
Cyra mengernyit kan dahi nya, kata-kata yang mengatakan jika sedang haus membuat nya sedikit berpikir.
"Lalu kau mau meminum ku?" tanya Cyra dengan menatap ke arah pria di depan nya.
"Boleh?" tanya pria itu dengan senyuman seringai yang tampak mengerikan namun tetap saja tak membuat wajah tampan itu menjadi hilang.
"Apa? Darah ku? Itu yang kau mau?" tanya Cyra mengulang.
"Ya," jawab nya dengan cepat.
Cyra diam sejenak namun ia memberikan tangan nya.
"Kalau begitu lakukan, kau meminta nya bukan karna haus tapi kau mau kebangkitan mu kan? Dan darah ku memenuhi syarat untuk itu." jawab Cyra singkat yang kemudian mengangkat tangan nya.
Satu senyuman yang tampak mengerikan itu terlihat, ia pun memegang nya dan mengambil nya lalu mulai mengendus nya seperti ingin mengesap aroma nya.
Cyra tersentak, pria itu tak mengigit nya langsung namun malah mengusap dan menj*lat tangan nya lebih dulu sebelum ia ingin menggigit nya.
Ukh!
Gadis itu mengernyit, tangan nya sedikit tertarik sebagai refleks dari gigitan yang lebih menyakitkan.
Buliran cairan kental berwarna merah itu mulai turun dan kemudian membasahi mulut yang bagai saus tomat itu.
Rasa panas, geli dan perih bercampur di tangan nya saat pria itu tampak begitu rakus menghisap darah yang mengalir di tubuh nya.
__ADS_1
Krak!
Suara kain yang terdengar robek itu membuat perubahan di tubuh pria itu.
Warna kulit yang kembali menghitam dan kemudian sayap besar tajam yang keluar dari punggung nya.
Tangan dan kuku yang perlahan tumbuh seperti hewan buas dengan wujud setengah manusia yang tampan.
Cyra tak mengatakan apapun, ia tak mengeluh walaupun rasa sakit di tangan nya sudah begitu mengganggu.
Darah nya tak lagi jatuh menetes, bukan nya tak bisa namun cairan merah kental itu di lahap seperti menghisap madu.
Deg!
Cyra tersentak, tubuh nya terasa terikat dan seperti terbakar akan sesuatu.
"Ack!"
Suara nya terdengar terhentak sejenak saat tangan nya di lepas paksa dan kemudian menatap ke arah pria itu sesaat.
"Kenapa dengan tangan mu?"
Suara nya masih terdengar lebih berat namun pertanyaan itu membuat nya bisa mengenali siapa yang bicara pada nya.
"Alessio? Atau..."
__ADS_1
Pria itu menoleh, ia menatap bingung dengan kondisi tubuh nya yang berubah dan kemudian menatap ke arah gadis itu lagi.
Tangan nya terangkat, bukan ingin memukul nya namun seperti mendorong nya jatuh ke aras ranjang.
"Apa yang terjadi dengan ku?" tanya Alessio yang bingung namun tubuh nya seperti bergerak sendiri seakan mengikuti sesuatu yang tak bisa ia hentikan.
Ack!
Cyra tersentak, kekuatan nya sama sekali tak berpengaruh dan ia tau itu karna setelah malam kebangkitan itu di mulai ia tak bisa bisa lagi menggunakan nya untuk mengancam pria di depan nya.
Gigitan yang terasa menyakitkan itu kini sekaan meminta tempat yang lain.
Leher jenjang yang mulus itu pun seperti menjadi tempat yang cocok.
Alessio tau apa yang ia lakukan, ia tak merasa tubuh nya bergerak sendiri hanya saja ia seperti memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu.
"Ukh...."
Gadis itu tersentak, kuku yang panjang dari jari telunjuk itu menekan dada nya seperti ingin menembus jantung nya.
Ia meringis, rasa nya seperti di tikam oleh sebuah pedang.
Pria itu mengangkat wajah nya dengan mata yang melihat sendiri jika ia sedang menikam jantung gadis itu dengan tangan nya.
"Tahanlah, kau mau kembali kan?" bisik nya di telinga gadis yang kesakitan itu dan ia tak tau mengapa ia bisa mengatakan nya.
__ADS_1
Cyra tak menjawab, wajah nya memucat pasi dan darah segar itu sudah membuat sprei nya menjadi warna merah bagai lautan tragedi.