My Bad Princess

My Bad Princess
Thirsty


__ADS_3

Mansion Renfred.


Senyuman simpul di wajah yang tampan itu menatap dengan mata yang menyilang tajam.


"Lucifer? Itu kau?" tanya Cyra sekali lagi.


Pria itu tak memberikan jawaban apapun, hanya seutas senyuman yang bahkan tak bisa ia katakan apapun lagi.


"Apa yang kau mau?" tanya Cyra mengulang pada pria yang tampak tersenyum dengan mata yang masih menyilang tajam berwarna merah itu.


"Kau," kali ini ia menjawab.


Bukan hanya senyuman tipis melainkan jawaban yang terdengar jelas dan yakin.


"Aku akan membakar semua dunia yang tidak kau sukai, aku akan melakukan nya." ucap nya sekali lagi.


"Kalau begitu kembalikan aku, aku harus pulang untuk kau bisa lakukan itu." tanya Cyra yang tentu memiliki satu tujuan.


"Baiklah, tapi setelah kebangkitan ku sempurna, aku juga tidak bisa menggunakan ingatan dari anak cucu ku." jawab nya dengan tersenyum dan kemudian berjalan ke arah lain.

__ADS_1


Cyra diam sejenak, tak bisa menggunakan ingatan dari anak cucu?


"Alessio keturunan terakhir? Bagaimana kau bisa membawa nya ke sini? Lalu kau seperti merasuki nya?" tanya Cyra sekali lagi.


Pria itu hanya melempar senyuman nya dan atau alis nya yang naik.


"Aku tidak merasuki nya, kami satu orang yang sama."


"Tapi karna kekuatan nya belum bangkit aku ada untuk melindungi nya. Itu berarti aku akan segera menyatu nanti nya." jawab pria itu dengan suara yang berubah menjadi lebih berat dan serak tak seperti seseorang yang ia kenal.


"Cara untuk membangkitkan nya?" tanya Cyra mengulang.


"Dia sudah melakukan nya dari waktu ke waktu," jawab Pria itu dengan senyuman simpul.


"Lalu kenapa aku bisa ada di sini? Atau kau kenapa kau bisa di sini? Kau pasti tau kenapa kita bisa terlempar ke sini kan?" tanya Cyra yang mengulang.


"Darah dari jantung iblis, kau membuat perjanjian secara tidak sengaja. Mengambil sesuatu yang terlarang dan menanamkan nya di tubuh mu membuat mu semakin cocok dan bisa membuat perjanjian dengan iblis." ucap nya yang menerangkan karna ia memang tau semua nya.


"Darah dari jantung iblis? Aku tidak pernah mengambil nya dari kalian," ucap Cyra yang menatap ke arah pria itu dengan tatapan bingung.

__ADS_1


Tak ada jawaban senyuman simpul kembali meninggi.


Pria itu mendekat, mencium aroma yang begitu harum dan kemudian mengesap nya lalu melihat ke arah gadis yang tampak memiliki wajah yang datar itu.


"Sesuatu yang kau bawa dari tempat mu." bisik nya lirih.


Cyra mengernyit mendengar nya, mencoba mengingat apa yang ia bawa dari dunia nya saat berpindah.


Deg!


Belati?


Bibir nya tak mengatakan apapun namun ia mengingat jika ia memang memiliki sesuatu yang bawa sejak awal ia datang ke tempat yang asing itu.


"Lalu kau? Bagaimana bisa ke sini? Bukan nya kalian sudah musnah?" tanya Cyra yang menatap dengan bingung.


"Ya, kami sudah musnah."


"Seharusnya, tapi jantung yang di hancurkan memiliki darah yang mengalir dan darah itu meresap sesuatu yang menghasilkan ruang." jawab pria itu dengan jawaban yang ambigu.

__ADS_1


Cyra tak mengatakan apapun walau ia tak mengerti, yang ia inginkan adalah pria itu membantu nya kembali sebelum waktu nya habis.


"Kau sangat harum, membuat ku merasa haus..." bisik pria itu di telinga gadis cantik bermata perak itu.


__ADS_2