My Bad Princess

My Bad Princess
Meet you again


__ADS_3

Italy


Deg!


Pria itu tersentak dalam tidur nya, rasa sakit yang menusuk dada nya membuat ia tak bisa mengatakan apapun.


Tubuh nya terasa terbakar dan di remukkan di saat yang bersamaan.


"Ukh!"


Pria itu tersentak, merintih seketika seperti terluka begitu parah.


Semua nadi yang berada di tubuh nya bergejolak, terasa ingin membludak di saat merasa panas dan juga remuk di saat yang bersamaan.


Alessio berkeringat, wajah yang pucat dan tampak begitu berbeda.


"Hah..."


"Hah..."


Ia menarik napas, berusaha bergerak namun tentu begitu sulit sampai membuat nya tak bisa menyeimbangkan langkah nya.


Bruk!


Pria itu terjatuh, tempat tidur yang empuk kini bukan lagi tempat ia bersandar.


Langkah nya goyah, lebih tepat nya ia yang tak bisa berjalan ketika rasa sakit itu semakin menyelimuti nya.


"Si*l!"


Satu kata umpatan yang keluar dari dalam mulut nya ketika ia merasa begitu kesal akan rasa sakit yang bahkan tak ia ketahui sama sekali.


"Heuk!"


Rasa yang membeludak itu seperti pecah di dalam perut nya, ia pun seperti ingin memuntahkan sesuatu.


Cairan merah kental itu mengalir dari sela jemari nya ketika ia menutup mulut nya sendiri.


"Hah...!"


Tarikan napas nya semakin berat, darah yang keluar dari tubuh nya tak habya ia muntahkan namun hidung dan mata nya pun mengeluarkan cairan yang sama.


Deg!


Deg!


Deg!


Pandangan nya mengabur, hanya dua langkah ia mencoba untuk pergi dari ranjang nya namun kini ia seperti tak bisa melakukan apapun lagi dan tergelatak dengan darah yang bahkan masih mengalir melalui mata nya seperti sedang menangis darah.


......................


......................


......................


Kekaisaran Lavensberg


Duchy Helemites.


Cahaya yang masih berterbangan, kunang-kunang cantik yang terus menerus menyebar seperti bintang yang turun ke bumi.

__ADS_1


Namun keindahan itu tak akan menutupi tragedi yang terjadi.


Gadis itu tergeletak di lantai, wajah yang pucat dengan mata yang masih menatap sayup ke arah pria yang berdiri di depan nya.


Ia melihat sepatu mengkilap yang tak bisa di gunakan oleh semua orang itu mendekati nya.


Napas nya terdengar berat namun tentu ia masih hidup.


Pria itu berjongkok setelah mengusap bibir nya yang masih basah. Ia menatap ke arah gadis yang tampak tak lagi bisa bergerak itu dan kemudian mengusap rambut perak yang basah itu dengan darah itu.


"Padahal kita sudah lama seperti ini? Tapi kenapa kau masih belum terbiasa? Hm?" tanya pria itu tanpa merasa bersalah sembari menepuk pipi yang pucat itu.


Tak ada jawaban sama sekali dari gadis itu, Cyra hanya melihat dengan mata perak nya yang tampak sayup.


"Ada apa? Kau mau mengatakan sesuatu?" tanya Theodore yang mendekatkan telinga nya namun tentu tak ada suara sama sekali.


Cyra tak membuka mulut nya, lidah nya merasa begitu Kelu hingga tak bisa lagi membuat nya berkata-kata.


Pria itu tersenyum sembari membelai rambut perak yang tampak berkilau walaupun berantakan.


"Kau harus bisa mengatakan apa yang kau ingin katakan, kenapa diam terus? Padahal kau dulu bukan anak yang pendiam," ucap nya sembari mengusap kepala gadis itu.


Seperti kesenangan dan kepuasan tersendiri yang membuat nya tak merasa bersalah sama sekali.


Malah sebaliknya, ia berpikir gadis itu yang harus berterimakasih pada nya karna di beri kesempatan untuk melakukan pengabdian pada nya.


Pada nya yang selalu berpikiran jika ia adalah seseorang yang paling penting yang ada di dunia, seseorang yang bahkan bisa menyaingi kedudukan dari Dewi dan Dewa itu sendiri.


Cyra tetap tak menunjukan respon selain lirikan mata nya yang melihat tajam namun juga tampak sayup ke arah pria itu.


Entah ucapan yang seperti mengejek atau tidak namun yang jelas nya pria itu tampak seperti ingin mentertawakan nya.


"Sudahlah, aku akan sembuhkan luka nya dulu." ucap nya enteng yang kemudian beranjak membalik tubuh gadis itu hingga telentang dan kemudian menyentuh luka nya.


"Ukh!"


Theodore tak bergerak sama sekali, ia hanya menatap ke arah gadis di depan nya yang tampak menahan sakit sampai sinar di tangan nya telah hilang.


"Sekarang kau bisa ganti gaun mu dan kemudian membersihkan tempat ini," ucap nya yang beranjak keluar tanpa merasa bersalah.


"Ingat, aku tak suka ada masalah karna hal seperti ini." ucap nya yang sama sekali tak merasa peduli bahkan ketika ia lah yang membuat masalah itu sendiri.


Cyra tak mengatakan apapun, mata perak nya menatap ke arah pria yang sudah beranjak pergi itu.


Punggung besar yang kekar itu tampak menghilang di balik jendela kamar nya. Mata perak itu tampak sayup.


Ia memejam sejenak dan kemudian menatap ke arah tempat seseorang menghilang.


Cahaya kunang-kunang itu masih berterbangan di atas tubuh gadis yang tergeletak itu.


Cyra membuka mata nya kembali, denyut jantung nya terasa berbeda, seperti ada sesuatu yang memenuhi tubuh nya.


Ia membalik tubuh nya agar bisa terlentang menatap ke arah semua kunang-kunang yang berterbangan dengan cantik memenuhi kamar nya.


"Dia di sini?"


Gumam nya saat ia merasakan sesuatu yang membuat nya bisa menyadari kehadiran seseorang.


Memang tak terlihat langsung oleh nya, namun degupan jantung dan perasaan naluriah yang ia miliki mengatakan demikian.


Cyra menutup mata nya sekali lagi, menarik napas lirih karna seseorang yang sebenarnya bukan bagian dari rencana nya namun ia harapkan untuk datang.

__ADS_1


"Ukh!"


Suara rintihan terdengar sekilas, ia bangun dengan kondisi tubuh yang masih merasakan sakit namun tentu ia harus mencari seseorang.


Seseorang yang mungkin sudah datang di tempat yang sama dengan nya namun tak tau sedang ada di mana saat ini.


"Hah..."


Gadis itu menghela napas nya, ia melihat ke arah ujung jemari nya yang masih bisa menumbuhkan tumbuhan iblis itu.


Dan secara alami bunga menjalar yang tumbuh dari jemari nya itu bisa menjadi ke inang yang sebenar nya.


Cyra perlahan bangun, tak peduli dengan rasa sakit serta neraka apa yang baru ia temui tak membuat nya diam.


Langkah yang masih goyah itu di perkuat dan ia pun turun dari balkon kamar nya menggunakan semua bunga yang ia bisa ia tumbuhkan.


Mengikuti sulur mawar yang tumbuh dengan sendiri nya di atas tanah seperti sihir yang indah dan mampu membuat mata siapapun terpesona.


...


Deg!


Deg!


Deg!


Suara jantung pria itu terdengar keras, ia melihat ke arah seseorang bahkan seperti hantu yang tak di ingat itu.


Gadis cantik dengan rambut perak yang cerah di bawah rembulan yang sedang bersinar terang dengan wajah yang pucat dan gaun yang berlumuran darah serta jemari yang di tumbuhi tumbuhan merambat dan bunga yang indah.


"Ah..."


"Si*l! Aku ini sedang masuk neraka atau masuk surga?"


Gumam nya lirih yang mengumpat dengan mata yang sayup saat tubuh nya tergeletak di atas tanah dengan tenaga yang sekaan sudah di kuras dan di peras habis.


Ia merasa senang namun juga merasa kesal dan marah.


Gadis itu tak mengatakan apapun, ia sudah berhasil menemukan seseorang yang ingin ia temui.


Cyra pun perlahan menarik lagi semua sulur bunga mawar yang baru saja membantu nya untuk mencari di mana pria itu berada dan sekarang ia sudah menemukan nya.


Ia melangkah mendekat menatap ke arah pria itu dan kemudian berjongkok.


Mengusap wajah nya dan kemudian meletakkan kepala pria itu di atas pangkuan nya.


"Kenapa? Apa aku terlalu jahat untuk menjadi malaikat di surga? Atau aku terlalu cantik untuk menjadi iblis di neraka?"


Tanya Cyra lirih karna ia mendengar apa yang baru saja pria itu katakan walaupun bergumam.


"Kau gadis menyebalkan," gumam pria itu yang tentu tau sikap asli gadis itu.


Tak ada jawaban sama sekali, gadis itu menatap kosong dan datar lalu menatap ke arah pria yang berada di depan nya.


Cup!


Satu tempelan yang lembut mendarat di bibir yang tipis dan manis itu.


"Kalau begitu kau mau pergi ke neraka dengan ku?" tanya Cyra saat mengangkat wajah nya dan menatap ke arah pria yang saat ini sedang berada di pangkuan nya.


Pria itu tak mengatakan apapun, tangan yang halus dan kecil itu tengah membelai kepala nya seperti sihir yang membuat nya terbuai.

__ADS_1


Wajah cantik yang bagaikan hipnotis membuat nya tak bisa memalingkan pandangan nya sama sekali.


__ADS_2