My Bad Princess

My Bad Princess
Know


__ADS_3

Mata yang cerah di bawah rembulan itu menatap dengan tajam dan kemudian memincunh saat mendengar nya.


Ia melihat ke arah pria itu dengan tatapan amarah namun pria yang ada di depan nya hanya tersenyum tipis.


"Ya, aku akan lihat apa yang istimewa dari mu dan aku bahkan masih penasaran untuk itu." ucap nya yang kemudian menatap ke arah pria itu dan berbalik.


...


Sementara itu pesta masih di mulai, kali ini gadis berambut perak itu duduk di kawanan perkumpulan bangsawan lain nya yang berada di dekat nya dan kemudian menatap nya dengan senyuman tipis.


"Aroma teh nya lebih harum, seperti memiliki tambahan dari bunga mawar."


Seru gadis bangsawan yang berasal dari keluarga Marquis itu, tak ada jawaban hanya senyuman tipis dan anggun yang terlihat.


"Apa nanti ada akan berdansa lagi dengan putra mahkota?" tanya salah satu dari ladu bangswangan kelurga Tudor.

__ADS_1


Cyra tak menjawab, ia hanya menunjukkan senyuman yang polos dengan wajah yang naif pada para gadis bangsawan yang selalu iri pada nya namun juga tak bisa menunjukkan nya dan pada akhir nya selalu bersikap pura-pura dekat.


"Kalung yang putri kenakan hari ini sangat indah, warna nya begitu mirip dengan mata putra mahkota." ucap salah satu lady bangsawan yang mencoba memuji.


"Terimakasih, saya juga melihat gaun yang indah pada nona Rossalyn malam ini." jawab nya dengan senyuman tipis dan wajah yang cantik.


Banyak dari para lady itu pun juga berusaha mendekati nya untuk menduduki posisi sebagai grand Duchess karna sang kakak sampai sekarang belum memiliki seorang tunangan atau calon istri.


Pembicaraan yang sebenar nya terasa membosankan membuat gadis itu merasa jengah namun karna tuntunan sikap membuat nya tak menunjukkan nya sama sekali.


Sampai musik yang di alunkan terdengar berbeda dan kemudian beberapa orang mulai ke meja dansa.


"Bisakah saya memiliki kehormatan untuk dansa pertama anda putri?"


Cyra tersentak, mata perak nya belum menemukan pria yang datang dari dimensi berbeda itu namun tunangan nya sudah datang lebih dulu sembari menawarkan dansa pertama seperti biasa nya.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum, tak ada alasan untuk menolak dan juga ia yang memang harus menunjukan sisi yang akur dari pertunangan nya yang terkenal harmonis.


Aula yang besar dengan langkah yang memutar dan iringan musik yang menyesuaikan.


Pria itu memegang pinggang ramping yang kemudian memeluk gadis itu dengan irama yang sesuai.


"Kau tau dia berasal dari dunia iblis kan?" bisik Theodore saat dansa berlangsung.


Cyra terkejut namun ia berusaha menahan dan mengontrol ekspresi wajah nya.


"Apa yang anda bicarakan Yang Mulia?" tanya nya yang mencoba bersikap seperti tak tau apapun.


"Aku tau semua nya, kau tidak lagi memakai gelang yang ku berikan dan juga kau memiliki inti iblis yang sudah berlawanan dengan kekuatan Dewi," jawab Theodore yang memegang tangan gadis itu sembari memutar tubuh nya.


Tak ada jawaban sama sekali, gadis itu hanya menatap dengan heran walaupun ia sudah tau apa yang di bicarakan.

__ADS_1


"Jangan pura-pura, hentikan permainan tikus di dalam lorong ini." ucap Theodore dengan suara yang lirih.


"Masalah patung Dewi kau juga sudah tau apa yang terjadi kan? Dan kematian grand Duke sendiri juga terlalu tiba-tiba," sambung nya lagi yang masih membuat gadis itu terdiam.


__ADS_2