My Bad Princess

My Bad Princess
Bad dream?


__ADS_3

Duchy Helemites


Mata perak itu menatap ke arah pria yang masih tertidur atau lebih tepat nya tak sadarkan diri.


Tak ada luka namun seluruh pakaian yang di kenakan pria tampan itu tampak berlumuran darah.


Cyra menarik napas nya, ia memakaikan piyama tidur sang kakak pada pria itu dan tentu ia meminta nya sendiri namun masih merahasiakan keberadaan pria itu.


"Mati, berarti itu cara nya?"


Gumam nya lirih, tak hanya ia yang akan mati kalau iblis yang melakukan perjanjian nya dengan nya mati namun sebalik nya, hal itu pun berlaku pada iblis tersebut.


Walaupun seharusnya tak ada hubungan timbal balik namun tetap saja karna mana yang tak seimbang membuat hal itu terjadi.


"Kau tidur nyenyak sekali? Apa kau sudah bertemu malaikat mu?" gumam Cyra selagi menunggu pria itu untuk bangun.


...


Cahaya mentari datang, pagi menerjap dengan segala sinar nya yang telah datang. Mata yang berwarna gelap seperti rambut nya itu perlahan terbuka.


Dahi yang mengernyit saat ia mulai menyadari jika tersadar di tempat yang tak seharus nya.

__ADS_1


Deg!


Alessio beranjak bangun, interior kamar yang sangat berbeda dengan milik nya, tampak begitu klasik seperti berasal dari dunia yang berbeda.


Pria itu bergerak, kini tak ada lagi rasa sakit apapun di tubuh nya. Semua yang terjadi seperti tak ada apapun.


Ia beranjak bangun, namun untaian yang halus itu membuat nya menoleh.


Berwarna terang dan berkilau, wajah yang cenderung pucat dengan bibir yang merah dan bulu mata yang lentik namun masih terpejam itu.


"Ini bukan mimpi? Atau mimpi?"


Mata perak itu perlahan terbuka, iris yang terlihat menunjukkan kewaspadaan dan tentu menatap nya tanpa terkejut.


"Kau sudah bangun?"


Cyra menarik napas nya, menatap ke arah pria yang terlihat begitu terkejut itu.


"Ini nyata? Si*l! Ku rasa aku sedang bermimpi buruk!" ucap Alessio yang kemudian membaringkan tubuh nya dan menepuk dahi nya.


Cyra diam sejenak, melihat ke arah pria yang tampak tak ingin bicara apapun itu dan seperti menunjukkan jika ia mendapatkan nasib buruk saat kembali bertemu.

__ADS_1


"Bertemu dengan ku adalah mimpi buruk?" tanya Cyra sembari menatap ke arah pria itu sekali lagi dengan tatapan yang tak teralihkan.


Pria itu tak menjawab dan hanya terdengar tarikan napas saat mendengar pertanyaan yang bahkan tak terpikirkan oleh nya itu.


"Ya, Kau seperti mimpi buruk yang bisa membuat ku gila. Tidak ada yang mengenali mu, kau seperti tidak pernah ada sama sekali tapi kenapa aku bisa ingat?


"Aku melihat hal yang tidak nyata dengan mata kepala ku sendiri dan membuat ku mati tidak mau untuk percaya lalu setelah aku melihat keajaiban itu semua menghilang, seperti gelembung sabun yang pecah di udara."


"Hanya seperti membuat ku menjadi badut,"


Jawab pria itu lirih yang bahkan tak ingin melihat ke arah gadis di samping nya yang menurut nya seperti mempermainkan emosional nya.


Cyra hanya diam, ia tau semua yang terjadi terlalu di luar akal untuk seseorang yang hidup di dunia yang bahkan tak mengenal apa itu sihir.


Ia mendekat ke arah pria itu, merapatkan tubuh nya dan menyentuh pipi yang bahkan tak tak melihat ke arah nya.


"Apa aku seperti mimpi buruk untuk mu? Dalam artian kau membenci ku?" tanya Cyra mengulang.


Alessio mengalihkan pandangan nya dan tentu mana mungkin ia bisa memalingkan wajah saat ia melihat ke arah wajah seseorang yang berada di depan nya.


Untaian rambut yang halus dan berkilau jatuh menggelitik pipi dan wajah nya, mata perak yang seperti memberikan sebuah sihir yang ingin membuat bibir nya menjadi bungkam.

__ADS_1


__ADS_2