My Bad Princess

My Bad Princess
Almost


__ADS_3

Mansion Renfred.


Udara yang datang dengan sinar yang panas, cahaya yang cerah dengan semua warna mentari yang masuk ke kamar itu.


Waktu seakan terhenti, pria itu kehilangan semua perkataan nya seakan detik tak berjalan saat ini.


Aroma yang lembut itu menyeruak masuk ke dalam tubuh nya, ia merasakan sesuatu yang manis dan meluap.


Bibit yang lembut membuat nya seperti kehilangan kata-kata untuk saat ini.


Gadis itu berhenti, ia melepaskan ciuman nya dan menatap ke arah pria yang tampak sangat terkejut itu.


"Itu yang kau mau kan?" ucap Cyra yang melepaskan ciuman nya dan kemudian menatap ke arah pria itu.


"Kau pikir aku sedang bermain?" tanya Alessio yang tersadar dari sihir yang memalingkan itu dan kemudian menatap ke arah gadis di depan nya.


"Bukan nya kau yang seperti itu? Aku mengatakan semua yang aku tau tapi kau sebaliknya." jawab Cyra yang menatap dengan mata yang tampak tak bisa menggambarkan emosi apapun.


Alessio tak mengatakan apapun namun kecupan nya turun ke leher jenjang itu lalu mengecupi nya sekali lagi.


Cyra tak mengatakan apapun, rasa yang geli dan napas yang hangat berhembus di atas kulit nya.

__ADS_1


Pria itu pun mulai menaikkan gaun yang di kenakan oleh gadis yang bahkan baru sadar setelah pingsan saat ia sudah menguras tenaga nya dua hari yang lalu.


Ia mengusap kulit yang halus itu, tanpa sesuatu yang kasar dan begitu lembut, kali jenjang yang bahkan tak bisa di miliki oleh gadis mana pun yang pernah ia temui.


Cup!


Cyra tersentak, kecupan yang hangat itu mendarat di paha nya karna Alessio terus saja turun ke bawah tubuh nya.


Gadis itu mengangkat wajah nya, melihat seseorang yang seperti ingin bergerak di bawah tubuh nya namun tak bisa mengatakan apapun.


Sreg!


Cyra tersentak, ia merasa pria itu sudah menarik apa yang menjadi penghalang di bagian tubuh nya.


Suara napas nya menjadi berat, ia memejam. Bukan rasa yang buruk namun ia mengingat sesuatu.


Sesuatu yang sejujurnya sangat ingin ia lupakan.


"Kau memang berbeda, kau seperti bukan manusia." ucap Alessio yang naik dan berbisik sedangkan ia mengganti dengan jemari nya.


Cyra tak menjawab, ia hanya memalingkan wajah nya tak melihat ke arah pria itu.

__ADS_1


Tidak tersenyum atau pun menangis, sedangkan Alessio mengecup kembali telinga gadis itu.


Seluruh tubuh gadis itu terasa mawar, memberikan nya rasa lega pada dahaga yang selama ini selalu ia cari.


"Ungh!"


Cyra mengernyit, pria itu bermain dengan jari jemari yang sudah begitu terlatih sampai membuat nya sekaan kehilangan akal sehat nya.


Alessio tersenyum, setidak nya ia sudah berhasil membuat gadis itu mengeluarkan suara tanpa ia tau di malam dua hari yang lalu gadis itu pun sudah mengeluarkan suara manis nya.


"Kau suka ju-"


TOK! TOK!


"Alessio?! Cepat! Kau di dalam? Kapal sedang dalam masalah!"


Suara yang terdengar begitu gawat dan harus segera di tangani.


"Mereka meledakkan nya! Dua kapal lagi masih di kejar!" sambung pria yang berada di balik pintu.


Alessio berdecak, ia pun langsung beranjak dan kemudian bangun.

__ADS_1


"Sial! Akan ku bunuh mereka semua!" ucap nya yang beranjak marah dan bangun dari tubuh gadis itu.


Cyra tak mengatakan apapun, ia hanya diam sembari melihat pria itu pergi dan sesuatu yang sudah basah dari tubuh nya.


__ADS_2