My Bad Princess

My Bad Princess
Crazy Girl


__ADS_3

Kekaisaran Levensberg


Duchy Helemites


Brak!


Grand Duke yang tampak kesal melempar apa yang ada di dekat nya pada Tarrant, sudah sejauh ini namun masih belum ada tanda-tanda jika Cyra di temukan.


"Kau tidak bisa melakukan apapun! Putra Mahkota mulai melakukan pencarian sendiri! Dan kalau anak itu tidak segera di temukan kita akan di anggap sebagai pengkhianat!" ucap Grand Duke Ecklart dengan murka.


Tarrant tak mengatakan apapun, ia juga mencari tau dan sebelum nya menemukan prasasti.


Namun saat mencari seseorang yang bisa menerjemahkan bahasa kuno prasasti itu malah menghilang.


Tak di temukan di mana pun seperti tenggelam oleh lautan.


"Temukan dia segera!" ucap Grand Duke yang semakin murka.


"Baik," jawab Tarrant yang kemudian keluar.


Ia sudah mencari melalui Edward namun tak menemukan siapapun dan ia pun tau pria itu tak ada hubungan nya dengan hilang nya sang adik.


"Kak!"


Yvoine mendekat saat tau sang kakak keluar dari ruangan sang ayah.


"Sudah temukan kak Cyra?" tanya nya yang menunggu kehadiran kakak perempuan nya.


"Dia akan segera kembali," jawab Tarrant singkat pada adik nya itu.


"Aku temukan ini di kamar kak Cyra," ucap Yvoine sembari menyerahkan benih tumbuhan beracun yang tampak seperti serbuk.


Deg!


Tarrant tersentak melihat nya, "Kau tau apa ini?"


Yvone menggeleng mendengar nya, ia tak tau apa itu namun saat ia mencoba mencari suatu petunjuk di kamar sang kakak ia malah menemukan serbuk berwarna hitam menghilang yang mirip dengan berlian hitam.


"Jangan sampai ada yang tau hal ini selain kita, Mengerti?" ucap Tarrant yang memberikan sang adik pemberitahuan.


Yvoine mengangguk, ia menatap ke arah sang kakak dan kemudian melihat pria itu yang beranjak pergi.


Tarrant segara membawa nya, jika hal itu di lihat oleh seseorang, mereka akan mengganggap adik nya sebagai penyihir hitam yang berkolusi untuk membangkitkan iblis.


Walaupun memang benar hal itu namun tentu Tarrant tak ingin ada yang tau karna ia tak mau adik perempuan pertama nya itu di eksekusi dan di benci satu Kekaisaran.


...


"Tumbuhan dari tanah iblis? Kenapa dia memiliki nya?" gumam Tarrant saat ia kembali ke kamar nya dan melihat apa yang di temukan oleh Yvoine.


Ia pun membawa nya, ada beberapa anak yang ia sponsori dan anak-anak itu sudah bersumpah setia, itu berarti saat mereka mengkhianati nya maka jantung nya akan terbelah seketika.


"Kau bisa lihat ini untuk apa dan bagaimana cara menggunakan nya?" tanya Tarrant yang memberikan bibit dari tumbuhan beracun itu pada salah satu penyihir yang ia sponsori.


"Saya butuh waktu untuk memeriksa nya," ucap penyihir tersebut.


Tarrant mengangguk, ia pun beranjak dan membiarkan penyihir nya yang mencari tau.


......................


Istana Kekaisaran.


Theodore menatap ke arah laporan yang di berikan bawahan nya.


Ia bahkan sudah mencari ke penjuru kekaisaran namun tak menemukan tunangan nya yang kabur.


"Dia sama sekali tidak berhubungan dengan Marquis Blaze?" tanya Theodore yang kembali memastikan.


"Tidak, kami sama sekali tidak menemukan jika Putri berhubungan dengan Marquis selama menghilang, bahkan Marquis muda dari keluarga Blaze juga mencari Putri." ucap nya pada pria itu.


"Gunakan sihir kekaisaran dan cari jejak nya," ucap Theodore yang sudah kehabisan berpikir dan hanya itu yang terlintas di kepala nya.


"Baik, Yang Mulia!" ucap bawahan sekaligus asisten terdekat putra mahkota.


"Dan jika dia sudah di temukan segara beri sihir penghalang, agar dia tidak bisa keluar dari kekaisaran," ucap Theodore yang tampak kesal.


Pengawal yang bergerak sesuai dengan perintah nya itu pun segera beranjak, dan kini mata yang tenang itu tampak kesal.


"Aku harus membunuh pria tua itu lebih dulu!" ucap Theodore yang berencana membunuh kaisar yang tak lain adalah ayah nya sendiri dan juga permaisuri yang merupakan ibu tiri nya tentu tak luput juga ia akan membunuh pangeran kedua agar tak ada kudeta saat ia naik tahta.


"Sedikit lagi...''


Theodore menumpahkan cairan racun itu ke bunga-bunga nya dan dengan cepat banyak kupu-kupu yang cantik pun mulai berdatangan dan langsung menghisap sari bunga nya.


...***...


...***...


...***...

__ADS_1


Roma, Italy


Senyuman tipis terlihat, gadis itu menatap ke arah pria yang terlihat sedang menahan sakit itu.


Belati yang berada di tangan nya dengan permata merah yang tampak menyala begitu terkena darah.


"Uhuk!"


Cyra tersentak, dada nya mulai ikut terasa tertusuk akan sesuatu walaupun ia sedang tak dalam situasi yang terluka.


Alessio menatap dengan tatapan yang menyilang, ia tak tau jika gadis itu malah berusaha membunuh nya saat itu juga.


"Kau-"


Crassh!


Dengan satu darah segar itu mengalir, Cyra masih diam. Ia memperhatikan sinar di belati nya dan masih merasakan sakit di dada nya.


Alessio ingin mendorong nya seketika namun gadis itu masih belum beranjak sama sekali.


"Sstt!"


Cyra menutup mulut pria itu dengan satu jari dan kemudian menatap dengan mata nya.


"Aku akan menyembuhkan mu, jadi tenanglah." ucap nya yang menatap ke arah pria itu sekilas sembari melihat dengan mata perak nya yang tampak lebih jernih malam itu.


"Aku akan membu-"


Ukh!


Alessio tersentak, gadis itu mendekat dan membuka mantel tidur nya lalu menj*lat ke arah luka nya.


Rasa perih itu perlahan menghilang secara halus, ia mulai menatap ke arah pria itu sekali lagi.


"Aku menemukan cara untuk kembali, dan aku sudah mencoba nya." ucap Cyra yang bangun setelah membuat luka pria itu menghilang.


Alessio menatap kesal, rasa sakit bya perlahan memudar dan ia dengan cepat menarik gadis itu ke ranjang nya dan membalik tubuh nya.


"Kau mau pulang? Mau ku kembalikan pada Dewi mu itu?!" tanya Alessio yang geram pada Cyra.


Cyra tak menjawab, tak ada tatapan takut sama sekali dan juga tak ada satupun pembantahan.


Ia hanya melihat ke arah pria yang menindih nya dengan meletakkan tangan di leher jenjang nya.


"Kita terikat kontrak, dan aku kontraktor mu secara tak sengaja." ucap nya yang mengusap ke arah bekas luka yang sudah tertutup itu.


Alessio tak menjawab, ia hanya mengernyit menatap ke arah gadis yang kali ini bicara sesuatu yang tak masuk akal.


"Ya, aku akan berusaha memenuhi semua kebutuhan mu dan sebagai balasan nya kau akan memberikan yang ku inginkan." ucap Cyra yang menatap ke arah pria itu.


"Tapi sebelum itu kau juga harus bangkit menjadi iblis yang sepenuh nya, kekuatan mu tidak stabil sama sekali." sambung Cyra yang menatap ke arah pria itu.


"Pers*tan dengan apa yang kau katakan?!" ucap Alessio yang sudah terlanjur kesal pada gadis itu, ia mengencangkan tangan nya dan mulai mencekik nya.


"Kau tidak merasakan apapun saat mencium ku? Seperti merasa puas atau sesuatu yang memenuhi dahaga mu?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria itu.


Cyra menahan tangan yang dengan kuat itu, tanpa mengeluarkan sulur bunga nya atau menyerang balik.


Alessio mengernyit, apa yang di katakan gadis itu memang benar.


"Karna aku kontraktor mu, fungsi kontraktor untuk memenuhi semua kebutuhan tuan kontrak nya," ucap Cyra sekali lagi.


"Ck!" Alessio melepaskan cekikan nya dengan kasar dan kemudian bangun seketika.


Ia tak mengerti namun ia memang memiliki kepuasan tersendiri pada gadis itu.


Entah mengapa ia pun merasakan nya, namun ia tak tau ketertarikan apa yang ia miliki.


"Keluar," ucap Alessio yang menatap ke arah gadis itu saat ia sudah berdiri.


Cyra beranjak bangun, mata perak nya menatap dengan tajam dan kemudian melihat ke arah pria itu saat bangun.


"Katakan kalau ada yang kau inginkan dari ku, aku akan berusaha memenuhi nya dengan begitu kau bisa menggunakan kontrak itu untuk memulangkan ku lagi." ucap Cyra pada pria itu sebelum ia keluar.


Ia memang menikam dada pria itu namun ia juga menyembuhkan nya, walaupun begitu tentu Alessio masih merasa kesal.


...


Tak ada percakapan apapun, hanya mata yang saling memandang dengan tajam seperti gencatan senjata.


"Kau marah dengan ku?" tanya Cyra yang merasa tatapan pria itu benar-benar menghunus.


"Maksud mu cara untuk kau kembali dengan membunuh ku?" jawab Alessio dengan pertanyaan lain nya.


"Kau marah," Cyra mengambil kesimpulan dengan mudah saat sudah berbicara dengan pria itu.


"Siapa yang tidak marah?! Aku tinggal bersama dengan orang yang aku penuhi kebutuhan tapi orang yang ingin membunuh ku?!" tanya Alessio yang menatap kesal.


"Aku tidak ingin membunuh mu, kenapa kau harus mati? Sebalik nya, aku akan melindungi mu." ucap Cyra yang menatap ke arah pria itu.

__ADS_1


"Melindungi ku?! Bagaimana? Katakan bagaimana? Kau mau menjadikan diri mu sebagai tameng?!" tanya Alessio yang kesal.


Cyra tak menjawab namun tentu ia akan melakukan nya karna pria itu memang tak boleh mati sampai ia kembali ke dunia nya.


Drrtt... Drrtt... Drrtt...


Alessio menoleh menatap ke arah ponsel nya yang bergetar, ia melihat ke arah gadis itu sekilas sebelum menjawab nya.


"Apa?" tanya nya dengan suara ketus karna ia pun sudah terpancing emosi itu.


"Kucing mu sudah sehat, tidak! Dia seperti nya terlalu sehat, aku akan memulangkan nya siang ini."


"Ya, bawa dia dan gunakan saja bius agar dia tidak meraung." ucap Alessio sebelum menutup telpon nya.


Cyra tak mengatakan apapun, ia tak tau bagaimana pembicaraan di telpon namun ia hanya memakan dengan tenang.


...


Pukul 02.45 pm


Kandang yang besar dengan kucing besar belang yang tak lain adalah harimau itu pun di bawa turun.


Peliharaan kesayangan pria yang memiliki mansion mewah itu, hewan itu pun juga hanya jinak pada tuan nya.


"Groarr!!!"


"Dia bangun?! Cepat tembak bi-"


Clang!


Kucing besar itu langsung berlari saat ia mengiri sudah sampai di rumah nya, para petugas dari rumah sakit itu pun langsung mengejar dengan segara mencari di mana keberadaan peliharaan buas itu.


"Beri tau Alessio!


Ucap Cardy yang juga kebingungan karna harimau besar itu pun sangat sensitif dengan nya.


Para petugas dari rumah sakit hewan itu dengan cepat langsung menghubungi Alessio jika kucing besar kesayangan nya itu kabur.


Sementara itu.


Gadis dengan pilihan gaun klasik yang membuat nya tampak berbeda namun semakin cantik itu duduk di taman.


Bukan nya membaca buku namun sibuk dengan iPad baru nya yang lebih besar dari ponsel.


Mulai dari membaca sampai menonton kartun, "Kenapa dia melakukan nya? Dan kenapa pemain Opera nya beda? Mereka badut?" gumam Cyra saat baru pertama kali melihat kartun.


"Dia baru saja di bakar tapi kembali seperti semula," ucap nya yang melihat adegan klise kartun yang terbakar api lalu gosong dan kemudian normal kembali.


"Kau belajar sihir? Kenapa sihir penyembuhan mu hebat sekali? Kau keluar dari mana?" tanya Cyra yang membolak balik iPad nya namun kartun yang tonton tak segera keluar.


Cyra menarik napas nya lirih ia pun berbalik karna ingin melakukan sesuatu namun tak beberapa lama ia meninggalkan benda yang lebih ajaib dari pada bola mantra itu.


Brak!


Meja nya porak poranda ketika kucing besar itu datang dan menyeruduk apa yang ada di depan nya.


GROAR!!!


Kucing besar itu tampak marah saat ia tak menemukan pemilik nya, Cyra menatap tenang, mungkin lebih tepat nya kesal.


Harimau itu dengan cepat berlari ke arah gadis yang tampak seperti objek tulang cantik itu.


"Itu dia!"


Seru seseorang dari jauh dan mereka pun segara mendekat karna tembakan bius memiliki jarak yang bisa di gunakan.


"Ambilkan pistol!" ucap Alessio saat melihat ke arah hewan peliharaan ingin berlari mendekat pada Cyra.


"Baik, Tu-"


PLAK!


Satu pukulan yang terdengar renyah, membuat semua yang berada di sana terdiam termasuk Alessio.


"Kucing nakal!" ucap Cyra yang kesal pada harimau itu karna membalikkan meja yang di atas nya terdapat iPad dan juga teh nya.


Raww!!!


Harimau itu mulai mengeram, namun tak mendekat dan terlihat seperti ingin menakuti.


PLAK!


"Mau ku jadikan kucing bakar?" tanya Cyra yang semakin kesal melihat hewan itu yang tak mau pergi dan kemudian masih meraung pada nya.


Cardy yang juga melihat hewan buat itu kena tampar dan bukan nya tembakan peluru membuat nya terdiam.


"Dia bukan seorang wanita," gumam Cardy yang menggeleng.


"Ya, dia mirip seorang Dewi? Iya kan?" tanya Alessio yang malah tersenyum simpul tak percaya.

__ADS_1


"Ya, ku kira kau orang tergila yang pernah ku temui ternyata masih ada yang lebih gila lagi." ucap Cardy yang menggeleng menatap ke arah teman nya yang malah tampak terpesona.


__ADS_2