My Bad Princess

My Bad Princess
Cute


__ADS_3

Dua Minggu kemudian.


Suasana kota yang tampak penuh dengan hal yang bisa di lihat.


Mata gadis itu bersinar, senyuman nya tampak polos dan wajah yang begitu bersemangat.


Gadis yang bahkan bukan termasuk bangsawan namun bisa di terima di akademi bangsawan itu sendiri dengan sponsor yang bahkan tak bisa di miliki oleh semua orang.


Bruk!


"Astaga! Maafkan saya nona!"


Ucap gadis itu yang langsung bergerak dan tentu saja melihat ke arah seseorang yang ia tabrak.


"Tidak apa, aku baik-baik saja." ucap nya yang membalas gadis itu.


Mata yang memiliki warna cerah itu tampak terpesona untuk beberapa saat ketika melihat rambut yang berwarna perak itu.


Ia pun beranjak dan kemudian menunduk seketika, ia tak tau dengan siapa bicara karna ia sendiri sama sekali belum pernah ke ibu kota.

__ADS_1


"Cantik..." gumam gadis itu lirih tanpa sadar saat ia melihat ke arah gadis yang berada di depan nya.


Tak ada jawaban, hanya senyuman singkat yang terlihat menghiasi wajah yang tampak indah itu.


"Tadi seperti nya nona terkena teh? Anda baik-baik saja?" tanya nya yang seperti memperhatikan bagaimana keadaan gadis itu.


Satu anggukan terlihat, wajah yang tampak bersemangat dan melihat dengan tatapan polos yang seakan sedang merasa senang dan kagum dengan apa yang ia lihat.


"Se.. sebagai permintaan maaf bagaimana jika saya belikan kue untuk nona?" tanya nya dangan wajah yang tampak penuh harapan.


Ia tentu lebih muda walaupun tak semuda adik kembar gadis berambut perak itu namun ia merupakan seseorang yang berada di bawah usia dewasa.


"Baik," Cyra mengangguk dengan senyuman cantik nya.


Gadis itu tersentak, ia seperti sering mendengar nya namun ia lupa siapa nama belakang yang baru ia dengar saat ini.


"Larissa Beatrice," jawab nya yang juga memperkenalkan diri namun tentu nama belakang yang ia gunakan masih berbeda dengan apa yang di ingat Cyra sebelum kehidupan kedua nya.


Karna gadis itu dulu nya di berikan gelar bangsawan agar ia bisa berada di posisi selir kaisar.

__ADS_1


"Eklcart..." gumam Larissa yang merasa tak asing.


Ia mengulang apa yang ia dengar dan memutar isi kepala nya agar bisa mengingat nama siapa yang ia panggil dan baru ia dengar itu.


"Astaga!"


Cyra tersentak mendengar suara gadis itu yang tiba-tiba tinggi dan juga bertepatan dengan kue dan teh yang baru saja di sajikan.


"Ada apa nona?" tanya nya yang menatap ke arah gadis muda yang terlihat baru mengingat sesuatu itu.


"Ya.. Yang Mulia Putri Mah-"


"Sstt..." Cyra memotong panggilan gadis itu sembari meletakkan jari telunjuk di bibir nya dan kemudian menatap nya.


"Anda Yang Mulia Putri Mahkota?" tanya dengan suara berbisik dan kemudian mendekat seperti mendengar dan melihat sesuatu yang baru.


Tak ada jawaban, hanya senyuman yang cantik dan tatapan mata perak yang indah terlihat dari gadis itu.


"Aku terlihat seperti Putri mahkota?" tanya Cyra dengan senyuman kecil.

__ADS_1


"Kalau terlihat berarti bukan? Tapi tadi anda mengatakan nama belakang keluarga grand duke Eklcart?" gumam Larissa yang merasa bingung.


"Nona terlihat menggemaskan sekali? Kau seperti melihat adik ku." ucap nya yang mampu membuat gadis muda itu merasa merona.


__ADS_2