yang berada di depan nya.


Alessio tersenyum miring, ia mendekat satu langkah dan kemudian berbisik.


"Dan kau terlalu baik untuk di sebut sebagai titisan Dewi, mungkin sebalik nya?"

__ADS_1


"Titisan iblis?" tanya nya yang menatap ke arah pria itu.


__ADS_2